Marrying Uchiha Sasuke Chapter 12

08:06 Melissa Gabriele 16 Comments


Marrying Uchiha Sasuke

Chapter 12

Kerinduan Hati


Disclaimer : I do not own Naruto

Ayana Hotel
Photo source : allhotelsbali
Udara sejuk datang menyambut hari yang baru. Bali di pagi hari sangat tenang dan tentram. Dari Hotel Ayana, laut biru Pantai Jimbaran yang indah terlihat dengan jelas. Ombaknya datang perlahan-lahan menuju pantai, kemudian kembali lagi ke laut lepas. Terkadang ombak itu akan menabrak tebing, terkadang juga menyapu kerang-kerang di atas pasir.

Setiap pagi, Sakura berolahraga yoga untuk melepas stressnya di tempat indah ini. Yoga dengan pemandangan laut seperti ini memang tepat untuk relaksasi. Satu bulan sudah berlalu semenjak pesta bisnis waktu itu. Semenjak itu, Sakura benar-benar berlibur di Bali. Sasuke juga sudah pergi ke Malaysia satu bulan yang lalu.

Setelah Sasuke kram di Potato Head Beach Club, pria itu segera beristirahat dan bersiap-siap untuk berangkat ke Malaysia. Pria itu bilang Sakura tidak usah ikut.... Untuk pertama kalinya, Sasuke benar-benar memberikan waktu berlibur untuk Sakura di Bali. Jujur, ia benar-benar menghargai liburan ini. Hari-hari di mana ia bisa merenung sendirian. Hari-hari di mana ia benar-benar menghargai hidup.... Apalagi setelah kejadian-kejadian itu terjadi kepadanya.... Hanya saja, belakangan ini ia terus saja memikirkan pria dingin yang bernama Uchiha Sasuke itu. Ia merindukan senyuman sinisnya, kata-kata tajamnya dan sentuhan hangatnya. Ia merindukan tatapan dinginnya dan suara rendahnya. Sakura ingin pria itu datang dan memeluknya saat guntur datang. Ia rindu mendengar suara nina bobonya yang buruk itu. Ia ingin tertawa di tengah hujan, dikritik saat salah dan tertawa bersama.


Yoga with a view
Photo source : asian travel 
Wanita bermarga Uchiha itu mengambil napasnya dalam-dalam kemudian mengikuti gerakan instruktur yoganya. Ah, kali ini instruktur itu menerapkan gerakan Vriksha-asana. Dengan lembut, Sakura berdiri dengan satu kaki dan menekuk kaki kanannya agar bertemu dengan kaki kirinya. Kedua tangan wanita itu diangkat ke atas. Wanita berambut merah muda itu menatap laut lepas sambil mengatur napasnya sepelan mungkin. Gerakan ini melatih keseimbangan. Sakura sudah cukup seimbang. Keseimbangan akan hilang ketika pikiran gelisah muncul, Sakura sangat yakin kegelisahan di pikirannya sudah mulai hilang. Ada begitu banyak hal yang terjadi di dalam kehidupannya, dari hari pernikahannya sampai Sakura hamil dan kehilangan bayinya.... Sampai ia hampir membunuh seseorang.... Beban-beban hidup itu perlahan mulai hilang.

Setelah ia menghela napasnya, wanita itu kembali ke posisi berdiri, tada-asana. Dengan perlahan ia kemudian mengikuti instrukturnya dan menaikan kaki kanannya membentuk sudut 90 derajat, ekapada-asana. Sakura dapat merasakan otot-otot kakinya menjadi kencang. Ia berusaha untuk berkonsentrasi agar keseimbangannya terus terjaga. Semakin lama ia berusaha, semakin baik otot-ototnya bekerja.

Instruktur yoga Sakura kemudian berbicara dengan halus dalam Bahasa Inggris, “Jika kalian bisa menjaga keseimbangan kalian, tutuplah mata kalian.”

Saat Sakura menutup matanya, ia teringat akan Uchiha Sasuke lagi. Senyuman sinis pria itu muncul lagi de benaknya. Matanya yang indah dan hitam pekat itu terbayang begitu jelas di ingatan Sakura. Satu bulan sudah berlalu…. Dalam satu bulan itu Sakura benar-benar memutuskan hubungannya dengan Sasuke. Pantai, buku, dan yoga adalah teman Sakura seorang. Sakura benar-benar sendirian. Kalau dipikir-pikir, selama ini kemana pun Sasuke pergi, Sakura terus menemaninya. Mungkin karena itulah Sakura sudah terbiasa memiliki Sasuke di sisinya.

Ah, hal ini tidak boleh menjadi kebiasaan. Sekarang ini, Sakura memakai sisa cuti hamilnya untuk berlibur.... Namun, sebentar lagi Sakura harus kembali bekerja. Suatu hari nanti, ia juga akan bercerai dengan Sasuke.... Ia harus membiasakan diri untuk hidup tanpa pria itu.

Setelah beberapa gerakan lainnya dilakukan, Sakura merasa semakin tenang. Ada sesuatu dengan Bali yang menenangkan hati Sakura. Entah itu suara desiran ombak yang halus atau sejuknya angin pantai di pagi hari. Sungguh, dokter memang benar. Sakura membutuhkan liburan ini. Terkadang pergi ke tempat yang jauh untuk berekreasi memang bisa melepaskan stress dan kepenatan hidup. Ah, sekarang gerakan yoga Sakura sudah mulai masuk ke sesi cool down. Sebentar lagi olahraga ini akan selesai.

