Marrying Uchiha Sasuke Chapter 13

10:55 Melissa Gabriele 18 Comments

Marrying Uchiha Sasuke

Chapter 13

Teka-teki

Disclaimer : I do not own Naruto
Warning : Terdapat konten minuman keras dan slight sexual jokes. 

Kozue di Tokyo
Image Source : surlaterre.me
Tokyo di sore hari terlihat begitu indah. Yah tidak seindah Gili sih, tapi... Ah! Jangan Gili lagi! Ia ingin melupakan hal memalukan yang terjadi di Gili malam itu. Ah, lupakan Sakura, lupakan! Kejadian itu benar-benar memalukan. Ia tidak boleh mengingatnya lagi. Tidak boleh. Fokus Sakura. Fokus! Lihat langit Tokyo saja! Langit sorenya berwarna oranye, merah muda dan biru muda. Musim semi hampir datang dan bunga-bunganya masih kuncup. 

Sakura memandang panorama kota yang terlihat jelas dari jendela besar lantai 40 gedung Park Hyatt. Wanita bermarga Uchiha itu sedang menunggu seniornya, Tsunade, di restoran berbintang, Kozue. Restoran ini adalah restoran kaiseki terbaik di Park Hyatt, mungkin yang terbaik di Tokyo. Lucunya interior tempat ini tidak terlihat mahal, setiap perabotan serta dinding restoran ini terbuat dari kayu, memberikan kesan yang moderen namun sederhana. 

Pagi tadi Sakura baru saja mendarat di Tokyo. Setelah berlibur panjang, wanita berambut pink itu benar-benar langsung dipanggil oleh boss yang juga mantan gurunya waktu kuliah, Senju Tsunade Semoga saja wanita itu tidak menceramahinya soal pekerjaan karena Sakura sudah lama tidak masuk kerja. Well, kalau dipikir-pikir lagi, Tsunade-sama mungkin tidak akan menceramahinya soal itu sih. Lagipula wanita itu memang lebih suka ngobrol santai daripada membicarakan soal pekerjaan. 

“Sakura!” Tsunade akhirnya datang dan mengecup pipi kanan dan kiri Sakura, “Ya ampun rasanya seperti sudah satu abad tidak bertemu!”

“Iya,” Sakura tersenyum hangat, kemudian menunjuk sepatu tinggi hitam seniornya itu, “Wah, sejak kapan kau menyukai YSL Tribute?”

“Sejak kapan kau peduli akan merek sepatu?” Tsunade menaikkan satu alisnya.

Tsunade's Black YSL Heels, Sakura's Yellow Fendi Dress
Image Source : net-a-porter , net-a-porter
“Sejak menikah dengan pria bodoh itu mungkin,” Sakura menghela napasnya, “Sudahlah... mari kita duduk Tsunade-sama.”

Saat wanita berambut pirang itu duduk, ia tersenyum nakal. Kelihatannya wanita itu ingin menjahili Sakura lagi. Meksipun terkenal agak galak, Nyonya Tsunade ini benar-benar suka menjelek-jelekkan Sakura. Wanita itu sudah sering menjahili Sakura sejak ia masih kuliah dulu. Entah kenapa itu memberikan kesenangan tersendiri baginya.

“Pria bodoh?” Tsunade tersenyum nakal lagi, “Kenapa Sakura? Memang dia bodoh di ranjang?”

Sakura yang tadinya sempat meminum tehnya pelan-pelan langsung tersedak, “Apa-apaan sih Tsunade-sama!”

“Jangan salahkan suamimu kalau ia bodoh di ranjang,” Tsunade kali ini menunjuk-nunjuk dress kuning pastel Sakura, “Salahkan bajumu. Cara berpakaianmu itu selalu saja sangat sopan. Mana bisa menarik gairah lelaki.” 

“Sudah cukup Tsunade-sama!” Sakura kali ini meletakkan tehnya dengan kasar ke atas meja, “Sasuke dan aku tidak pernah melakukan hubungan intim!”

Kali ini wajah Tsunade terlihat seperti kerasukan setan, “Kalau begitu bayi yang kau kandung waktu itu milik siapa?”

“Well, kita pernah melakukannya sih... sekali,” Sakura mengingat-ingat lagi kejadian di Roma, “Tapi saat itu kami berdua mabuk.”

“Jadi kalian menikah karena kau hamil di luar nikah?” Tsunade tertawa terbahak-bahak, “Luar biasa Sakura, luar biasa. Aku benar-benar salut pada kehidupanmu. Rasanya seperti menonton drama Korea.”

Sakura kali ini mengerutkan dahi lebarnya, “Tsunade-sama! Bisakah anda berhenti menyiksaku! Aku tidak hamil di luar nikah!”

“Kalau begitu kenapa kalian belum melakukan hubungan intim lagi?” Tsunade masih tertawa sedikit, “Kau ini masih jual mahal ya dengan suamimu sendiri? Atau jangan-jangan dia impoten?”

“Ya ampun,” Sakura berusaha untuk berbicara sepelan mungkin, “Tsunade-sama... Sasuke tidak impoten... Sudah jangan membicarakan hal ini lagi! Kita sedang berada di restoran!” 

“Oh, kau jual mahal ya,” Tsunade mengangguk-angguk, “Ya ampun Sakura... Kasihan sekali suamimu.”

“Aku tidak jual mahal! Sebenarnya kami hampir melakukannya sih... kemarin malam,” Sakura menghela napasnya.

“Oh!” Kali ini kedua mata Tsunade terlihat sangat penasaran, “Ceritakan padaku!”

Ah, sial! Sakura memang benar-benar tidak bisa merahasiakan apa-apa jika ia berbicara dengan Tsunade. Wanita itu selalu saja bisa mencari cara agar Sakura curhat. Entah waktu ia kuliah, saat ia kerja, maupun sekarang. Tsunade selalu saja berhasil membongkar semuanya.

“Tapi...” Sakura terlihat merona, “Tapi….”

“Apa?!” Tsunade terlihat semakin penasaran, “Tapi apa?”

“Ah, sudahlah...” Sakura menghela napasnya, “Tidak usah diceritakan.”

Tsunade langsung mengangkat tangannya dan memanggil waitress berkimono di restoran itu, “Angkat teh ini dan bawakan sake...”

“Tsunade-sama!” Sakura setengah berteriak, “Aku tidak butuh sake!”

“Tentu saja kau butuh sake,” Tsunade membalas pernyataan Sakura, “Kalau kau minum kau baru akan bercerita!”

“Tsunade-sama! Sudah jangan pesan sake! Aku cerita sekarang!” Wajah Sakura benar-benar merah seperti tomat sekarang.

Wanita berambut pirang itu langsung tersenyum senang, “Bagus! Ceritakan!”

