Marrying Uchiha Sasuke : Chapter 15

08:28 Melissa Gabriele 28 Comments

Marrying Uchiha Sasuke

Chapter 15


The City of Dreams

The Venetian Macau
Image source: googlemaps
Disclaimer : I do not own Naruto

Sabtu siang itu Sakura mengedipkan matanya dua kali. Sebenarnya ia sedang berada di Macau atau Italia? Rasanya ia dapat melihat kilas balik bulan madunya di Venesia. Gondola-gondola yang ada di atas sungai terlihat sangat familiar dengan gondola yang ia liat di Venesia. Kemudian ia dapat melihat tiruan Istana Doges yang ia lihat di Piazza San Marco di depan matanya. Istana itu tampak begitu detil. Perpaduan antara arsitektur Renaissance yang elegan dan dinding berwarna kuning pastel membuat istana itu begitu berkesan di benak Sakura. 

“Doges palace...” Sakura menunjuk gedung itu, “Gedung ini mirip sekali dengan istana yang kita lihat di Venesia, Sasuke.”


 Sasuke's Fendi Men Spring/Summer 2015, Sakura's Giambattista Valli bouclé jacket
Image source : thefashionisto , net-a-porter 
Sasuke hanya terdiam menanggapinya. Entah ada apa dengan pria itu, sejak pagi Sasuke terlihat lebih dingin dari biasanya. Kerutan muncul di dahinya. Ia terlihat seperti seseorang yang tidak ingin diajak bicara.

Saat mereka berdua masuk ke dalam hotel itu, Sakura kehilangan kata-kata. Ia hanya bisa berdecak kagum memandang interiornya yang mewah. Ia dapat melihat lampu berwarna keemasan, pilar-pilar granit, lantai marmer dan langit-langit yang dilukis oleh seniman klasik. Rasanya seperti masuk ke dalam istana di Venesia. Bedanya tempat ini jauh lebih bersih, modern dan mewah.


The Venetian Lobby
Image source : macaronmagazine

“Tempat ini...” Sakura menerawang jauh, “Bagus sekali.”

Sakura merasa beruntung ia bisa sampai ke tempat ini. Well, tidak juga sih. Ia tidak begitu beruntung. Tujuan ia datang ke Macau selama weekend ini bukan untuk liburan, tapi untuk menghadiri pesta bisnis— Lagi. Entah kenapa, Sakura masih tidak begitu menyukai pesta bisnis. Apalagi sejak tadi Sasuke murung terus.

“Sasuke,” Sakura memanggil suaminya yang sedang check in di lobi hotel itu, “Kau itu kenapa sih?”


Sakura's Louis Vuitton Pegase & Neverfull
Image source : pinterest

Wanita yang membawa koper Louis Vuitton itu memandang suaminya dengan wajah yang agak bingung. 

“Kau tidak perlu tahu,” Sasuke membalas pertanyaan istrinya dengan singkat.

Saat bellboy hotel datang, Sakura memberikan kopernya ke tangan petugas itu. Sasuke yang baru selesai check in juga menyerahkan koper hitamnya. Mereka berdua kemudian terdiam. Sakura sebenarnya tidak ingin Sasuke menjawabnya dengan datar seperti itu... Apalagi karena hari ini sebenarnya adalah hari yang spesial.

“Sasuke,” Sakura memanggil suaminya itu sambil berjalan bersama, “Kau ingat hari ini hari apa?”

Pria itu dengan dingin menjawab pernyataan Sakura dengan sebuah pertanyaan, “Kau bisa melihatnya di ponselmu, bukan?”

Walaupun pernikahan mereka hanya pura-pura, hari ini adalah 1st anniversary mereka. Luar biasa! Uchiha Sakura berhasil bertahan selama satu tahun bersama dengan seorang Uchiha Sasuke, dan pria itu bahkan tidak menyadarinya. Suaminya bilang ia menganggap pernikahan ini dengan serius. Mungkin kata-kata itu hanya alasan saja agar Sasuke bisa tidur dengan Sakura di Gili saat itu.


The Venetian Canal
Image source : flamingotravels

Setelah lama berjalan, Sakura menemukan sebuah tempat di dalam hotel itu yang terlihat seperti sebuah kota kecil di Italia. Ada sungai buatan, lengkap dengan jembatan dan gondola-gondolanya. Langit-langitnya dilukis dengan gambar awan dan langit berwarna biru. Toko-tokonya dibangun dengan arsitektur ala Venesia. Rasanya seperti sedang berada di Eropa.

Sakura hanya bisa tersenyum tipis. Rasanya seperti baru kemarin dirinya berbulan madu dengan Sasuke. Saat itu, Sasuke menggenggam tangannya karena takut Sakura hilang di tengah kerumunan orang. Mereka berdua naik gondola, kemudian saat melewati jembatan besar, Sasuke mengecup pipinya.

Apakah masa-masa itu adalah mimpi? Apakah Sasuke yang ada di samping Sakura sekarang peduli akan dirinya? Apakah Sasuke yang dulu di Venesia itu juga sayang pada dirinya? 

Pernikahan mereka terlalu rumit. Terlalu banyak kepura-puraan, tapi juga begitu banyak ketulusan di tiap hari-hari Sakura dan Sasuke. Sebenarnya yang mana yang asli dan yang mana yang palsu? Sakura sudah tidak tahu lagi. Rasanya seperti pemandangan hari ini. Tempat ini terlihat begitu alsi, tapi tempat ini bukanlah Italia. Tempat ini hanya berpura-pura untuk menjadi seperti Italia.