“Terima kasih karena sudah datang ke sesi yoga hari ini, namaste,” Instruktur yoga itu memberikan salam perpisahan dan merapikan yoga mat miliknya.

Sakura dapat merasakan keringat di sekujur tubuhnya. Olahraga ini memang tepat untuknya. Selain melepas stress, olahraga ini juga menurunkan berat badannya. Ah, tubuh Sakura rasanya terasa segar dan ringan.

Dengan perlahan Sakura merapikan Yoga matnya dan mengambil handuk untuk menyeka keringatnya. Wanita berambut merah muda itu kemudian berjalan santai menyusuri kolam renang hotel Ayana yang luas. Warna kolam itu sebiru lautan Jimbaran. Sebiru rambut pria yang ia panggil Uchiha Sasuke. Pemandangan seperti ini membuat hatinya tenang. Sama seperti tatapan suaminya yang membuat hati Sakura tenang. Selama ini kehidupannya rasanya berjalan dengan begitu cepat dan sibuk. Satu bulan ini rasanya seperti tinggal di dalam dunia mimpi. Segalanya terasa begitu lambat dan menenangkan…. Mungkin ini semua juga karena Uchiha Sasuke tidak berada di sisinya. Ketika Sasuke menemani dirinya, waktu terasa begitu cepat. Satu jam terasa seperti satu menit, satu hari terasa seperti satu jam. Ah, kira-kira apa ya yang sedang dilakukan pria itu?

Tak lama, langit subuh yang awalnya biru tua, perlahan berubah menjadi semakin terang. Matahari mulai terlihat, kemudian pantai itu terlihat semakin indah. Sakura harus memotretnya. Sunrise pagi ini terlihat sempurna.... Di mana ya kamera DSLR yang selalu ia pakai itu? Kenapa Sakura tidak bisa menemukan kamera itu di tasnya? Setelah menghela napas panjang, Sakura akhirnya mengeluarkan iPhone yang sudah lama ia matikan itu. Ia pikir ia mungkin akan membukanya untuk keadaan darurat, kelihatannya keadaan itu datang sekarang.


Sakura's iPhone
Image Source : tumblr.com
Ketika iPhone itu menyala, Sakura dapat melihat puluhan missed call dari sahabatnya, Yamanaka Ino. Aduh… kelihatannya ia benar-benar dalam masalah besar. Ino pasti akan bertanya banyak hal kepadanya. Yah, itu masalah nanti, sekarang ia harus memotret pemandangan ini sebelum matahari terbit itu hilang dari hadapannya.

Tap! Ketika Sakura menekan layar di ponsel itu, tiba-tiba nama Yamanaka Ino muncul lagi bersamaan dengan lagu “Call Me Baby” dari EXO. Kali ini Sakura tidak bisa lagi lari dari sahabatnya itu.

“Halo?” Sakura menjawab telepon dengan tenang.

“HALO?! Kau masih berani menjawab HALO?!” Suara teriakan Ino yang keras membuat Sakura tuli seketika, “KEMANA SAJA KAU?! Kenapa kau tidak menjawab teleponku? Kau tahu kapan terakhir kali kau menghubungiku?! 1 bulan yang lalu, Sakura! 1 BULAN YANG LALU! Kau tahu, aku khawatir sekali!! Aku pikir kau terjun dari jurang atau semacamnya!!”

Kelihatannya kejadian seperti ini pernah terjadi sebelumnya... Ino dan sifatnya yang penuh kekhawatiran. Ah, entah apa yang akan terjadi jika Ino punya pacar. Mungkin ponsel pria itu akan penuh dengan missed call juga. Yah, tapi ini juga salah Sakura... 1 bulan memang waktu yang cukup lama untuk memutuskan hubungan dari dunia.

“Aku hanya ingin menenangkan diri Ino...”

“Sakura... Suaramu sudah terdengar tenang….” Suara Ino terdengar lega, “Syukurlah... Saat kudengar kabar buruk itu... Aku benar-benar khawatir akan keadaanmu Sakura....”

“Hei, tenang saja, aku tidak akan bunuh diri... Masih ada banyak hal yang harus kulakukan di dunia ini,” Sakura tertawa pelan, ia memang memiliki sahabat yang baik.

“Kau tahu Sakura,” Suara Ino menjadi lebih lembut, “Jika kau membutuhkan teman untuk berbicara... Aku selalu ada di sini.”

“Aku tahu,” Sakura tersenyum hangat, “Jika aku sudah bisa menceritakannya... Akan kuceritakan semuanya.”

“Oh ya!!” Ino berteriak lagi, “Bagaimana dengan makananmu? Apakah kau mengonsumsi makanan yang sehat?! Kudengar makanan-makanan di Bali penuh dengan minyak! Kau harus sering minum air putih dan buah-buahan Sakura! Jangan lupa berolahraga yang teratur!”

“Iya, iya,” Sakura mengangguk sambil terus berjalan pelan, “Tenang saja....”

“Ya sudah, aku akan kembali bekerja lagi. Jaga kesehatanmu ya,” Dokter nutrisi itu berpesan, “Sampai ketemu di Jepang, titipkan salamku untuk suamimu!”

“Ya, terimakasih Ino, see you in Japan then,” Sakura kemudian menutup iPhonenya.

Ketika Sakura sampai ke lobi hotel Ayana, wanita itu mendengar dering “Call Me Baby” dari EXO lagi. Kali ini bukan nama Yamanaka Ino yang muncul di layar itu...