Sejenak kedua wanita itu terdiam. Sakura terlihat gugup dan Tsunade terlihat senang. Walaupun mereka masih belum bercerita apa-apa, Tsunade sudah mulai mengangguk-angguk. Kelihatannya wanita itu sudah tidak sabar mendengar cerita Sakura.

“Jadi...” Sakura akhirnya membuka mulutnya, “Saat berlibur di Gili, Sasuke luka bakar karena sinar matahari... kami berdua sedang berada di kamar mandi dan Sasuke telanjang dada. Aku mengoleskan sari lidah buaya di punggungnya agar ia cepat sembuh... tapi tiba-tiba Sasuke bertanya ‘Sakura apakah kau ingin melakukan itu?’ begitu.”

Image source : alifewortheating
Saat Sakura berhenti berbicara, semangkuk hidangan yang diisi dengan es datang. Di atas es itu ada potongan sashimi-sashimi kecil. Ada sashimi kuning, kakap merah, udang manis, landak laut, lemak tuna dan toro. Hidangan itu dihiasi oleh dua pilar rumput laut mentah, daun hias, lobak putih dan wasabi segar. Hidangan cantik itu membuat Sakura lapar.

“Wah,” Sakura terlihat senang, “Bagaimana kalau kita makan dulu Tsunade-sama?”

“Tidak!” Tsunade dengan cepat menjawab pertanyaan Sakura, “Lanjutkan ceritamu.”

“Kalau begitu aku makan sambil bercerita ya,” Sakura mengambil sumpitnya dan tersenyum hangat, “Itadakimasu!”

Luar biasa! Rasa sashimi ini sangat manis dan segar. Suhu dinginnya menonjolkan rasa segar ikan. Saat Sakura melahap toro kecilnya ia dapat merasakan kelembutan tekstur lemak dari toro itu. Rasanya seperti surga dunia.

“Sakura... kau bilang akan makan sambil berbicara,” Tsunade terlihat seperti orang yang akan segera marah, “Ceritakan sekarang juga!”

“Intinya aku pikir Sasuke ingin mengajakku berhubungan intim,” Sakura terlihat malu-malu, “Jadi aku langsung panik dan bilang kalau ia sedang luka bakar jadi ia tidak boleh berhubungan intim. Kalau berhubungan intim tubuhnya akan semakin panas, kulitnya tidak akan sembuh-sembuh dari luka bakar kalau kami berhubungan intim. Jika seorang pasien luka bakar, kulit pasien itu harus didinginkan. Hubungan intim akan membuat kulit menjadi panas. Jadi tidak cocok untuk pemulihan kulitnya.”

Saat sake pesanan Tsunade datang, wanita itu langsung menghabiskan gelas pertamanya, “Alasanmu benar sih. Sedikit bodoh... Tapi benar.”

Image source : japan-culture.biz
“Aku belum selesai!” Sakura akhirnya minum sake juga, “Saat aku bilang begitu, Sasuke langsung terlihat bingung. Kau tahu kenapa? Karena maksud Sasuke dari ‘Sakura apakah kau ingin melakukannya?’ adalah ‘Sakura apakah kau sebenarnya niat untuk melakukannya’ Begitu.”

“Apa bedanya?” Tsunade terlihat bingung.

“Kau ingat kan aku sedang melakukan apa tadi?” Sakura menuangkan sake ke gelasnya yang sekarang sudah kosong, “Aku kan sedang mengoleskan sari lidah buaya.”

“Ya,” Tsunade menikmati gelas keduanya, “Lalu?”

“Yah, Sasuke bertanya sebenarnya aku niat atau tidak mengoleskan lidah buaya itu soalnya katanya aku tiba-tiba berhenti mengoleskannya dan mengajaknya bicara terus,” Sakura terlihat seperti kepiting rebus sekarang, “AAA! Tsunade-sama apa yang harus kulakukan sekarang?! Aku terlihat seperti wanita yang terlalu banyak berharap!”

Kali ini Tsunade benar-benar tertawa terbahak-bahak. Wanita itu terlihat seperti orang yang baru saja selesai menonton drama komedi. Ia benar-benar tidak berhenti tertawa. Sakura yang wajahnya sudah merah terlihat semakin merah. Kejadian ini benar-benar memalukan.

“Kalian berdua ini bodoh sekali ya?” Tsunade mulai menepuk-nepuk mejanya, “Aku benar-benar tidak tahu lagi harus bilang apa.”

“Bagaimana ini?!” Sakura terlihat panik, “Seharian ini aku menjauhi Sasuke! Aku tidak ingin bertemu dengannya! Kejadian kemarin malam terlalu memalukan!”

“Dasar, kau terlalu ge-er sih,” Tsunade mencubit pipi Sakura yang merah merona, “Sudah ajak lagi saja sana. Pria mana sih yang tidak mau diajak berhubungan intim? Ajak saja nanti malam.”

“Aku tidak mau,” Sakura terlihat serius sekarang.

Tsunade yang tadinya menjahili Sakura terus akhirnya berubah menjadi serius juga. Raut wajah Sakura benar-benar terlihat kaku sampai-sampai Tsunade agak pangling. Postur tubuh Sakura menjadi tegak kemudian ia meletakkan gelas sakenya dengan elegan.

“Menurutku hubungan intim adalah sesuatu yang serius,” Wanita bermarga Uchiha itu menatap jendela besar restoran Kozue.

Sakura kemudian mengingat janji yang ia buat kepada Tuhan saat ia masih kecil, hubungan intim harus dilakukan oleh dua orang yang saling mencintai dan diikat oleh pernikahan yang suci. Sejujurnya ia tidak tahu apakah dirinya mencintai Sasuke... ia juga tidak tahu apakah Sasuke mencintai dirinya. Pernikahan mereka walaupun dianggap serius oleh Sasuke, namun pernikahan ini Sakura anggap sebagai pernikahan palsu. Ia tidak benar-benar menikah atas dasar cinta. Ia menikah karena rasa kasihan terhadap sahabat baiknya dan... yang paling buruknya, alasan Sakura menikah juga karena uang. Sasuke kaya dan Sakura saat itu sedang menderita secara finansial. Pernikahan ini sebenarnya hanyalah pernikahan egois yang dingin. 

“Hei,” Suara Tsunade tiba-tiba terdengar lembut, “Aku tidak tahu apa yang sedang kau pusingkan sekarang... tapi seorang pria sejati tidak akan memaksamu untuk melakukan hal yang tidak ingin kau lakukan. Jadi jika kau belum mau melakukan hubungan intim sekarang... Sasuke pasti akan selalu menunggumu. Tenang saja.”