Kemudian langkah Sakura tiba-tiba berhenti. Ia dapat mendengar suara seorang pria yang sedang mendayung gondola. Pria itu sedang menyanyikan lagu yang Sakura dengar saat ia berbulan madu dengan Sasuke. Suara tenornya menggema di ruangan itu.

‘O sole mio
Sta 'nfronte a te!
O sole mio
Sta 'nfronte a te!’

Lagu itu Sakura dengar satu tahun yang lalu saat Sasuke duduk di sampingnya di atas gondola. Hari ini, Sakura mendengar lagu itu dinyanyikan lagi, tapi yang duduk di gondola bukanlah dirinya dan Sasuke. Yang duduk di sana adalah pasangan Kaukasia yang sedang berciuman.

“Kau benar-benar tidak tahu hari ini hari apa?” Sakura bertanya kepada suaminya sekali lagi.

Sayangnya Uchiha Sasuke hanya menatap ponselnya dengan gusar. Pria itu kemudian memasukkan ponselnya ke dalam saku.

“Sakura, aku tidak punya waktu untuk ini.”

Sakura tidak menyukai nada itu. Sakura tidak menyukainya sama sekali. Rasanya ucapan itu begitu dingin dan kosong. Rasanya... pria itu seperti terpaksa menanggapi pertanyaan Sakura.

“Kau tidak terlihat senang.” Sakura menatap Sasuke dengan kesal.

“Aku memang sedang tidak senang,” jawab Sasuke.

Uchiha Sakura tidak mengerti ada apa dengan suaminya. Ia sama sekali tidak mengerti. Kenapa perasaan ini begitu berbeda dengan Venesia? Saat ia berada di Eropa... ia begitu senang. Begitu... berdebar-debar. Kenapa hari ini, di tempat yang begitu mirip dengan Venesia, ia malah merasa begitu... kesal.

Kedua orang itu kemudian terdiam saat salah satu petugas gondola menyapa mereka dengan Bahasa Inggris.


Gondolier
Image source: blog.toonpool.com
“Gondola ride?”

Kelihatannya orang itu menawarkan Sakura dan Sasuke untuk naik gondola. Sasuke menggelengkan kepalanya. Namun istrinya malah mengangguk. Sakura kemudian menarik tangan Sasuke dan memaksanya untuk naik gondola itu. Suaminya hanya menghela napasnya. 

Uchiha Sasuke tampak tidak senang. Heh. Terserah lah. Pria itu memang dari awal sudah tidak senang. Mau diapakan juga akan tetap tidak senang. Daripada Sakura ikut tidak senang, lebih baik Sakura membuat dirinya sendiri bahagia. You need to indulge yourself!

Saat mereka berdua duduk, gondola itu akhirnya membawa mereka keliling hotel The Venetian yang besar. Sasuke hanya terdiam, sedangkan Sakura menikmati suara gondolier yang menyanyikan lagu-lagu romantis dalam Bahasa Italia. Suara tenornya yang merdu membuat Sakura merasa lebih tenang. 

Sakura kemudian menatap suaminya yang sedang bad mood. Pria itu tampak lebih bad mood lagi dari sebelumnya. Hm… Sebenarnya Sakura ingin sih menghibur pria itu. Namun fakta bahwa menghibur seorang Uchiha Sasuke itu susah membuat Sakura mengurungkan niatnya. Lagipula pria itu lupa akan anniversary mereka, jadi Sakura berhak untuk berbuat seenaknya.

“Sasuke, kau ingat tidak dulu kau mengecupku di bawah jembatan?” Sakura menunjuk jembatan buatan di hadapan mereka, “Saat itu matahari sedang terbenam.”

“Kenapa kau ingin dicium di mana?” Sasuke menanggapinya dengan malas, “Di pipi? Di bibir? Di da—”

“Sasuke kau mesum!” Sakura memukul pria itu dengan kencang.

Sasuke hanya menghela napasnya sekali lagi. “Tadi kau sendiri yang memberikan kode berat kepadaku.”

Mereka berdua kemudian terdiam lagi. Setelah lima lagu romantis berlalu, Sakura akhirnya menunjuk seseorang yang ia kenal dari kejauhan.

“Naruto diundang juga ya?”

Sasuke kemudian mengangguk, “Iya. Hinata yang mengajaknya pergi.”

“Hm... Kalau dilihat-lihat Naruto mirip sekali ya dengan Menma.” Sakura menyipitkan matanya, agar ia bisa melihat wajah Naruto dengan jelas.

Suaminya kemudian tampak lebih serius dari sebelumnya. Kelihatannya ada sesuatu yang muncul di pikirannya. 

“Ya.” Sasuke menatap Naruto dalam-dalam, “Terlalu mirip.”

XXX


The Venetian, Macau
Image source: tripvolunteer

Uchiha Sasuke masuk ke pesta bisnis Keluarga Tenten bersama dengan Sakura. Pesta itu berlangsung di dalam kasino The Venetian yang besar dan megah. Teriakan orang-orang yang sedang menang berjudi terdengar berisik di telinga Sasuke. Suara slot mesin yang nyaring dan sinar lampu sorot yang berwarna-warni membuat dirinya merasa tidak nyaman. Cih. Sejujurnya Sasuke sedang tidak punya waktu untuk berpesta. 

Sakura's Paolo Sebastian Couture 2015, Sasuke's Ermenegildo Zegna Fall/Winter 2015
Image source : wow.esdlife.com , thebestfashionblog.com
Setelah sampai ke pintu masuk, ia dan istrinya berpencar. Sakura dengan cepat menyapa Hinata, sedangkan Sasuke berjalan mencari seseorang yang sejak kemarin membuatnya susah tidur. Hoshigaki Kisame.