Uchiha Sasuke

Pria itu menelepon? Bukankah Sasuke seharusnya sedang berada di luar negeri sekarang? Gawat. Apa yang harus Sakura katakan? Rasanya sudah lama sekali Sasuke tidak menghubunginya. Aduh, kenapa ia jadi gugup seperti ini? Apa yang harus ia katakan ketika mengangkat telepon itu?

“Halo?” Sakura menjawab telepon itu dengan agak ragu.

“Sakura...”

Suara itu membuat jantung Sakura sedikit berdebar.... Suara pria itu agak sombong dan dingin, namun suara itu membuat Sakura sedikit gugup. Entah karena mereka sudah lama tidak bertemu... Atau karena hal lain. Anehnya, suara itu berhasil membuat Sakura menabrak orang.

“Ah!”

Tabrakan itu terasa... basah? Saat Sakura menoleh, ia dapat melihat orang yang ia tabrak. Ternyata pria yang ia tabrak berambut pirang. Wajah orang itu sangat mirip dengan Naruto... Hanya saja pria ini lebih tampan. Struktur tubuhnya terlihat agak berotot, namun tidak seperti orang-orang di gym, bentuk tubuh yang ideal. Ia membawa gelas wine dan gelas itu terlihat hampir kosong. Kemeja putih orang itu terlihat basah dengan noda anggur merah.

“Ah, sorry!” Sakura membungkuk dan meminta maaf kepada pria yang ia tabrak.

“Kenapa kau meminta maaf?” Sasuke bertanya dengan bingung dari telepon.

“Don’t worry,” Suara orang barat itu terdengar sopan dan halus, “Are you okay miss?”

“Yes,” Sakura tersenyum hangat, “I’m alright...”

“Hah?” Sasuke terdengar semakin bingung, “Oi Sakura—”

“Maaf, Sasuke,” Sakura menjawab Sasuke dengan Bahasa Jepangnya, “Nanti aku akan menelponmu lagi.”

Pria berambut pirang itu terlihat agak kaget. Kelihatannya raut wajahnya yang tenang berubah sedikit ketika ia mendengar Sakura berbicara dengan Bahasa Jepang.

“I’m truly very sorry sir,” Sakura meminta maaf sekali lagi.

“Tidak perlu,” Orang itu menjawab dengan Bahasa Jepang, “Saya benar-benar tidak apa-apa.”

“Eh?! Anda bisa berbicara dengan Bahasa Jepang?!” Sakura benar-benar kaget— Ia yakin seratus persen orang itu bukan orang Jepang. Wajahnya terlihat seperti artis hollywood.

“Iya,” Pria itu tertawa dengan halus, “Oh ya, jangan khawatir soal hal tadi. Um nona...?”

Ah, kelihatannya orang itu ingin bertanya soal nama Sakura.

“Ah, namaku Sakura,” ia tersenyum hangat, “Haruno Sakura.”

Haruno. Kenapa Sakura malah memakai nama itu? Ya ampun... Ia juga tidak mengenakan cincinnya hari ini. Ini benar-benar hal terbodoh yang pernah ia lakukan hari ini. Kalau ia bertemu orang ini lagi di Jepang dan orang itu tahu ia bersuami. Pria berambut pirang ini pasti akan berpikir kalau Sakura tadi sedang merayunya.

“Ah, senang bertemu denganmu Sakura-san,” Orang itu tersenyum hangat, “Namaku Ki—”

“Tunggu!” Sakura benar-benar merasa bersalah berbohong seperti ini.

“Ya?”

“Namaku sebenarnya sudah bukan Haruno, tapi Uchiha,” Sakura menghela napasnya, “Namaku Uchiha Sakura.”

“Eh?!” Pria berambut pirang itu terlihat lebih kaget lagi, “Jangan-jangan kau menikah dengan keluarga konglomerat Uchiha?”

“Ya...” Sakura tersenyum tipis.

“Senang berkenalan dengan anda Uchiha-san,” Suara orang itu berubah menjadi lebih sopan, kali ini orang itu yang membungkuk kepadanya, “Nama saya, Menma. Namikaze Menma.”

XXX

Uchiha Sasuke
typing...

Bawa kopermu, temui aku di lokasi ini.
08:33

Uchiha Sasuke shared his location
<Insert Map>

Sakura menatap layar iPhonenya sambil menarik kopernya dengan gugup. Ia akan bertemu dengan Uchiha Sasuke. Ia akan bertemu dengan Uchiha Sasuke. Ia akan bertemu dengan... Cukup Sakura! Cukup! Tenangkan dirimu. Ini hanya seorang Uchiha Sasuke saja. Ini bukan hal yang besar. Ini sama sekali bukan yang hal besar!

Google Map yang Sakura baca dari iPhonenya akhirnya membawanya ke lokasi yang dimaksud suaminya. Sakura tidak percaya apa yang baru saja ia lihat. Uchiha Sasuke yang selama ini hanya bisa ia ingat-ingat di pikirannya sekarang muncul di hadapannya. Pria yang bernama Uchiha Sasuke itu berdiri di sebelah helikopter hitam. Tubuhnya terlihat agak berkeringat karena panasnya Bali. Kaus polo biru tua yang ia kenakan membuat dadanya terlihat lebih bidang. Detak jantung Sakura semakin kencang. Entah karena ia sudah lama tidak melihat Sasuke, atau karena Bali hari itu panas sekali.  


Sasuke's Gucci shirt and Sakura's Dolce & Gabbana Dress
Image source : moostyling , net-a-porter.com

“Ada apa?” Sasuke menatap Sakura dengan wajah sinisnya. Kelihatannya pria itu tahu Sakura terus memperhatikan Sasuke sejak tadi.