“Tapi!” Sakura kembali panik, “Tapi kemarin aku dan Sasuke... Aku... Dia... Argh! Aku terlihat seperti wanita yang sangat ingin melakukan hubungan intim!”

“Sudahlah!” Tsunade tertawa lagi, “Pria itu sudah lama mengenalmu kan? Ia pasti mengerti kalau kau hanya salah paham... bukannya haus akan seks.”

Sakura kemudian menghela napasnya dan tersenyum lega. Benar juga. Tsunade-sama memang orang yang bijak. Ia memang jahil sih, tapi jika sudah berbicara dengan serius, wanita itu selalu saja membuat Sakura merasa lebih tenang. Mungkin ini adalah salah satu alasan kenapa Sakura selalu saja merasa lebih lega jika ia curhat dengan Tsunade.

Tapi.... Tapi! Tetap saja! Sakura tidak ingin bertemu Sasuke! Tidak ingin! Kejadian kemarin malam terlalu memalukan! Sakura benar-benar tidak tahu harus berkata apa jika bertemu dengan pria itu lagi! Pokoknya malam ini Sakura harus pulang lebih malam dari Sasuke dan besok pagi ia harus bangun lebih pagi dari suaminya! Ia tidak ingin berduaan saja dengan pria itu. Ia masih belum siap untuk berbicara dengan Sasuke.

“Ah,” Tsunade tiba-tiba menunjuk pria berambut pirang yang baru saja masuk ke restoran Kozue, “Ternyata dia sudah kembali ke Jepang.”

“Siapa?”

Saat Sakura melihat pria yang dimaksud Tsunade... Ia tiba-tiba terlihat kaget. Pria itu! Sakura ingat sekali bahwa ia baru saja bertemu dengan pria itu kemarin! Pria itu kan pria yang ada di Bali! Um... Kalau tidak salah namanya... Menma. Kenapa pria itu ada di sini? Kenapa Tsunade mengenal pria itu?
Image source : alifewortheating.com , farfetch
“Tsunade-sama kau kenal dia?” Tanya Sakura.

“Hmm, tidak juga sih. Aku hanya dengar salah satu dokter spesialisku di Korea sempat ribut dengannya,” Tsunade menjelaskan.

Sakura terlihat semakin bingung, “Ribut? Memangnya ada apa? Pria itu sakit apa?”

“Dia tidak sakit Sakura,” Seniornya itu membisikkan ke kuping Sakura pelan-pelan, “Dia operasi plastik besar-besaran. Dia merombak seluruh wajahnya.”

Kali ini Sakura terlihat semakin kaget, “Dia melakukannya di rumah sakitmu di Korea? Bukankah biaya di sana lebih mahal?”

“Lebih mahal dan lebih... Yah, lebih rahasia,” Tsunade menjelaskan, “Entah kenapa pria itu ingin semua data operasinya dihilangkan. Tentu saja rumah sakit kami tidak mengijinkan hal itu. Makanya pria itu ribut dengan pihak manajemen rumah sakitku di Korea.”

“Lalu bagaimana? Apakah datanya akhirnya dihilangkan?”

“Tentu saja tidak.”

Saat pria itu melihat Tsunade dan Sakura, tiba-tiba pria yang bernama Menma itu segera keluar dari restoran itu. Entah apa yang sebenarnya membuat pria itu keluar, tapi Sakura memiliki firasat bahwa pria itu menyembunyikan suatu rahasia yang besar. 

XXX

Image source : home-designing.com
Sabtu pagi itu, Sakura benar-benar merasa segar. Tidurnya pulas sekali tadi malam.  Untung saja ia tidak mabuk-mabukkan dengan Tsunade, kalau ia terlalu banyak minum sake, ia mungkin akan hangover dan muntah-muntah pagi itu. Saat ia keluar dari kamarnya, ia tidak menemukan Sasuke di manapun. Pria itu tidak ada di ruang tamu, di kolam renang, maupun di kamarnya. Baguslah, mungkin pria itu sudah pergi entah kemana. 

“Guk!” Anjing putih Samoyednya, Sasu, terlihat senang dan langsung berlari ke pelukan Sakura.

Sasu
Image Source : animalplanet
Anjing itu benar-benar lucu. Bulunya yang seputih salju terasa sangat lembut ketika Sakura memeluknya. Ah, tidak terasa Sasu sudah besar sekarang. Dulu tubuh anjing itu lebih kecil dari bantal Sakura, sekarang tingginya sudah hampir sepinggang Sakura. 

“Ah, selamat pagi Sasu!” Sakura tersenyum hangat, “Oh ya, Sasuke ada dimana?”

“Guk!” Sasu menggoyangkan ekornya dan berlari-lari menuju ke ruang makan.

“Tunggu aku Sasu!” Sakura terlihat panik, “Aku tidak benar-benar ingin bertemu Sasuke! Lebih tepatnya, aku belum siap untuk bertemu Sasuke!”

Anjing itu tidak mendengarkan kata-kata Sakura. Ia terus berlari menuju ke ruang makan. Sakura ikut berlari mengejarnya. Anjing ini tidak benar-benar mengerti kata-katanya kan? Mungkin saja Sasuke tidak ada di ruang tamu, mungkin saja anjing putih itu hanya ingin berlari bersamanya. Belakangan ini Sakura pergi-pergi terus. Sasu pasti kesepian.

“Guk!” Saat anjing itu berhenti, Sakura juga ikut berhenti.

Image source : allmoon
Sial. Ternyata anjing ini pintar. Sasuke benar-benar ada di ruang makan. Pria itu sedang duduk dan membaca koran. Saat Sakura tiba di ruang makan itu, Sasuke meletakkan korannya dan mengangkat cangkir kopinya. 

“Se-selamat pagi,” Sakura merasa dirinya begitu gugup berada di hadapan suaminya itu.

“Hn,” Sasuke menjawabnya dengan anggukan.

Sasuke's Armani Suit, Sakura's Oscar De La Renta Dress
Image source : saksfifthavenue.com , mytheresa.com
Kemarin malam saat ia tidur, Sasuke sudah tidur. Ia tidak perlu bercakap-cakap dengan suaminya yang dingin itu. Ah sial. Sekarang ia terpaksa harus berbicara dengan Sasuke. Semoga saja pria itu tidak membicarakan soal apa yang terjadi di Gili. Ah, kejadian itu begitu memalukan. Sakura pasti terlihat seperti wanita yang terlalu pede dan gila seks. Sial. Sial. Sial.

“Sakura,” Suara suaminya terdengar tenang dan mistrius.

Walaupun suara pria itu terdengar tenang, Sakura tidak merasa lebih baik. Perasaan Sakura masih bercampur aduk. Ah! Pikirkan sesuatu Sakura! Carilah topik untuk dibicarakan sebelum pria itu membicarakan hal memalukan di Gili! Cari topik sekarang! Oh ya!