Ia kaget. Saham Uchiha yang dipegang oleh Keluarga Namizake dijual kepada Keluarga Hoshigaki. Itachi juga menjual beberapa sahamnya kepada Kisame. Sekarang saham yang keluarganya pegang semakin sedikit. Belum sampai dibawah 50%, tapi tetap saja ini mengkhawatirkan. Keluarga Hoshigaki punya cerita yang berbeda. Jika digabungkan dengan saham yang sudah Kisame beli dari Itachi, Menma dan beberapa pemegang saham lain... Kisame sudah memiliki 30%. Itu artinya voting rights Keluarga Hoshigaki sangat besar. Kontrol mereka akan Perusahaan Uchiha bisa berpengaruh kuat terhadap jalannya perusahan. 

Sial. Mereka menjual saham mereka off-market, jadi publik masih belum tahu. Sasuke mengetahui proses jual beli saham ini dari mata-matanya. Ia tidak percaya Menma yang baru mendapat seluruh saham ibunya itu tiba-tiba menjual semuanya ke tangan Kisame. Itachi juga, apa sebenarnya yang ada di pikiran Itachi?! Kakak laki-lakinya itu tiba-tiba saja menjual sebagian sahamnya kepada Kisame. Pria itu bodoh ya?

Sasuke memberi salam kepada beberapa rekan bisnisnya. Mereka tampaknya tidak tahu apa-apa soal saham tersebut. Kebanyakan orang di pesta itu hanya membicarakan soal prospek judi dan manisnya anggur malam itu. Ada beberapa pria bodoh juga yang malah membicarakan soal wanita panggilan di Macau. Sungguh, Sasuke tidak punya waktu untuk ini.


Image source : kse-online
“Uchiha Sasuke bukan?” Pria bertubuh tinggi yang daritadi ia cari-cari akhirnya datang menyapanya.

“Hoshigaki Kisame.” Sasuke menjabat tangan pria itu. “Apa kabar?”

“Baik,” Kisame menjawabnya, “Sangat baik.”

Tentu saja baik. Pria itu telah membeli begitu banyak saham keluarga Sasuke. Tentu saja harinya sangat baik. Selama ini Sasuke pikir ia selalu ingin merebut Perusahaan Uchiha dari tangan Itachi. Ternyata hari ini, takdir berkata berbeda. Ia justru harus merebut ini dari tangan Kisame.

“Ah, hari ini perayaan satu tahun pernikahanmu dengan istrimu bukan?” Kisame tersenyum lagi. “Selamat ya.”

Perayaan satu tahun pernikahan? Ah. Jadi karena ini Sakura tampak kesal tadi sore. Ternyata hari ini adalah hari jadi mereka. 

Tiba-tiba pria berambut pirang yang bernama Menma datang dari belakang. Pria itu tampaknya baru saja kalah judi. Wajahnya tampak agak murung dan kurang bersemangat. Keping-keping warna-warni digenggamya bersama dengan cocktail berwarna pink. Kepingan itu adalah uang judi. Sasuke tidak tahu kalau Menma ternyata suka berjudi.

“Sasuke,” Menma menyapa Sasuke dengan lemas. “Apa kabar?”

Saat mereka kecil dulu, Sasuke dan Menma pernah bersahabat dekat. Anehnya ingatan setelah itu agak buyar. Entah karena masa itu sudah lama sekali berlalu... atau karena hal lain, tapi Sasuke tidak banyak mengingat soal Menma. Yang ia ingat hanyalah orang itu adalah orang yang energik dan bodoh. Menma mungkin adalah satu-satunya orang di dunia ini yang alergi marshmallow. Saat mereka kecil dulu Menma kejang-kejang karena makan permen gula itu. Karena alerginya begitu langka, Sasuke jadi mengingat hal itu sampai sekarang.

Satu hal lagi yang Sasuke ingat dari Menma adalah.... anak itu sempat hilang. Mikoto selalu menyalahkan Sasuke soal hilangnya Menma. Karena itulah.... Sasuke sangat membenci Menma.

“Sasuke, kau belum menjawab pertanyaan Menma,” Kisame melanjutkan, “Apa kabarmu?”

“Baik.” Sasuke menjawabnya dengan datar. “Terima kasih. Bagaimana dengan ibumu? Apakah ia baik-baik saja?”

“Sasuke, kau tidak ikut berjudi?” Menma mengabaikan pertanyaan Sasuke dan memberikan sebagian uang judinya ke tangan Sasuke. “Ayo. Mungkin kau beruntung hari ini.”


Gambling chips
Image source : thetyee.ca


Dengan cepat, Sasuke langsung mengembalikan uang itu. Jadi ini alasan Menma menjual saham? Karena masalah judi? Karena pria itu kencanduan berjudi? Entah Sasuke harus merasa marah atau kasihan. Menma yang ia kenal dulu sama sekali tidak seperti ini. Kenapa Menma yang ia lihat sekarang terlihat begitu... aneh? Sasuke baru saja bertanya soal keadaaan Kushina, tapi Menma malah lebih memprioritaskan soal judi. 

“Naruto!” Suara teriakan Sakura terdengar jelas di telinga Sasuke, “Apa yang terjadi?!”

“Permisi.” Sasuke dengan cepat langsung meninggalkan tempatnya dan berjalan ke arah Sakura.

Ia tidak percaya Sakura yang tadinya terlihat elegan dengan gaun yang sopan sekarang langsung terlihat berkeringat dan agak berantakkan. Wanita itu dengan panik memeriksa Naruto yang sekarang terlihat seperti orang yang sekarat. Wajah Naruto terlihat merah seperti kepiting kepanasan. Pria berambut pirang itu tampak sulit untuk bernapas. Gejalanya seperti orang yang terkena asma, tapi anehnya wajah Naruto penuh dengan bentol-bentol kecil berwarna merah.