“Tidak apa-apa,” Sakura akhirnya berhenti menatap Sasuke. Wanita itu mengangkat kopernya masuk ke dalam helikopter itu.

Ketika mereka berdua berada dalam helicopter itu, Sasuke mengendarai heli itu dengan tenang. Sakura mengenakan speaker dan earphone khusus agar mereka berdua bisa berkomunikasi. Sayangnya mereka berdua hanya terdiam. Setelah satu bulan tidak bertemu kata-kata yang terucap dari mulut mereka berdua hanyalah ‘ada apa’ dan ‘tidak apa-apa’. Luar biasa!


Sasuke's Helicopter
Image Source : uncyclopedia.wikia.com
Setelah lama terdiam, Sakura akhirnya tersadar bahwa mereka tidak terbang menuju ke bandara. Uchiha Sasuke terbang melewati laut! Laut! Pria ini sebenarnya ingin membawa Sakura kemana? Mereka tidak mungkin kan terbang sampai ke Jepang dengan helikopter?! Ini tidak mungkin!

“Sasuke, kita mau kemana sebenarnya?!” Sakura dapat mendegar suaranya bergema di speaker heli itu.

“Empat puluh lima menit lagi kau akan tahu,” Sasuke menjawab pertanyaan Sakura dengan tenang.

Bagus. Sekarang Sakura harus bilang apa lagi? Pria bermarga Uchiha itu terlihat serius mengendarai heli ini. Tapi... Kalau mereka harus terbang selama empat puluh lima menit... Itu artinya Sasuke akan membawa Sakura ke pulau-pulau kecil di dekat Bali?

“Sakura...” Sasuke akhirnya berbicara lagi, suaranya yang cool membuat Sakura sedikit bernostalgia, “Kau terlihat kurus sekali….”

Apa? Apakah Uchiha Sasuke baru saja memuji dirinya? Yah, Sakura memang sering berolahraga sih. Setiap pagi ia akan yoga dan lari pagi. Setelah itu, sorenya Sakura akan berenang di kolam renang dan terkadang surfing di pantai. Mungkin karena itulah Sakura jadi lebih kurus sekarang.

“Kurus sekali...” Sasuke mengulang kata-katanya lagi, “Seperti tengkorak.”

Apa? Sudahlah... Sakura tidak lagi mau mempercayai kata-kata pujian dari Sasuke lagi. Sudah cukup. Rasanya seperti baru terbang ke langit ke tujuh dan jatuh ke jurang terdalam di bumi.

“Sasuke dengar ya,” Sakura menaikan satu alisnya, “Kau sendiri juga terlihat...”

Tampan. Sebenarnya Sakura ingin menjelek-jelekkan suaminya untuk membalas ejekan ‘tengkorak’ tadi. Sayangnya kata pertama yang muncul di benak Sakura justru ‘tampan’. Setelah satu bulan tidak bertemu pria itu terlihat lebih dewasa. Rasanya wajahnya yang cool terlihat semakin misterius. Apalagi pria itu sedang mengendarai helikopter sekarang. Entah kenapa pria yang bisa mengendarai helikopter memang memiliki nilai lebih. Wajah itu, tubuh itu, pose itu... Sasuke terlihat tampan.

“Terlihat apa?” Pertanyaan Sasuke membuyarkan pikiran Sakura.

“Eh?” Sakura benar-benar tidak tahu harus menjawab apa sekarang.

“Hm?” Sasuke membelokkan setir helikopternya sambil menunggu jawaban dari Sakura.

“Lupakan saja,” Sakura menghela napasnya.

Setelah itu, keheningan kembali menyelimuti mereka berdua. Biasanya Sakura yang akan memulai percakapan atau mencari topik yang menarik. Kali ini Sakura ingin diam saja. Yang benar saja, Sakura disuruh-suruh lewat telepon dan sekarang dipanggil tengkorak. Tampan sih tampan, tapi Sakura juga cantik kok. Sakura bukan tengkorak. Sungguh!

“Kita hampir sampai,” Sasuke akhirnya berbicara.

Ketika pria itu berhenti berbicara, Sakura membuka mulutnya karena kagum. Di balik jendela helikopter itu Sakura dapat melihat tiga pulau indah yang dikelilingi oleh laut yang bergradasi warna dari biru tua ke biru muda hingga hijau terang. Ini... Kepulauan Gili! Dari yang paling kanan; Gili Air, Gili Meno, dan yang terbesar... Gili Trawangan. Luar biasa. Sakura pikir laut di dekat Hotel Ayana adalah yang paling indah... namun ia salah. Ada yang lebih indah. Di sini lautnya begitu jernih sampai-sampai gradasi warnanya terlihat jelas.


Gili Islands
Image Source : My Instagram
“Sasuke... ini...” Sakura benar-benar kehilangan kata-kata, tempat ini indah sekali.

“Kita akan segera mendarat, Sakura,” Sasuke bersiap-siap mengatur helikopternya, rasanya seperti melihat pilot sedang bekerja.

Ketika helikopter itu mendarat, Sakura keluar dan melepas sepatunya dengan penuh semangat. Ia bertelanjang kaki dan berlari dengan senang. Setelah beberapa menit berlalu, wanita itu kemudian berteriak kepanasan.


Sakura's Chanel Sandals
Image Source : sblog.contemptandthesublime.com
“Panas!” Sakura kembali mengenakan sepatunya, “Ah! Panas sekali!”

Rasanya benar-benar berbeda dengan Bali. Di pulau ini mataharinya benar-benar luar biasa kencang. Pasirnya saja panasnya seperti oven. Tak heran banyak turis barat yang berjemur di pantai. Tempat ini benar-benar panas.