“Luka bakarmu!” Sakura tiba-tiba setengah berteriak karena terlalu gugup, “Kelihatannya lukanya sudah membaik! Warna kulitmu sudah berubah menjadi agak gelap. Warna kemerahannya sudah hilang.”

“Ah, iya,” Sasuke kemudian melihat lengan kanannya, “Rasanya sudah lebih baik.”

“Kau ingin pergi kemana hari ini?” Sakura menatap mata onyx Sasuke. Diam-diam ia berharap Sasuke segera pergi dari rumah ini. Ia benar-benar tidak ingin berbicara terlalu lama dengan Sasuke. Ia terlalu gugup untuk membicarakan kejadian waktu itu.

“Aku ingin mengajakmu ke suatu tempat hari ini,” Sasuke kemudian meminum kopinya pelan-pelan.

Image Source : freeimagesetc.wordpress.com
“Be-berdua saja?” Sakura yang masih gugup berusaha untuk terlihat tenang.

“Ya, berdua saja,” Suaminya akhirnya meletakkan cangkir kopinya ke atas meja dan menatap mata emerald Sakura.

Pria yang dingin itu kemudian bangkit berdiri dan berjalan mendekati istrinya. Posturnya yang tegak membuatnya terlihat serius. Ia pasti ingin Sakura mengikuti keinginannya. Tatapannya yang serius itu mengatakan bahwa ia benar-benar ingin Sakura pergi dengannya berdua saja hari ini. Tapi... Tapi Sakura tidak mau. Ia tidak ingin terlalu lama bersama dengan Sasuke. Entah kenapa perasaannya bercampur aduk saat bersama dengan suaminya itu.

“Aku... Aku tidak mau pergi denganmu,” Sakura langsung berjalan menjauh dari suaminya.

Sasuke tidak terlihat senang. Ia kemudian berjalan mendekati Sakura. Wajahnya seperti meneliti ekspresi Sakura. Rasanya pria itu ingin menebak apa yang sedang ada di pikiran Sakura sekarang.

Pria itu kemudian menatap mata emerald Sakura, “Kenapa?”

Sakura kemudian berlutut dan memeluk anjing putihnya, “Um... Aku rindu Sasu.”

“Kalau begitu Sasu boleh ikut,” Sasuke menjawab pernyataan Sakura dengan logis.

“Tapi!” Sakura benar-benar tidak tahu harus beralasan apalagi sekarang. Alasan Sakura sebenarnya adalah karena ia merasa tidak nyaman berada di dekat Sasuke sekarang. Kejadian di Gili masih membuatnya malu.

“Tapi apa?” Sasuke terlihat agak bingung dengan sikap Sakura. 

“Ya sudah aku ikut...” Sakura akhirnya pasrah.

Entah apa yang direncanakan pria itu hari ini. Sasuke selalu saja membawa Sakura pergi. Yah, mungkin orang ini memang bukan orang yang suka diam di rumah. Uchiha Sasuke kan sudah biasa terbang dari satu tempat ke tempat yang lain.

Sasuke kemudian berjalan menuju ke tempat parkir. Istrinya itu mengikutinya dengan gugup. Sepanjang perjalanan mereka hanya terdiam. Saat masuk ke dalam mobil pun mereka berdua tidak berbicara apapun. Ah, kenapa sih ini selalu terjadi? Sasuke benar-benar tidak pintar ya mencari topik untuk berbicara? Pria itu diam sekali. Coba saja Sakura bisa membaca pikirannya. Yah, tapi meskipun Sakura bisa membaca pikirannya, mungkin yang ada di pikirannya hanya saham dan pekerjaan saja. 

Image Source : freeimagesetc.wordpress.com
“Kita mau kemana Sasuke?” Sakura akhirnya membuka mulutnya, pertanyaan ini adalah pertanyaan dasar yang seharusnya bisa menjadi topik berbicara untuk mereka berdua.

“Lihat saja nanti,” Sasuke dengan dingin menjawab pertanyaannya. 

Sial. Kenapa hal ini selalu terjadi?! Kenapa? Pria itu selalu saja membuat Sakura kehabisan topik. Padahal Sakura sudah cukup baik untuk memulai percakapan mereka! Sasuke malah menjadi dingin seperti ini... Bagus, sekarang Sakura harus mencari topik baru lagi.

“Oh ya, Sasuke,” Sakura berbicara lagi, “Kemarin aku bertemu dengan Tsunade-sama.”

Sasuke masih saja menatap spion dan mengendarai mobilnya dengan serius, “Oh, begitu.”

Reaksinya dingin sekali. Entah kapan pria kaku ini akan berubah. Sakura benar-benar tidak habis pikir.

“Iya, lalu ada mantan pasien Tsunade-sama,” Sakura mengingat-ingat lagi pria berambut pirang yang ada di Restoran Kozue waktu itu, “Namanya Menma.”

Tiba-tiba raut wajah Sasuke berubah drastis. Ia terlihat tegang. Nama itu membuat seorang Uchiha yang selalu tenang itu berubah menjadi panik. Sebenarnya ada apa dengan nama itu? Kenapa Sasuke bereaksi seperti itu?

“Bisakah kau tidak melanjutkan percakapan ini Sakura?” Suaminya terlihat seperti orang yang kesal sekarang.

“Ah, iya,” Sakura kemudian menghela napasnya.

Kalau begitu ia ingin Sakura berbicara apa lagi? Topik Sakura perlahan-lahan bisa habis kalau Sasuke seperti itu terus. Dasar pria aneh. Kenapa Sakura harus bersama dengan pria aneh seperti ini? Yah, paling tidak ia tampan... Jadi meskipun sifatnya menyebalkan, paling tidak wajahnya enak dilihat.

“Kita sudah sampai,” Sasuke kemudian menginjak rem, “Ayo turun.”

Saat Sakura turun, ia dapat melihat rumah tradisional Jepang yang kecil. Sepertinya bangunan ini sudah berdiri dari tahun 1920-an. Arsitektur kayu yang kental memberikkan kesan hangat kepada bangunan kecil ini. Letaknya yang ada di gang juga membuat Sakura merasa tempat ini pasti murah... Um... Murah tidak ya? Seorang Uchiha Sasuke membawanya ke tempat yang murah sih sebuah keajaiban dunia. 
“Ini tempat apa ya, Sasuke?” Sakura kemudian menuntun anjing putihnya masuk.

Saat mereka berdua masuk ke rumah itu, Sasuke akhirnya menjawab pertanyaan istrinya, “Karena kau rindu makanan Jepang... Jadi aku membawamu ke Kanda.”