“Ini anaphylaxis!” Teriak Sakura.

Seorang wanita berambut pirang datang dan membantu Sakura. Kalau tidak salah nama wanita itu adalah Tsunade.


Tsunade's Zuhair Murad Haute Couture Spring 2015
Image source : popsugar
“Panggil medis!” Tsunade memeriksa keadaan Naruto dengan serius.

Lama-kelamaan orang-orang mulai berhenti melakukan aktivitas mereka. Keadaan Naruto membuat pesta itu menjadi rusuh. Kelihatannya orang-orang tampak sangat khawatir akan keadaan Naruto. Saat medis datang, mereka langsung menyuntik Naruto. Setelah disuntik  mereka langsung membawa Naruto keluar dari kasino dengan tandu.

“Na-naruto-kun! Apa ia akan baik-baik saja?!” Hinata tampak panik.


Hinata's Basil Soda Summer 2015 Couture Dress , Naruto's Dior Homme Fall 2015
Image source : twitter , vogue.com

“Apa kau kerabatnya?” Salah satu petugas medis dengan cepat menanggapi Hinata, “Kau boleh ikut.”

Tanpa basa-basi Hinata langsung ikut keluar dari hotel itu.

Setelah Naruto dan Hinata pergi, kondisi pesta itu menjadi agak berbeda. Orang-orang mulai berbisik panik. Sakura langsung menanyakan waitress mengenai apa yang dimakan oleh Naruto. Mereka semua hanya menggelengkan kepala. Kelihatannya mereka terlalu sibuk untuk mengingat apa yang diminum atau dimakan oleh pelanggan mereka.

“Pria itu tidak minum apa-apa tadi. Ia hanya minum cocktail,” Jawab salah satu tamu hotel itu.

 “Cocktail apa?” Sakura tampak khawatir.


Naruto's cocktail
Image source : pinterest
“Itu, yang berwarna pink.” Tamu itu menunjuk salah satu cocktail yang dipegang waitress.

Tsunade kemudian berjalan dan mengambil minuman keras itu. Diamatinya warna dan teksturnya, kemudian ia meminum sedikit cocktail itu untuk memeriksa kadarnya.

“Apa isi dari cocktail ini?” Tsunade bertanya kepada waitress yang sedang membawa minuman itu.

“Hanya cherry soda, vodka dan sari marshmallow.”

“Sari marshmallow...” Tsunade tampak serius. “Alergi ini sangat jarang. Baru kali ini aku menemukan orang dengan alergi seperti ini.”

Sasuke tidak percaya apa yang baru saja ia dengar. Kalau ada kadar marshmallow di dalam cocktail itu... Kenapa Menma tidak beraksi seperti Naruto?!  Bukankah Menma yang ia kenal dulu seharusnya alergi terhadap marshmallow? Kenapa justru Naruto yang menderita alergi sampai separah ini? Sebenarnya apa yang terjadi?

Sial. Jangan-jangan... Menma bukanlah Menma? Kalau begitu semua harta milik Kushina... semua saham yang Menma jual kepada Kisame... itu semua ilegal? Kalau saja Sasuke bisa membuktikan bahwa Menma bukanlah Menma, saham keluarga Uchiha bisa kembali stabil seperti dulu.

Tunggu. Kalau begitu.... Naruto itu siapa?

“Sasuke, apa kau baik-baik saja?” Sakura menatapnya dengan khawatir.

“Sakura, aku akan pergi sebentar. Kalau kau ingin pulang ke kamar hotel, kau duluan saja.”


The Venetian hallway
Image source : venetianmacao
Dengan itu Sasuke meninggalkan pesta dengan keringat dingin di wajahnya. Sial. Selama ini ia telah masuk ke dalam jebakan Menma palsu itu. Jangan-jangan Kisame yang merencanakan ini? Mungkin. Hanya itu jawaban yang paling masuk akal. Semua ini... semua saham itu... semuanya memberikan keuntungan kepada Kisame.

“Halo, ibu,” Sasuke menelpon Mikoto dengan terburu-buru, “Dimana Kushina-san sekarang? Aku ingin berbicara dengannya.”

“Kushina ada di New York.” Ibunya menjawab dengan dingin, “Ada apa?”

“Aku ingin memberitahu kepadanya kalau Menma yang sekarang bukanlah Menma yang asli,” Sasuke menjawab pertanyaan ibunya.

Ibunya kemudian mematikan telepon itu. Anehnya Sasuke masih bisa mendengar suara ibunya berkata, “Tidak perlu.”


Mikoto's Ashi Studio Couture Fall/Winter 2015
Image source : ashistudio.com
Sasuke kemudian berbalik ke arah lorong hotel Venetian yang megah. Di sana ibunya berjalan dengan anggun di atas lantai marmer hotel itu. Gaunnya jatuh dengan sempurna. Wajah wanita itu tampak kaku dan dingin seperti biasanya.

“Ibu,” Sasuke melanjutkan, “Menma yang asli alergi terhadap marshmallow. Kau sudah melihat sendiri apa yang terjadi di pesta tadi. Menma tidak bereaksi apa-apa saat meminum cocktail itu.” 

“Lalu?” Ekspresi wajah Mikoto tidak berubah.

“Itu artinya Menma—”

“Kushina baru saja sembuh, kau ingin membuatnya sakit parah lagi hanya karena sebuah alergi konyol seperti itu?” Mikoto berjalan mendekati Sasuke, pandangan wanita itu setajam pisau.