“Masuk ke dalam air,” Sasuke mendorong Sakura dengan perlahan, “Dinginkan kakimu sana.”


Tepi pantai Gili
Image source : gilibookings.com
Betul juga kata pria itu... Sakura akhirnya melepas sepatunya lagi dan merendam kakinya di tepi pantai. Ah, airnya dingin sekali. Pas untuk menyegarkan kaki Sakura yang kepanasan. Wah... airnya memang jernih. Ikan-ikan terlihat jelas dan dasar lautnya juga terlihat. Setiap kali ombak menyapu kaki Sakura, ikan-ikannya akan pergi menjauh. Rasanya benar-benar lucu. 

“Sasuke, kau juga harus masuk ke air!” Sakura melambaikan tangannya.


Laut di Gili
Image Source : xplorebeauty.com
“Hn, aku tidak tertarik,” Sasuke tidak beranjak dari tempat awalnya, “Kau bersenang-senang saja sana, aku harus mengurus helikopterku dulu.”

Ya. Ya. Ya. Helikopter. Sakura benar-benar tidak tahu dari mana Sasuke mendapatkan bakat untuk menjadi orang yang menyebalkan. Entah kenapa hal ini selalu saja terjadi. Sakura berusaha untuk memecahkan tembok es mereka, kemudian Sasuke membangun tembok es baru lain dalam sekejap.

“Sudahlah,” Sakura meninggalkan laut itu dan mengenakan sepatunya lagi, “Aku juga sudah bosan main di air...”

“Oh, begitu...” Sasuke akhirnya berjalan menuju helikopternya dan memanggil petugas terdekat di sana.

Petugas itu mengangguk-angguk ketika Sasuke berbicara dengan Bahasa Inggris. Kelihatannya pria itu bertugas untuk membawa helikopter Sasuke ke tempat yang lebih aman atau semacamnya.

“Hei, Sasuke,” Sakura akhirnya menepuk pundak pria itu... Pundak itu panas dan hangat. Ada bau musim panas.

“Ada apa?” Sasuke menatap Sakura dalam-dalam. Rasanya tatapan itu benar-benar membuat Sakura menjadi semakin panas.

“Ah, aku hanya ingin bertanya, kenapa kau membawaku ke sini?” Tutur Sakura.

“Kupikir karena kau sedang ada di Bali, lebih baik mengunjungi Gili juga,” Sasuke menjawab dengan datar, “Gili cukup indah.”

“Kau ingin mengajakku kencan?” Bagus Sakura. Sekarang kau pasti terdengar seperti wanita yang banyak berharap.

“Terserah kau mau menyebutnya apa,” Sasuke berjalan menjauhi Sakura.

“Sasuke!” Sakura berjalan mengikuti suaminya, “Sebenarnya aku selalu ingin melakukan sesuatu saat aku masih di Bali…. Tapi aku tidak bisa melakukannya kalau kau tidak ada.”

“Apa itu?” Sasuke menatap istrinya lagi, kali ini tatapannya agak menerawang jauh... seperti sedang menerka-nerka apa yang dipikirkan Sakura.

“Aku ingin berkuda di tepi pantai….” Sakura tertawa kecil, “Aku tidak bisa berkuda, tapi kau kelihatannya pandai berkuda saat pertandingan polo waktu itu... Jadi kupikir kau bisa mengajariku atau semacamnya.”

“Hn, boleh,” Sasuke kemudian berjalan dengan pasti. Sepertinya pria itu benar-benar sudah hafal peta pantai ini.

Tak lama setelah Sakura berjalan di pantai itu, ia akhirnya melihat kuda putih yang cantik. Kuda itu terlihat seperti pasir di pantai ini. Putih bersih... layaknya salju yang Sakura lihat di Switzerland dulu. 


Sakura's horse
Image Source : animalcarecollege
“Bagaimana cara aku menungganginya?” Sakura menatap suaminya dengan kebingungan.

Sasuke hanya menghela napasnya dan mengangkat Sakura agar wanita itu dapat duduk di atas kuda itu. Setelah berhasil duduk, pria itu kemudian ikut naik dan duduk di belakang Sakura. Rasanya dekat sekali... Gili memang panas, namun suhu tubuh Sasuke terasa lebih panas. Pria itu rasanya seperti memeluk Sakura dari belakang.

“Hentakkan kedua kakimu keperut kuda,” Ujar Sasuke, “Pelan-pelan saja.”

Saat Sakura menghentakkan kakinya, kuda itu bergerak maju. Soal kaki, kelihatannya Sakura cukup mengerti, namun kedua tangan Sakura yang memegang kendali tidak bergerak... Ia tidak tahu harus berbuat apa dengan ini. Ketika kuda itu sudah mulai berjalan agak ke kanan, Sasuke mengenggam tangan Sakura. Ketika pria itu memegang kendali, kuda itu kembali berjalan lurus.

“Santai saja,” Suara Sasuke rasanya seperti bisikan di telinga Sakura, “Pijakan kakimu harus ringan.”

Perlahan-lahan Sasuke mulai melepaskan tangan Sakura. Kali ini wanita itu sudah mulai mengendalikan kuda itu dengan cukup baik. Yah memang masih amatir, namun paling tidak kuda itu tidak lari ke sembarangan arah. Sakura berhasil untuk membuat kuda itu berjalan dengan lurus.

“Ah, aku bisa Sasuke!” Sakura tersenyum senang, “Aku bisa berkuda! Aku bisa bergabung dan main polo denganmu!”