Image source : google.com.au/maps
Restoran Kanda. Sakura tahu restoran ini. Ia pernah mendengar namanya. Ini adalah restoran bintang tiga. Kokinya, Hiroyuki Kanda adalah salah satu koki Jepang terbaik. Ternyata Sasuke memang membawanya ke tempat yang mahal. Typical Sasuke.

“Kau dengar dari mana kalau aku rindu makanan Jepang?” Sakura kemudian duduk di kursi kayu restoran itu dan menaikkan satu alisnya.

“Saat kau tidur di jet dua hari yang lalu kau mengigau Sasuke ikut duduk, “Kau tidur sambil berteriak sashimi dan chawanmushi.”

Kyaa! Itu memalukan sekali! Kenapa Sakura bisa mengigau seperti itu! Sial! Tambah satu lagi hal memalukan yang terjadi di Gili. Ah, kenapa sih Sasuke selalu saja harus melihat hal-hal memalukan dari dirinya? Rasanya Sakura ingin mengurung diri di kamar mandi dan tidak keluar lagi. Mau ditaruh dimana mukanya?

“Ka-kau pasti salah dengar!” Sakura menyangkal pernyataan Sasuke, pipinya merah merona, “Aku tidak mengigau seperti itu!”

Image source : alifewortheating.com
Pelayan dengan kimono tradisional datang dan membawakan teh mereka, kemudian Sakura langsung terdiam. Pipinya makin merah merona. Sasuke menunggu sampai pelayan itu pergi, barulah suaminya itu ikut membuka mulutnya.

“Aku tidak salah dengar,” Sasuke dengan tenang membalas perkataan Sakura, “Kau kan memang rakus.”

Rakus?! Apa?! Ternyata di mata seorang Uchiha Sasuke dirinya tidak hanya gila seks tapi juga rakus? Tidak! Sekarang ia tidak tahu harus menaruh mukanya dimana. Ia benar-benar sudah tidak terlihat sebagai wanita elegan lagi. Tidak... Masa depannya sungguh suram.

Sebelum Sakura dapat berkata apa-apa. Pelayan yang memakai kimono tradisional datang dan membawakan first course mereka, ah, sup telur kesukaan Sakura datang, “Chawanmushi dengan wakame dan sperma ikan fugu.”

Chawanmushi
Image source : alifewortheating
“Apa?! Sperma?!” Sakura dengan kaget langsung setengah berteriak, “Aku tidak mau makan sperma!”

Sasuke yang awalnya dingin dan tenang langsung tertawa. Wah, untuk pertama kalinya Sakura melihat suaminya itu tertawa seperti itu. Tawa Sasuke terlihat bahagia. Pria itu tidak tertawa terbahak-bahak, tapi Sakura tahu suaminya itu kelihatannya benar-benar tertawa dari hatinya. Jarang sekali seorang Uchiha Sasuke tertawa seperti itu. Kalau tertawa... pria itu terlihat semakin tampan. Senyumannya itu manis juga. 

Tunggu. Tunggu dulu. Kalau dipikir-pikir pria itu kan tertawa karena dirinya berbuat hal bodoh lagi! Ah sial! Sekarang sudah ada tiga hal memalukan yang terjadi. Kejadian di Gili, ia melantur soal makanan dan sekarang ia berteriak tidak mau makan sperma! Ini benar-benar memalukan!  

“Sasuke...” Sakura kemudian membisikkan sesuatu ke telinga suaminya, “Sperma rasanya seperti apa? Aku tidak mungkin hamil ikan fugu kan?”

Kali ini Sasuke benar-benar tertawa dengan lepas. Pria itu kelihatannya seperti baru saja mendengar hal terbodoh di dunia. 

“Ternyata kau lebih bodoh dari Naruto,” Sasuke kemudian berhenti tertawa, namun senyuman tipis masih ada di wajahnya.

Lebih bodoh dari Naruto? Sekarang Sakura benar-benar lemas. Sasuke baru saja mengatakan bahwa tingkat intelegensi dirinya lebih rendah dari si bodoh itu? Bagus. Sekarang Sakura tidak hanya rakus, gila seks, tapi juga bodoh. Kurang apalagi? Lengkap sudah kesengsaraan hidupnya.

“A-aku tahu kok aku tidak mungkin hamil ikan fugu,” Sakura meminum tehnya dengan gugup, “Tadi aku hanya bercanda!”

“Tentu saja,” Sasuke yang awalnya kaku sekarang terlihat lebih santai, “Jadi kau mau makan atau tidak?”

Sakura memandang hidangan yang ada di depan matanya dengan bingung. Sebenarnya sih ia sangat rindu makan Chawanmushi. Sup telur itu terlihat sangat menggiurkan. Sakura sangat menyukai sup itu, tapi kalau ia memikirkan sperma fugu yang disebutkan oleh pelayan tadi... perut Sakura rasanya menjadi mual. 

Pelayan cantik yang mengenakan kimono datang dan mengisi teh Sakura yang sudah kosong, “Tenang saja nona, anggap saja sperma fugu itu seperti caviar... Perbedaannya kalau caviar kita memakan telur ikan betina, kalau ini kita memakan yang jantan. Rasanya enak kok.”

Wanita bermarga Uchiha itu akhirnya memberanikan diri menyantap hidangan unik itu. Ah, ternyata sup hangat itu terasa nikmat. Telurnya bercampur bersama bumbu-bumbu lain dengan sempurna. Ada tekstur aneh dan lembut yang ada di dalam sup itu. Sepertinya itu sperma ikan. Sakura tidak tahu sperma ikan fugu ternyata begitu enak. Saat ia kunyah, rasanya seperti krim yang lembut. Ternyata mencoba sesuatu yang baru itu menyenangkan juga.

“Sasuke! Ini enak sekali!” Sakura terlihat seperti anak kecil yang baru pertama kali makan es krim, “Kau harus mencobanya.”

“Ya, aku tahu,” Sasuke menikmati tehnya dengan tenang, “Aku sudah sering memakannya kok.” 

“Apa rasa sperma manusia seperti ini juga ya?” Sakura membisikkan kalimat itu dengan sangat pelan, tapi kelihatannya suaminya mendengarnya.

“Uhuk!” Sasuke terbatuk-batuk. Pria itu tersedak dan tidak bisa bernapas dengan benar.

Sial. Sial. Sial. Kenapa kalimat itu keluar dari mulut Sakura? Semakin hari Sasuke pasti akan semakin merasa kalau Sakura adalah wanita yang aneh. Ah, sial. Kenapa hal-hal seperti ini harus terjadi kepada dirinya? Kenapa?!

“Kau tidak perlu tahu rasanya seperti apa Sakura,” Sasuke akhirnya berhenti terbatuk-batuk.

Sakura langsung menatap lantai dan menghindari kontak mata dengan Sasuke, “A-aku juga tidak mau tahu kok!”