Sepasang mata hitam Mikoto bertemu dengan mata Sasuke. Tatapan Mikoto membuat anaknya menjadi agak takut. Sejak dulu Sasuke tidak pernah mudah takut, tapi ibunya memiliki aura yang berbeda. Uchiha Mikoto punya kekuatan untuk menekan orang lain. Kepribadiannya terlalu dominan.

“Alergi bisa disembuhkan.” Mikoto menegaskan, “Menma yang sekarang sudah tidak alergi lagi.”

“Tapi ibu, Naruto memiliki alergi yang sama dengan—”

“Naruto?” Ibunya kemudian tersenyum sinis. “Kau mungkin bisa menipu orang lain, tapi kau tidak bisa menipuku.”

“Apa maksud ibu?”

“Kau merencanakan ini bukan?” Mikoto menatap anaknya dengan dingin. “Kau ingin menggunakan Naruto untuk mendapatkan harta dan koneksi Keluarga Namikaze. Aku salut. Rencanamu cukup brilian. Naruto adalah Menma, luar biasa Sasuke. Kau memang sangat licik.”

Ternyata ibunya sendiri saja tidak percaya kepadanya. Sasuke hanya bisa terdiam. Ia tidak tahu harus menjawab pernyataan itu dengan kalimat seperti apa. Ibunya sudah benar-benar tidak mempercayai Sasuke.

“Kau pikir aku bodoh?” Ibunya menaikkan satu alisnya, “Aku tahu kau dan Naruto sudah lama berteman baik.”

Sudah. Dengan itu Sasuke tahu. Apapun yang Sasuke katakan sekarang tidak ada artinya. Sama sekali tidak ada artinya.

Uchiha Sasuke kemudian hanya bisa membungkuk dan berkata, “Selamat malam ibu. Aku permisi dulu.”

Bukti. Sekarang yang Sasuke butuhkan hanyalah bukti. Ia yakin seratus persen Menma bukanlah Menma. Ia hanya membutuhkan bukti yang kuat untuk menjatuhkan orang itu ke penjara. Ia tidak peduli jika ibunya ataupun presiden sekalipun menghentikkannya.

Uchiha Sasuke tidak pernah kalah di dalam sebuah peperangan. Perang ini akan berakhir dengan kemenangannya. Tekatnya sudah bulat. 

XXX


Sakura's Paolo Sebastian Couture 2015
Image source : thefashionbrides.com
Saat Sakura sampai di kamar hotelnya, ia langsung melepas gaunnya. Dress yang gemerlapan itu jatuh ke atas lantai karpet hotel itu. Sakura kemudian berjalan dengan korsetnya menelusuri kamar hotelnya yang megah. Kamar bergaya Victorian itu penuh dengan aksen interior klasik yang mewah. Seperti biasa, kamar hotel Sakura terlihat indah.


The Venetian Cielo Suite
Image source : venetianmacao
Namun perhatian Sakura tertuju kepada jendela besar di ruangan itu. Ia dapat melihat cahaya lampu kota yang terlihat gemerlapan. Sakura dapat melihat view kota Macau dari balik jendela hotelnya yang besar. Indah sekali. Rasanya seperti melihat jutaan bintang. Bedanya cahaya-cahaya itu tidak ada di atas langit, tapi ada di bawah langit. Jutaan cahaya dari gedung-gedung tinggi di Macau terlihat seperti langit berbintang.


Macau at night
Image source : airasia.com
“Hari ini melelahkan sekali,” Sakura menghela napasnya. 

Wanita bermarga Uchiha itu akhirnya memutuskan untuk berjalan ke kamar mandi. 

Dengan perlahan ia melepas korset dan baju dalamnya. Sebenarnya ia merasa agak kecewa karena hari ini Sasuke tidak merayakan anniversary mereka. Ya sudahlah. Toh, pernikahan ini juga bukan benar-benar atas dasar cinta. Benar bukan? Namun meskipun begitu, Sakura merasa paling tidak pria itu seharusnya ingat. Hubungan Sakura dan Sasuke memang tidak seperti pasangan lovey-dovey, maupun pertemanan dekat. 

Sebenarnya Sakura tidak tahu hubungan dirinya dan Sasuke itu masuk kategori apa, tapi ia tahu mereka berdua punya hubungan. Entah apa definisinya, tapi Sakura dan Sasuke itu punya ikatan mereka sendiri. Seharusnya Sasuke menghormati ikatan itu. Seharusnya pria bodoh itu menghormati Sakura karena sudah tahan tinggal bersama pria sedingin dan semenyebalkan Sasuke. Satu tahun loh! Satu tahun! Geez... Sakura itu hebat loh!


Kohler Shower Collection
Image source : artcontestnow.com
Sakura kemudian menyalakan shower emas di hotel itu. Air panas jatuh dan membasuh kulit putihnya. Uap-uap kecil mulai muncul. Dengan santai, Sakura membersihkan tubuhnya dengan sabun. Sembari mandi, ia mengingat Sasuke lagi.

“Sasuke, kau itu manusia atau robot sih?” Sakura berbicara kepada dirinya sendiri.

Dengan kesal, Sakura kemudian membuat busa-busa kecil dari sabunnya. Ia kemudian memecahkan busanya satu-satu. 

“Robot. Alien. Komputer rusak.” Sakura memecahkan busa-busa itu, “Sasuke sial.”