“Berkuda dan bermain polo itu berbeda,” Suara sinis Sasuke kembali lagi, “ Dan lagi.... Jangan samakan level berkudamu dengan level berkudaku.”

Suara pria itu memang sinis, namun Sakura tidak bisa membenci kesombongan pria itu. Saat ini yang ada di benak Sakura adalah betapa hangat tubuh Sasuke. Tubuh pria itu menyentuh punggung Sakura. Kedua tangan Sasuke menyentuh tangannya. Terkadang tangan pria itu akan pergi, kemudian datang lagi. Sakura tidak tahu berapa lama lagi ia akan tahan dengan sentuhan-sentuhan ini. Kalau mereka tidak segera berhenti berkuda, wajah Sakura mungkin akan segera berubah menjadi semerah tomat.

“Ku-kurasa kau sudah tidak usah mengajariku lagi,” Sakura menepis tangan Sasuke dengan cepat.

“Oh ya?” Sasuke kemudian mengenggam tangan Sakura sekali lagi dan kuda itu berhenti.

Dalam sekejap tangan pria itu lepas lagi dari tangan Sakura. Kali ini Sasuke turun dengan cepat dari kuda itu. Pria itu benar-benar selalu cekatan dalam segala hal. Apapun dilakukan pria itu dengan cepat dan tanpa banyak basa-basi.

Sakura salah. Ia masih belum bisa mengendalikan kuda itu dengan benar. Tanpa Sasuke... kuda itu jadi berjalan semakin dekat ke tepi pantai. Ah, kali ini kuda itu bahkan sudah hampir menyentuh air!

“Sa-Sasuke!” Sakura mencoba untuk mengarahi jalannya kuda itu, namun kuda itu tetap saja tidak mendengarkannya.

“Kau harus tenang Sakura,” Suaminya berlari mendekat, “Kuda tahu ketika penunggangnya gugup. Jika tuannya gugup, kuda akan takut.”

Tenang Sakura. Tenang. Ah, ia tidak bisa!

“Sakura!”

Suaminya terlihat semakin khawatir. Pria itu lalu menenangkan kuda itu sebelum akhirnya melompat naik lagi.

Kali ini tangan Sasuke mengenggam tangannya lagi. Rasanya hangat... Ia merasa aman. Pria itu akhirnya membawa kuda itu berjalan menjauhi tepi pantai. Entah apa yang akan terjadi kepada Sakura kalau suaminya itu tidak ada di sampingnya.

“Terima kasih,” Sakura merasakan genggaman tangan Sasuke semakin erat.

Entah kenapa... Kali ini ia tidak ingin tangan itu lepas darinya.

XXX


Villa at night
Image Source : blog.baliwww.com
Malam hari di Gili terasa agak dingin. Sakura menutup jendela villanya, kemudian ia duduk di tempat tidurnya. Sebenarnya Uchiha Sasuke ada di mana? Sakura telah lama menunggu pria itu, namun pria itu tak kunjung pulang. Setelah mereka berdua berkuda pagi tadi, Sasuke mengantarkan Sakura ke villa mereka. Kemudian dari siang hingga malam ini, Sakura tidak menemukan Sasuke di mana-mana.

Sakura terkejut ketika ia mendengar pintu villanya terbuka. Pria yang membuka pintu itu tak lain adalah Uchiha Sasuke. Pria itu terlihat... merah. Ya, Sakura dapat melihat kulit Sasuke yang putih porselen itu berubah menjadi merah karena terbakar matahari. Luka bakar itu... Ah, untunglah sebagai seorang alumni kedokteran, Sakura tahu apa yang terjadi. Pria itu pasti baru saja berenang dalam waktu lama. Kalau tidak coraknya tidak akan seperti itu.

“Tadi kau berenang ya?” Sakura menggelengkan kepalanya, “Kau tahu tidak, meskipun air di laut itu sejuk, namun sebenarnya air laut itu lebih panas untuk kulit dari pada pasir tadi.”

“Oh ya?” Sasuke masih saja sok cool, padahal wajah tampannya itu sudah merah-merah seperti anak bayi.

“Iya,” Sakura kemudian masuk ke dalam kamar mandi dan mengambil handuk di sana, “Air itu konduktor panas terbaik... Makanya kulitmu jadi seperti itu.”

Handuk itu Sakura rendam dengan air dingin. Kemudian Sakura memberikannya kepada suaminya yang terlihat seperti kepiting rebus itu.

“Pertama pakai handuk ini dulu,” Sakura kemudian beranjak ke kopernya dan mengeluarkan lidah buayanya.


Sakura's Aloe Vera
Image Source : wikihow.com
Biasanya Sakura menggunakan sari lidah buaya untuk wajahnya agar wajahnya tidak kering... Namun Sakura tahu sari lidah buaya juga bisa menyembuhkan luka bakar. Untung saja wanita itu masih membawa lidah buaya lebih.

“Kemudian pakai sari lidah buaya ini ke sekujur tubuhmu yang merah-merah itu,” Sakura kemudian memberikan lidah buaya itu kepada suaminya.

Uchiha yang dingin itu hanya mengangguk dan beranjak ke kamar mandi. Sungguh, Sakura tak habis pikir, kenapa pria ini bisa berenang hingga sebegitu lamanya?

“Sakura,” Suara Sasuke terdengar dari dalam kamar mandi, “Bisa tolong bantu aku? Aku tidak bisa memakai lidah buaya ini di punggungku.”