Okay, this is awkward...

Akhirnya kedua orang itu kembali terdiam lagi. Sekali-kali Sasuke akan menikmati tehnya, kemudian menatap mata istrinya. Sakura juga sama, tapi keduanya tidak saling tatap-menatap. Kelihatannya kejadian ini terlalu memalukan untuk mereka berdua.

Hidangan demi hidangan datang dan pergi. Piring demi piring diganti dan teh mereka terus diseduh. Oyster goreng, sup kepiting, sushi, wagyu dan delapan course lainnya telah berlalu. Sasuke masih terdiam dan Sakura tidak tahu topik apa yang harus ia mulai.

Image source : alifewortheating
“Sasuke...” Sakura akhirnya memberanikan diri dan bertanya kepada pria itu, “Sebenarnya aku itu orang yang aneh ya?”

“Ya,” Sasuke menjawab dengan singkat, padat dan jelas.

“Jadi aku memang aneh...” Sakura menatap teh hijaunya dengan sendu.

“Jadi ini yang membuatmu sedih?” Sasuke menatap wajah istrinya, tatapan pria itu terlihat seperti ilmuan yang akhirnya sudah menemukan solusi dari pertanyaan ilmiahnya.

“Tidak...”

“Sejak malam di Gili... Kau menjauhiku,” Sasuke menatap Sakura dengan serius, “Sebenarnya ada apa Sakura?”

“Tidak ada apa-apa...”

“Apa ini karena aku menghilangkan cincin pernikahan kita?” Sasuke menatap jari manisnya. 

“Tidak...”

“Apa ini karena... aku merepotkanmu dengan luka bakarku?” Suaminya mencoba menerka-nerka, namun istrinya masih menggelengkan kepala.

“Sudah kubilang aku tidak apa-apa...”

“Apa kau sakit?” Sasuke kemudian mengukur temperatur tubuh Sakura dengan menempelkan tangannya ke dahi Sakura. 

Wanita berambut pink itu langsung duduk menjauh. Pipinya terlihat merah merona dan ia langsung menatap lantai restoran itu. Ia benar-benar menghindari kontak mata dari suaminya.

“A-aku benar-benar tidak apa-apa!” Sakura dapat merasakan seluruh tubuhnya semakin panas.

“Aku tidak terlalu pandai menghibur orang,” Sasuke akhirnya berhenti menatap istrinya, “Tapi aku harap makanan ini membuatmu merasa lebih baik.”

Sakura akhirnya memberanikan diri dan berhenti menatap lantai. Ia akhirnya menatap suaminya. Pria itu terlihat kebingungan. Ah, jadi begitu. Selama ini Sakura selalu menjauhinya... Sasuke pasti berpikir kalau ada sesuatu yang terjadi kepada Sakura. Cara Sasuke menghibur Sakura bukan dengan kata-kata manis maupun e-mail yang romantis. Pria itu mengajaknya makan karena Sakura mengigau sashimi dan chawanmushi. Lucu sekali. Sasuke memang bukan pria yang pandai berbicara, namun wajahnya yang kebingungan itu membuat Sakura merasa lebih tenang.

“Sebenarnya...” Sakura akhirnya menghela napasnya, “Aku takut kau menganggap aku sebagai wanita yang gila seks, bodoh dan aneh.”

Kali ini wajah Sasuke terlihat lebih bingung dari sebelumnya, “Hah?”

“Kejadian di Gili waktu itu... aku pikir kau ingin mengajakku berhubungan intim... Ternyata aku salah paham! Kesannya seperti aku wanita yang hanya memikirkan seks! Lagipula ini salahmu karena kata-katamu terlalu ambigu!” Sakura mulai menyalahkan pria yang duduk di seberangnya itu.

Sasuke kemudian tersenyum, “Oh, jadi karena itu.”

“Ke-kenapa?”

“Aku pikir kau sakit atau salah satu temanmu meninggal atau apa,” Sasuke sudah tidak terlihat bingung lagi, “Ternyata masalahnya sepele seperti ini.”

“Ini tidak sepele!” 

“Dengar Sakura,” Sasuke menatap wajah istrinya dengan serius, “Aku hanya akan mengatakan ini sekali.”

“I-iya,” Sakura ikut serius juga. Ia menunggu kata-kata romantis keluar dari mulut pria itu.

“Kau memang bodoh dan aneh,” Sasuke akhirnya membuka mulutnya.

Keheningan kemudian datang dan pria itu sudah tidak mengatakan apa-apa lagi.

“Lalu?” Sakura terlihat agak kecewa, “Kau tidak ingin menambahkan... hal baik atau semacamnya?”
“Memang perlu ditambahkan apa lagi?” Sasuke terlihat bingung.

Sakura kemudian terlihat semakin lesu, kemudian suaminya itu akhirnya menepuk-nepuk kepala Sakura dengan lembut, “Tapi sikap bodoh dan anehmu itu membuatku tertawa. Jadi aku harap kau tidak berubah.”

“Sasuke...”

“Soal hubungan intim...” Sasuke menghela napasnya, “Sebenarnya aku memang ingin melakukannya denganmu malam itu di Gili.”

“APA?!”

“Karena kau tidak mau, aku ingin menghormati keputusanmu jadi—”

“Dasar laki-laki brengsek!” Sakura benar-benar tidak habis pikir lagi, “Kau membuatku merasa seperti orang bodoh padahal kau! Kau! Sebenarnya kau memang mau melakukannya!”

“Sakura, dengar—”

“Tunggu!” Sakura benar-benar sudah sulit mengatur napasnya sekarang, “Jadi soal mengolesi lidah buaya itu kau hanya beralasan saja?!” 

“Daripada situasinya jadi aneh, kupikir alasan itu lebih masuk akal,” Sasuke kemudian menikmati tehnya dengan tenang.

“KAU!” Sakura benar-benar tidak habis pikir... Ternyata bukan dia yang kege-eran! Memang Sasuke yang brengsek!, “Kau membuatku berpikir aku gila seks!”  

“Hah?” Sasuke kali ini mengangkat satu alisnya, “Itu bukan salahku.”

“Itu salahmu!” Sakura menunjuk-nunjuk suaminya dengan kesal.

“Itu semua kan pikiranmu, bukan pikiranku,” Sasuke menanggapinya dengan santai, “Berarti itu salahmu berpikir seperti itu, bukan salahku.”

“Tidak, tidak, tidak!” Sakura merasa kesal sekarang, “Aku tidak terima ini! Kau harus minta maaf! Selama tiga hari ini aku merasa seperti orang bodoh!”

“Aku tidak suka meminta maaf untuk kesalahan yang tidak kulakukan.” Sasuke benar-benar menyebalkan. Luar biasa!