Saat membasuh tubuhnya, Uchiha Sakura kemudian menemukan bekas selulit di perutnya. Kerutan kecil itu membuat Sakura menjadi lemas. Ia jadi mengingat bayinya lagi. Ah, iya. Dulu ia sempat hamil. Perutnya sempat berubah menjadi besar... dulu ada kehidupan di dalam perut ini. Namun Kisame—

Sakura kemudian menggelengkan kepalanya. Ia sudah bertekad untuk melupakan kejadian itu. Ia tidak ingin menjadi orang yang pendendam. Ia harus berubah menjadi lebih dewasa. Lebih pemaaf. Sakura sudah berhasil mengurungkan niatnya untuk membalas dendam, jadi ia tidak boleh memikirkan hal itu lagi.

Setelah selesai membasuh diri, Sakura mengeringkan tubuhnya dengan handuk. Ia kemudian memakai handuk itu untuk menutupi tubuh telanjangnya. Dengan perlahan Sakura keluar dari kamar mandi itu. Ia melihat ke kanan dan ke kiri. Masih tidak ada siapa-siapa.


Louis Vuitton Pegase
Image source : ilvoelv.com
Dengan santai, Sakura membuka kopernya. Ia mencari-cari baju tidur yang sudah ia kemas kemarin. Sayangnya, baju tidur yang sudah ia temukan itu tidak sempat diraihnya. Suara guntur yang nyaring membuat jemari Sakura gemetaran. Guntur hari ini begitu menakutkan. Suaranya mirip dengan... dengan kejadian waktu itu.

“Tidak!”

Kenapa tiba-tiba ada guntur? Tubuh Sakura tiba-tiba berubah menjadi lemas. Ia bisa mendengar suara perabotan rumah yang dibanting. Piring-piring porselen yang pecah bergema di telinganya. Pandangannya mulai buyar. Ia bisa melihat ayah dan ibunya bertengkar di kamar itu.

Ilusi. Ini semua hanya ilusi. Sakura tahu itu, tapi tubuhnya menolak akal sehatnya. Ia tidak bisa bergerak. Ia takut. Saat suara guntur itu berbunyi lagi, Sakura dapat melihat ayahnya menampar ibunya. Kemudian, air mata turun di wajah istri Uchiha Sasuke. 

“Tolong,” Sakura berbisik kepada dirinya sendiri, “Tolong berhentilah menjadi wanita yang lemah.”

Kemudian guntur itu terdengar lebih kencang. Cahaya petir menghiasi langit malam yang sendu. Pemandangan itu mengingatkan Sakura akan kenangan masa lalunya.

“Kita bercerai saja!” Suara ibunya bergema di telinga Sakura seperti suara hantu penasaran.

Kemudian Sakura bisa mendengar suara vas bunga yang jatuh ke atas lantai. Beling-belingnya melukai lutut ibunya. Suara jeritan ibunya menghantui benak Sakura. Saat guntur datang lagi Sakura berteriak ketakutan.

Rasanya Sakura ingin lari dari hotel itu sekarang, tapi ia tidak bisa. Tubuhnya menolak kehendaknya. Tubuh lemahnya itu hanya membatu dan dingin seperti es batu. Ia merasa dirinya seperti mayat hidup. 

“Hujan bodoh. Cepatlah berhenti!” Sakura berteriak.

Cepat. Jika hujan itu berhenti— Jika guntur itu berhenti, Sakura akan kembali normal. Ini pernah terjadi beberapa kali. Ia pasti bisa melewati ini. Cepatlah berhenti. Cepat. 

Tiba-tiba suara pintu kamar yang terbuka membuat Sakura kaget. Suara langkah kaki bergema di telinganya. Uchiha Sasuke sedang berlari. Pria itu berlari dengan panik ke arah Sakura.

“Nina bobo, ooh nina bobo.” Pria itu memeluk Sakura dengan erat.

Tubuh dingin Sakura perlahan berubah menjadi hangat. Suara pria itu sangat jelek, tapi Sakura merasa sangat tenang. Bayangan-bayangan perabotan yang jatuh mulai hilang. Suara guntur dikalahkan oleh suara Sasuke yang sedang bernyanyi. Suara yang nadanya kacau itu membuat Sakura tersenyum tipis.

“Suaramu jelek sekali,” Sakura berbisik dengan pelan.

Pria itu menjawabnya dengan bisikan juga, “Dan kau menyebalkan sekali.”

Walau ia bilang Sakura menyebalkan, Sasuke tetap bernyanyi. Suaminya yang awalnya sangat menyebalkan di mata Sakura akhirnya berubah menjadi sosok yang gagah. Pria itu adalah penolongnya. Well, penolong dengan suara yang jelek. Mungkin mereka bukanlah sepasang suami-istri yang romantis. Namun di mata Sakura, suami palsunya itu adalah penolongnya. Baik secara finansial maupun emosional. 

Setelah beberapa saat, guntur itu akhirnya berhenti. Sakura tidak melepaskan pelukan Sasuke. Ia terus memeluk suaminya dengan hangat. Wanita itu dapat merasakan tubuh Sasuke yang gagah. Lengan-lengannya yang kuat melindungi Sakura. Dada Sasuke yang bidang menjadi tempatnya bersandar. Jujur, ia tidak ingin melepaskan pelukan itu. Ia ingin terus berada di pelukan Sasuke sampai pagi.

“Sakura. Apakah kau sudah tidak apa-apa?” Pria itu akhirnya melepaskan pelukannya.

Sakura merasa agak kecewa, “Ah, iya.”

“Kalau begitu pakai bajumu.” 

Sakura tiba-tiba tersadar bahwa ia hanya mengenakan sehelai handuk putih. Belahan dadanya terlihat dengan jelas. Lipatan handuk itu jatuh di atas lututnya. Tubuhnya masih agak basah dan lekuk tubuhya tercetak jelas di hadapan suaminya. 

“Kyaa!” Ia berteriak dengan kencang.