Ketika Sakura membuka pintu kamar mandinya, ia dapat melihat Sasuke yang telanjang dada. Pria itu memang tampan. Meskipun tubuh Sasuke merah-merah, pria itu masih tetap terlihat tampan. Kali ini Sakura merasa sekujur tubuhnya menjadi panas. Ada aliran listrik aneh yang mengalir di tubuhnya ketika ia memakaikan sari lidah buaya itu ke punggung suaminya. Ia merasa dirinya sangat mesum sekarang.


The Bathroom
Image Source : hintsmagazineonline.com
“Maafkan aku,” Perkataan Sasuke akhirnya memecahkan keheningan di antara mereka, “Aku kehilangan cincin pernikahan kita.”

“Di mana kau menghilangkannya?” Rasanya Sakura masih melihat cincin itu saat mereka masih ada di helikopter tadi.

“Saat aku mengajarimu berkuda,” Sasuke menjawab Sakura dengan pelan.

Jangan-jangan... Pria itu mencari cincin itu di laut Gili? Karena itulah pria itu terbakar matahari seperti ini?

“Sasuke... Berapa lama kau mencari cincin itu?” Sakura menatap luka bakar itu dengan prihatin. Rasanya sebentar lagi kulit merah itu akan mengelupas.

“Itu tidak penting,” Sasuke merintih ketika Sakura mengoleskan sari lidah buaya itu ke area yang terlihat paling merah.

“Itu penting bagiku,” Tangan Sakura kemudian berhenti bergerak, “Sasuke... Apa arti cincin itu untukmu?”

“Kenapa kau menanyakan hal itu kepadaku?” Sasuke menjawab pertanyaan itu dengan dingin... Namun Sakura tahu, pria itu hanya ingin lari dari pembicaraan ini saja.

Sasuke... Kelihatannya pria itu benar-benar peduli akan pernikahan ini. Sebuah cincin adalah sebuah materi belaka. Seharusnya dengan harta sebanyak Sasuke, pria itu bisa membeli cincin yang baru kapan saja. Jika pria itu menghabiskan waktu dan tenaganya mencari cincin pernikahan mereka di tengah laut... itu artinya cincin itu tidak Sasuke lihat dari nilai materinya.... Itu artinya Sasuke benar-benar merasa cincin itu adalah bukti dari pernikahannya dengan Sakura. Itu artinya Sasuke menghargai cincin itu sebagai janji pernikahan yang mengikat mereka berdua.

“Sasuke... Kau... Sebenarnya pernikahan ini... Apakah kau benar-benar menganggapnya dengan serius?”

Ketika pertanyaan itu Sakura utarakan, suaminya membalikkan tubuhnya. Kali ini Sakura tidak berhadapan dengan punggung Sasuke lagi. Sakura dapat melihat wajah Sasuke yang dingin dan dada pria itu yang bidang…. Sekarang wajah Sakura semakin panas. Ia tidak bisa terus melihat pria itu seperti ini…. Apalagi mereka hanya berdua di kamar mandi. Suasana tempat itu benar-benar panas.

“Ya,” Sasuke menjawabnya dengan singkat, namun jelas.

Jadi... Sasuke tidak menganggap pernikahan ini palsu? Selama ini Sasuke benar-benar menganggapnya dengan serius? Tidak. Sakura tidak mengerti. Sebenarnya jawaban Sasuke tidak singkat dan jelas. Jawaban pria itu sangat ambigu. Sasuke bisa saja menjalani pernikahan palsu ini dengan serius bukan? Sakura sangat bingung.

Anehnya, Sakura lebih bingung kepada dirinya sendiri. Kenapa tatapan Sasuke dan tubuh pria itu membuat Sakura menjadi semakin panas. Semakin lama, Sakura semakin merona. Tatapan pria itu begitu memabukan, membuat pikirannya semakin buyar. Jantungnya berdetak dengan kencang dan tubuhnya bergerak dengan sendirinya. Ia tidak mengerti kenapa, namun wajah Sakura semakin lama semakin mendekati wajah Sasuke.

Bibir mereka hanya dipisahkan oleh angin malam. Wajah Sakura semakin mendekat, begitu juga Sasuke. Suaminya itu juga semakin mendekatkan wajahnya ke arah Sakura…. Mereka berdua benar-benar hanyut di dalam panasnya udara di kamar mandi itu.

“Sakura...” Suara Sasuke benar-benar memabukan dirinya, “Apakah kau ingin melakukannya denganku malam ini?”


TBC

XXX

Arigatou karena sudah membaca chapter ini dan menunggu dengan sabar! Percaya atau tidak, Sasuke yang terkena luka bakar itu terinspirasi dari pengalaman hidupku! Saat aku pergi ke Gili Trawangan 3 bulan yang lalu, aku terkena luka bakar karena snorkeling selama berjam-jam. Laut Gili memang sangat indah, tapi ini pelajaran untukku agar tidak terlalu lama berenang saat siang bolong di Gili. Mataharinya memang jauh lebih panas dari pantai-pantai lain. Oh ya, let me know apa pendapat kalian soal chapter ini! I love you guys so much!

Gili memiliki kesan spesial bagiku... I truly love this place with all my heart... Menurutku tempat ini adalah tempat terindah yang pernah kukunjungi. Indonesia itu memang hebat. Aku cinta Indonesia <3
Me @ Gili Trawangan
Image Source : my instagram


<<Previous Chapter

Next Chapter>>

16 comments:

  1. Ayu

    Kak Melissa. Kali ini ceritanya juga bagus sekali! Wah Gili indah ya kak! Sasuke kasihan sekali luka bakar... Penasaran chapter berikutnya! Cepat update ya kak!