“Dengar ya Sasuke!” Sakura benar-benar naik darah, “Aku tidak mungkin ingin melakukannya denganmu! Jadi jangan pernah menanyakan hal semacam itu kepadaku lagi!”

“Ya, tenang saja,” Sasuke mengangguk-angguk, “Aku tidak ingin melakukannya kalau kau tidak ingin melakukannya.”

“Sasuke... Kau ternyata bisa berkata-kata baik seperti ini...” Sakura menyindir suaminya, “Kau benar-benar mirip dengan Sasu sekarang. Kau akhirnya sudah tidak jahat lagi. Kau sudah semakin mirip anjing kita!”

“Jadi jika aku semakin baik aku akan semakin mirip anjing?” Sasuke benar-benar terlihat tidak senang.

Isterinya mengangguk-angguk dan menunjuk Sasu, anjing putih yang sekarang duduk dengan sopan di samping Sakura. Anjing itu terlihat polos sekali dan menatap wajah Sasuke dengan berkaca-kaca.

“Kau mirip sekali dengan Sasu sekarang!”

“Kau sedang menyindirku karena kau masih marah padaku ya?” Sasuke langsung menangkap arti dari pujian istrinya itu.

“Iya,” Sakura menghela napasnya, “Asal kau tahu saja. Kau masih belum dimaafkan.”

“Untuk apa aku dimaafkan untuk kesalahan yang aku tidak lakukan?”

Sasuke sialan. Suami tidak bermoral. Sialan. Sialan. Sialan. Sakura benar-benar sial sekali tiga hari ini.

XXX

Image Source : vacationadvice101.com
Malam itu Uchiha Itachi memandang langit malam dari jendela kantornya. Belakangan ini ada firasat buruk yang terus datang. Entah apa itu... Tapi ia tidak menyukainya. 

“Itachi-sama,” Suara ketukan pintu membuyarkan pikirannya, “Itachi-sama, ibu anda ingin bertemu dengan anda.”

“Ah, iya,” Itachi menjawabnya, “Persilahkan dia masuk.”

Ketika pintu itu dibuka, Itachi dapat melihat wajah ibunya terlihat seperti orang yang kerasukan setan. Wajah ibunya yang biasanya tenang dan dingin berubah menjadi panik. Mikoto terlihat pucat dan jari-jarinya gemetaran. Ia terlihat seperti baru saja melihat mayat hidup.

Mikoto's Nina Ricci Coat, Itachi's Armani Suit
Image source : net-a-porter.com , saksfifthavenue.com
“Ibu... Ada apa?” Itachi langsung meninggalkan kursinya dan berlari mendekati ibunya.

“Itachi... Kau harus menolongku...” Mikoto memegang tangan anaknya, jemarinya sedingin es di pegunungan Kloster.

“Aku pasti akan membantu ibu...” Itachi menenangkan ibunya, “Ada apa?”

“Kushina... Kushina sedang koma di rumah sakit,” Mikoto terlihat panik, “Kemudian suaminya... suaminya...”

“Ada apa Ibu?”

“Suaminya meninggal...” Mikoto benar-benar tidak sanggup untuk bernapas dengan teratur lagi, “Mereka berdua kecelakaan saat sedang mengendarai mobil...”

“Itachi... Kita harus mencari Namikaze Menma,” Mikoto benar-benar lemas sekarang, “Hanya itu yang bisa ibu lakukan untuk Kushina sekarang. Kata perawat... Kushina terus memanggil-manggil Menma...”

“Ibu...”

“Ini semua salahku...” Mikoto akhirnya jatuh lemas di atas lantai kantor Itachi yang dingin, “Kalau saja Sasuke tidak pergi bersama dengan Menma waktu itu... Kushina tidak akan kehilangan anaknya.”

“Ibu... tenanglah...” Itachi menenangkan ibunya, “Aku pasti akan menemukan Menma.”

TBC

XXX

A/N:


Hi there, liburanku akhirnya berakhir dan aku harus kembali belajar dan bekerja! xD Semangat untuk kita semua!! 

Image Source : my instagram
Belakangan ini aku sangat suka mencoba makanan di berbagai restoran dan café. Mungkin karena itulah cerita ini penuh dengan berbagai jenis makanan dan dunia kuliner. Semoga kalian menyukainya.

Oh ya, aku juga menuliskan cerita baru! Judulnya; My First Love is a Housekeeper. Pairingnya Naruhina dan aku sangat senang menuliskannya semoga kalian juga menyukainya ya! Cerita ini juga ada di websiteku!

Have a wonderful day guys and enjoy the rest of your holiday! Jangan lupa meninggalkan kesan dan pesan di kotak review :) I would love to hear your opinion! Oh ya! 

Apakah kalian ingin mencoba Sperma Fugu? XD hehehe.

<<Previous Chapter

18 comments:

  1. halo kak melisa :) aq reader baru ff nya kaka, salam kenal ya kak :) *duhh sebenernya aq bingung mw mulai riviu nya gmana hhaha ^^

    woahh aq baru ketemu ff ni hari ini, begitu baca ch. pertama udah jatuh cinta, akhirnya aq penasaran sama ch. berikut nya :) makin penasaran dan makin penasaran, akhirnya aq baca marathon sampe ch. 13 *aniway aq baca dr jam 2 dini hari ampe skarang udah mw jam 8 kk~ :) ga mau klo baca nya di tunda lain hari poko.nya harus baca smpe ch. paling anyar hari ini juga kk~ :)

    suka banget sama romance,y drama jg dpt bgt...wlopun baru kali ini nemu fic yg Itachi-nii nya saingan berat sama Sasu *biasa nya Itachi-nii slalu sayang bgt dan dukung bgt sama Sasu hhehe smoga Itachi cepet baikan sama Sasu :)
    eum kaya.nya menma yg ketemu Saku itu menma palsu!? kaya.y itu orang mw nipu...dugaan aq menma yg asli itu Naruto, soal nya Sasuke wktu tenggelam di Bali, dia jd fb sama masa kecil nya :) woaahh makin penasaran sama next chapter nya hopefully makin banyak moment romantis SasuSaku, gapapa kadar kemanisan nya over jg..bikin diabetes aja skalian kk~
    aku suka bgt baca fic,y selalu bikin nambah pengetahuan baru dan bikin berasa keliling Eropa :) keren ten thumbs up buak kaka :)

    sukses ya kak, smoga karya nya makin banyak :) dan lanjut cerita nya .. keep update ya kak *hhhehe :)

    -neng siti-

    ReplyDelete
    Replies
    1. Wah Siti-san Makasih yah!! Reviewnya panjang banget aku sneng bacanya. Waduh, dari jam 2 dini hari sampai jam 8?! Sugoi!!! Aku ga nyangka cerita ini bisa bikin kamu penasaran sampai rela begadang buat baca cerita ini! Aku tersentuh banget bacanya! Hontouni arigatou ya Siti-san!!!