“Tidak usah sok polos,” Sasuke menanggapinya dengan tenang, “Aku sudah pernah lihat semuanya.”

Wajah Sakura langsung berubah menjadi semerah tomat. Ia benar-benar tidak menyangka kata-kata itu keluar dari mulut seorang Uchiha Sasuke. Sialan! Berani-beraninya ia mengungkit-ungkit kejadian di Roma! Apapun yang terjadi di Roma waktu itu tidak dihitung! Waktu itu mereka mabuk! Dasar pria gila! 

“Kenapa?” Sasuke kemudian menyudutkan Uchiha Sakura ke atas lantai, “Kalau kau bereaksi seperti itu, kau bisa diserang tahu.”

Sakura hanya bisa berbaring di atas lantai dengan wajah yang merona. Ia tidak menyangka Sasuke ternyata punya nyali juga untuk mengajaknya tidur lagi. Sebelumnya pria itu tidak pernah mengungkit-ungkit lagi permintaannya di Gili. Kelihatannya hari ini pria itu ingin mencoba keburuntungan nasibnya.

“Kau tidak mungkin menyerangku.” Sakura memandang suaminya dengan tatapan yang penuh dengan kepercayaan. “Aku sudah cukup lama mengenalmu.”

Suaminya itu kemudian tertawa sebentar. Hanya sebuah tawa kecil, tapi Sakura tidak habis pikir. Kenapa pria itu malah mentertawakannya?

“Kenapa kau begitu percaya kepadaku?” Sasuke tampak seperti seorang penipu yang baru saja dipercayai oleh anak kecil.

“Karena kau punya waktu satu tahun untuk menyerangku saat aku tidur,” Sakura menjawabnya, “Kau tidak pernah melakukannya karena kau menghormatiku.”

Sasuke kemudian mengangguk, “Itu betul.”

Pria itu kemudian berdiri. Ia berhenti menyudutkan Sakura dari atas lantai. Saat Sakura ikut berdiri, suaminya memakaikan jas hitamnya ke tubuh Sakura. Jas itu terlalu besar di tubuh kecilnya, tapi paling tidak tubuh Sakura yang tadi terlihat agak terbuka sekarang sudah dilindungi oleh jas Sasuke. Baju suaminya sangat hangat. Sakura kemudian hanyut dalam aroma jas itu. Ia dapat mencium bau rempah-rempah menyatu dengan aroma segar dan kayu. Baunya mengingatkan Sakura akan rumah mereka di Tokyo.

“Terima kasih.” Sakura tersenyum hangat.

Suaminya kemudian membalas senyuman itu dengan sebuah kata-kata yang sudah Sakura tunggu sejak tadi pagi, “Happy anniversary. Sakura.”

Sakura tidak tahu apa yang terjadi, tapi dengan cepat ia langsung mencium bibir pria itu. Apa ini karena ia terlalu senang? Kenapa ia senang? Ia harus menghentikkan ciuman ini, tapi ia tidak bisa. Ia pikir Sasuke tidak akan membalas ciuman itu, tapi ia salah. Pria itu membalas gerakan bibir Sakura dengan lambat, tapi pasti. Kehangatan bibir itu membuat lutut Sakura lemas. Terkadang bibir itu pergi, kemudian bibir itu datang lagi. Setiap kali bibir mereka bertemu, Sakura merasa semakin haus. Rasanya ciuman itu seperti meminum air garam. Semakin banyak kau meminumnya... semakin haus rasanya. Namun Sakura harus berhenti. Ia tidak boleh hanyut ke dalam suasana ini.

“Maafkan aku,” Sakura menghentikkan ciuman itu, “Aku tidak—”

Sasuke menutup mulut Sakura dengan ciuman.

Pria itu kemudian menjelajahi mulut Sakura dengan lidahnya. Tubuh Sakura merasa semakin panas. Lidah mereka berdua terus beradu. Sensasi itu membuat Sakura semakin hanyut dalam ciumannya. Ia pernah mencium Sasuke sebelumnya, tapi tidak seperti ini. Ciuman ini membuat tubuhnya terasa ringan dan panas. Rasanya dirinya seperti terhipnotis oleh Sasuke.

Mereka berdua akhirnya berhenti untuk mengambil napas. Sakura hanya bisa memandang wajah suaminya dengan tatapan tidak percaya. Kenapa setelah ciuman itu wajah Sasuke malah terlihat lebih tampan dari biasanya? Raut wajah Sasuke terlihat penuh dengan kasih sayang. 

Sakura kemudian berhenti menatap wajah pria itu. Ia tiba-tiba merasa sangat gugup. Dengan cepat ia langsung memandang jendela besar hotel itu. Sakura memandang suasana kota Macau setelah hujan. Lampu-lampu kota menyinari jalanan yang basah karena hujan. Entah kenapa suasana malam itu berubah menjadi romantis.

“Kenapa kau menciumku?” Pertanyaan Sasuke membuat Sakura semakin gugup.

“Kau sendiri kenapa membalas ciumanku?” Sakura menahan napasnya ketika menanyakan pertanyaan itu.

Jika Sakura tidak menahan napasnya, mungkin suaranya akan bergetar karena terlalu gugup.

“Kau belum menjawab pertanyaanku.” Sasuke menatap Sakura dengan tatapan yang penuh harapan. Kelihatannya pria itu ingin mendengar jawaban Sakura.

“Aku...” Sakura menatap jendela yang penuh dengan tetesan hujan dengan sendu, “Aku juga tidak tahu.”