    ReplyDelete
    Replies
    1. Terimakasih banyak Ayu-san!! Iya Gili indah sekali... I truly love Gili islands. They're very beautiful. One of nature's greatest treasure! Ditunggu chapter berikutnya yah <3 Till I see you next time~

      Delete
  2. wow, kak melissa keren banget ceritanya, aku uda nunggu lama dan seneng banget ceritanya uda di update, ternyata gili bagus banget hahahaha
    keliatannya interaksi sasuke dan sakura uda makin dalam, hemm makin penasaran buat next storynya.. ak tunggu kak melissa

    fani

    ReplyDelete
    Replies
    1. Hallo Fani!! Makasih yah atas pujiannya :) I'm so happy!! Iya Gili indah sekali... Walau panas banget... xD Hehehe. Ditunggu ya next chapternya! Hopefully you'll comment again <3 Have a nice day yah !!

      Delete
  3. Glad you finally update! I enjoy reading this fic very much. But don't worry and take your time on writing the next chapter because I don't mind waiting a little bit longer.
    Anyway, did you copy this from microsoft word/somewhere else? Because the font size seems smaller than the default one in your website and the spacing is kinda small.
    By the way, the last chapter of gaiden is out and I hope you'll review it on your YouTube channel!

    ReplyDelete
    Replies
    1. I'm glad you enjoyed reading this story! Aww... thank you for your understanding and yes, that's true I noticed the font was a bit off so I changed it immediately! Thank you for pointing that out!! It didn't realized it looked weird the first time I uploaded it!! Oh yes, I read it!! It was so heartwarming!! I uploaded the review on YouTube too <3 I hope you enjoyed my reaction as much as you enjoyed my writing!

      Delete
  4. Halo kak Melissa , sbnerenya aku udh baca cerita ini lama tp bru sempat review skrg. Fic nya kerennn banget kakk aku suka banget sama cerita yang kakak buat , I can't wait for the next chapter !! Keep writing kak Melissa (: Btw namaku Devi (:

    ReplyDelete
    Replies
    1. Halo Devi salam kenal!! Wah makasih yah, I'm so happy kamu suka cerita ini dan tetap membacanya sampai sekarang! Ditunggu ya chapter 13 cerita ini!! I will keep writing!! <3 Thank you for your loving support!! Have a wonderful day Devi!

      Delete
  5. YA AMPUNNN KAAAKK..!!!!
    Ending nya itu looohhh, bikin greget. mau ganyang aja bawaan nya.
    jangan lama-lama update chap 13 nya ya kak, jangan nunggu 3 minggu lagi, itu terlalu lama buat ku T_T
    uda gak tahan aku kak. *apanya*

    Sumpah.. jadi pingin ke Gili aku nya.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Halo halo halo!! Maaf ya endingnya sangat cliff hanger!! <3 I just happened to love cliff hangers xD Semoga aku bisa menuliskan chap 13 dengan cepat ya! Karena sekarang sedang liburan, aku jadi diajak jalan dan makan-makan terus jadi mungkin akan agak telat juga publishnya hehe. Tapi tenang ga akan sampai 3 minggu kok! <3 Iya Gili bagus! Ayo ayo kunjungi Gili!! <3

      Delete
  6. Btw kak, aku ngeliat sasuke kayak ngeliat Cristian Grey (Fifty shades of Grey) apalagi waktu ngendarai helikopter dan pake kaos polo itu, itu berasa sexy banget. :-* wkwkwk
    itu kakak terinspirasi atau cuman perasaan aku aja? o_O
    tapi apa pun itu, aku suka sasuke kayak gitu >_<
    so hot and sexy *nak masik kecil*
    oke Gili i'm coming.. <3

    ReplyDelete
    Replies
    1. Waawaawawa masa si Sasuke mirip Grey? Hehehe Iya mirip yah? xD Boleh lah... Di mataku Sasuke tetap yang paling ganteng dan seksiii! ahahaha Ayo ayo ke Gili! Jangan lupa pake sunblock yang banyak yah!!! Hehehhe Gili bagus bangeeet harus snorkeling juga di sana lautnya jernih banget bisa liat banyak kekayaan lautnya, bisa bersepeda juga sambil ngeliat view pantai + laut + gunung!! Aaaa!

      Delete
  7. Hiiiiii!!! How are u?? I miss u and your story so baadddd!! I can't resist it anymore. Lol*just kidding dear Btw, hope you enjoy your holiday and journey!! And don't forget to update this beloved 'Marrying Uchiha'.. You know, I love this story just like l love myself U.u lol And one thing special for me, Gili. Just realized that it's so beautiful XD I hope I can have a holiday there.. Swimming, Snorkeling, Diving(maybe) lol.. and see u on the next chapter.. *Muachh lol

    ReplyDelete
    Replies
    1. Hi there!! Waah I'm well thank you!! Waa I'm so glad you miss this story. Sorry for the late update. I've been having too much fun during my winter holiday! The 13th chapter is up on the blog now and I hope you like this chapter! XD See you on your next review and have a wonderful day Jess!

      Delete
  8. Ah… ini chapter favoritku. Panas-dingin bacanya, apa lg pas di kmr mandi�� Ga bs ngebayangin gmn seksinya Sasuke.
    Btw, halo kakak~ Selama ini aku jd sidersmu di ff.net dan perlahan mulai jd penggemarmu. Nice to know you.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Hi there! Aww, thank you yah nice to know you too~
      This is also my favorite chapter! Rasanya nulis chapter ini tuh, santai tapi juga panas-panas dingin hehehe. I hope you'll keep reading! Have a wonderful day yah!

      Delete

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...