      Delete
  2. This comment has been removed by the author.

    ReplyDelete
  3. Sperm of fish?? Hmm.. I ever carried it out when I was in a laboratory.. So fun and concerned actually to have that kind of experiment. Just pour some detergent, it died that take it from the mouth. Lol forget about my experience.. Cuz now all I really wanna say is 'Love will never end' just for this chapter.. U describe Japan as if I am having a holiday there. Okay then, I'm waiting for 14th chapter.. See u and have a nice and blessed day 😊💓

    ReplyDelete
    Replies
    1. Wow! You've carried it out in a laboratory before?! That's so cool! Wow, thank you so much I'm touched that you said you love this chapter XD I really enjoy reading your comments Jess! Have a wonderful day and enjoy the rest of your holiday!

      Delete
  4. akhirnyaaa~ *nari india* xD
    kak, jelasin dong kenapa itachi gk suka gitu sama sasuke, penasaran ni..

    padahal, aku pingin gitu jadi yg pertama coment, tapi selalu gagal. selalu keduluan orang. :'(

    Yosh..!!! tak apa yg penting ini kuanggap THR di hari lebaran dari kakak :v
    update cepat ya kak..!!!!! di tunggu next chapter.

    Ganbatte~ nee-san :D

    ReplyDelete
    Replies
    1. Halo juga!! *Nari india*

      Hehehhe Maaci loh udah komen chapter ini juga!! XD Hehhee gapapa tidak yang pertama yang penting tetap komen hehehe XD Semoga di chapter2 berikutnya jadi yang pertama yah!! Wah aku terharu cerita ini jadi THR kamu hehehe! Mohon maaf lahir dan batin yah Putri!

      I will see you on the next one! Have a wonderful day!

      Delete
  5. Devi

    Haii kak Melissa , wahh udh update nih I'm so happy bisa baca chap ini. Ceritanya tmbh kerenn kakk... Aku suka bangett si sasu udh perhatian sama saku..

    Udh bingung mau ngmg apa lg pokoknya keep writing dehh kakk (:

    ReplyDelete
    Replies
    1. Good morning Devi!! Wah, akunya juga makasih lohhh udah baca chap ini! Apalagi dipuji makin keren XD Aku jadi maluuu hehhe I will keep writing for you, love. Have a wonderful day ahead! <3

      Delete
  6. oke siip, aku akan selalu komen di setiap chapter xD
    kak, ntar kalok mau update chapter baru, telepati dulu ke aku, biar aku jadi yg pertama xD
    oya kak, boleh ku promosikan fanfic ini di group SasuSakuLovers di Fb? tenang aja, aku gk akan mengakui fanfic ini buatan ku. :)
    oya satu lagi, kakak gk ikut BTC tahun ini?

    ReplyDelete
    Replies
    1. Boleh banget dongg kalau komen di tiap chapter! Hahahha XD

      Boleh banget juga promosiin fanfic ini di grup ituu hehehe <3 Makasih banyak yahh! I really appreciate it!! Kalau soal BTC aku ga gtu ikut hehhe soalnya aku nulis kalau ada inspirasi... kalau dipaksa biasanya malah keluarnya jelek hehhee XD Maybe one day if I have the inspiration? hehehe I would love to though!

      Thanks for your support!!! Enjoy your evening! <3

      Delete
  7. Haii, aku baru ajanemu fic ini, dan baca sampe chap 13, aku suka banget loh ceritanya!! haha dan yg menarik karena di tiap Chapter selalu ada gambarnya, jd kebayang secara visual gituuuh, apalagi banyak merek2 yg ditampilin, jd berasa nyata banget ficnya hehehe... namanya juga cewe seneng liat barang branded ya hehe... ditunggu ya kak next chapternya, btw Menma perannya disni mempengaruhi SasuSaku ga? aku pikir Naruto itu menma trus cat rambut ahahahah XD makin penasaran ama kelanjutannya dehh

    ReplyDelete
    Replies
    1. Hi there! Salam kenal!! :) Wah makasih ya, selain menulis, gambar-gambarnya memang menyenangkan juga untuk dicari hehehe. Maklum, aku suka window shopping di internet hahaha (who doesn't?) Next chapter akan lebih jelas lagi dan aku harap terus di baca yah! Have a wonderful day! XD

      Delete
  8. wah, kapan update next chapternnya nih ? :D ceritanya bagus sekali. suka banget bacanya, apalagi aku fans nya SasuSaku hehe..
    penasaran sama akhir ceritanya. Di tunggu yah Melissa - san XD

    ReplyDelete
    Replies
    1. Awww thank youu!!! I really enjoy writing it! Sasusaku for the world! Semoga cepat selesai juga chapter 14 hehehe. I will try to finish it as soon as I can, I hope you'll wait patiently~

      Delete
  9. Ka melisa aku minta email kk dong

    ReplyDelete
  10. VIPQIUQIU99.COM AGEN JUDI DOMINO ONLINE TERPERCAYA DI INDONESIA

    Kami VIPQIUQIU99 AGEN JUDI DOMINO ONLINE TERPERCAYA DI INDONESIA mengadakan SEO Kontes atau Kontes SEO yang akan di mulai pada tanggal 20 Januari 2017 - 20 Mei 2017, dengan Total Hadiah Rp. 35.000.000,- Ikuti dan Daftarkan diri Anda untuk memenangkan dan ikut menguji kemampuan SEO Anda. Siapkan website terbaik Anda untuk mengikuti kontes ini. Buktikan bahwa Anda adalah Ahli SEO disini. Saat yang tepat untuk mengetest kemampuan SEOAnda dengan tidak sia-sia, hadiah kontes ini adalah Rp 35.000.000,-

    Tunggu apa lagi?
    Kontes SEO ini akan menggunaka kata kunci (Keyword) VIPQIUQIU99.COM AGEN JUDI DOMINO ONLINE TERPERCAYA DI INDONESIA Jika Anda cukup percaya akan kemampuan SEO Anda, silahkan daftarkan web terbaik Anda SEKARANG JUGA! Dan menangkan hadiah pertama Rp. 10.000.000. Keputusan untuk Pemenang Akan di tentukan dengan aturan kontes SEO yang dapat dilihat di halaman ini.

    Tunggu apa lagi? Ikuti kontes ini sekarang juga!

    CONTACT US
    - Phone : 85570931456
    - PIN BB : 2B48B175
    - SKYPE : VIPQIUQIU99
    - FACEBOOK: VIPQIUQIU99

    ReplyDelete

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...