Kenapa? Sakura tidak tahu. Ia tidak merasa dirinya mencintai Sasuke seperti waktu SMA dulu. Ia juga tidak mencintai Sasuke seperti ia mencintai Sai dulu. Ia tidak bisa menjelaskan perasaan yang aneh dan bercampur aduk ini. Hubungan mereka terlalu rumit. Semakin Sakura memikirkannya, semakin pusing kepalanya. 

“Dasar aneh.” Sasuke kemudian mengambil sebuah kotak satin hitam dari sakunya.


Bvlgari Box
Image source : luxury-insider
Kotak hitam itu dihias dengan pita berwarna pastel dengan tulisan ‘Bvlgari’. Sakura hanya bisa terdiam ketika suaminya memberikkan hadiah itu kepadanya. Dengan perlahan ia membuka pita itu, kemudian kotaknya. 


Bvlgari Blue Diamond
Image source : luxedb
Di dalam kotak itu ada sebuah cincin emas putih dengan dua buah berlian berbentuk pear. Yang satu berwarna putih dan yang satu berwarna biru. Baru pertama kali ini Sakura melihat berlian berwarna biru vivid. Ini cincin yang luar biasa kualitasnya. Ia kehabisan kata-kata. Sakura terlalu terpesona oleh pengaturan geometris tebal cincin itu dan simbolisme berlian biru yang langka. 

Cincin itu mengingatkan Sakura akan suaminya. Warna birunya yang dingin dan langka mengingatkan Sakura akan sifat Sasuke yang dingin dan menyebalkan. Lucunya, warna putih yang kontras dan jernih itu mengingatkan Sakura akan hati suaminya. Hati Sasuke seputih berlian itu. Baik hati dan suci.

“Sekali lagi, happy anniversary Sakura.”

XXX

TBC

XXX

I know, I know. TBC itu kata-kata yang tidak menyenangkan untuk dibaca hahaha! Namun harus digunakan, unfortunately! Terima kasih banyak untuk orang-orang yang menunggu sampai malam untuk membaca chapter ini! Macau sangatlah indah! Sayangnya waktu aku ke sana aku masih di bawah umur jadi tidak bisa masuk ke casinonya! 

Makna dari chapter ini : hati-hati jika minum cocktail. Tidak hanya soal alergi saja, you’ll never know what’s inside. Like, literally, ketika minuman keras dicampur mereka bisa tiba-tiba menjadi strong dan before you know it, boom! You’re drunk. Hahaha. Hati-hati yah. Be safe!


Tiramisu cocktail look-a-like
Image source : my instagram
Karena hari ini tentang pesta, blogku penuh dengan gambar dress-dress idamanku! Fashion week has been crazily beutiful dan couture dresses tahun ini indah semua!! Who’s your favorite designer? Mine is Dolce & Gabbana, Zuhair Murad and Elie Saab! 


Next Chapter>>

<<Previous Chapter

28 comments:

  1. Wah~ apakah Naruto itu beneran Menma? Lalu "Menma" yang itu siapa? Semakin penasaran aku. Keep writing kak Mel, ganbatte

    ReplyDelete
    Replies
    1. Hi theeree! Thank you for commenting on this story <3 It means a lot!
      Semoga pertanyaan-pertanyaan ini bisa dijawab di chapter depan yah! hihihi
      Thank you and have a wonderful day Deviana-san! :)

      Delete
  2. Makin bikin penasaran aja nihhh kak melll.. semangatt lanjutinnya yaaa.. ��

    ReplyDelete
    Replies
    1. Hehehe makasih yahh sudah penasaran dan membaca ini terus!
      Your support means so much!! Akan terus dilanjut~
      Have a good day yah!

      Delete
  3. Keren kak baju-baju nya, bisa dicontoh untuk gaun perpisahan nanti :D tapi dengan campuran imajinasi ku xD hehehe..
    Aish.. Aku gk sabar kak nunggu sakura hamil lagi. Wkwkwk
    Dah segitu aja deh komen nya. Wkwk :v
    Semangat kak. Ganbatte yaroo~

    ReplyDelete
    Replies
    1. I know, I love every single one of them! Entah kenapa baju-baju fashion week dan couture tahun ini sangat mempesona!
      Hehehe aku juga ga sabar sakura hamil lagi <3
      Thank you yah sudah comment di tiap chapter! Looking forward reading your next comment <3

      Delete
  4. Please update sooon.
    Love this chapter :))
    I am curious about menma tgh.
    Love it

    ReplyDelete
    Replies
    1. Awww thank youu yahh!! Truly appreciate it!!
      I love writing Menma's mystery~ somehow got me excited ahahaha
      I will! Have a lovely day!

      Delete
  5. hi ka mel,,
    wahhh makin seru aja jalan ceritanya,, ditunggu kelanjutannya yah ka mel..

    ReplyDelete
    Replies
    1. Thank youu :) Ditunggu yahh ! As soon as I can start writing, I will write it for sure!

      Delete
  6. kak ditunggu nih kelanjutannya! Jangan bikin aku penasaran dong!

    ReplyDelete
    Replies
    1. Halo~ Kelanjutanya sudah ada~ Chapter 16 is out! Semoga penasarannya berkurang hehehe

      Delete
  7. Kapan lanjut ceritanya.kak aku jadi penasaran

    ReplyDelete
    Replies
    1. Halo :) Ceritanya akhirnya dilanjut. Chapter 16 is out today. I hope you love it~

      Delete
  8. Teteh melisa mah keren banget menulisnya...
    Saya itu penggemarnya sasuke, dan dalam tulisannya teteh sasuke dibuat image yang beda,
    N aku fikir it's good, pkoqnya the best dah critanya. Cahpter lanjutannya aku tunggu teteh..
    Teteh melisa penggemarnya exo ya...
    Sama teteh I'm EXO L.. ;)

    ReplyDelete
    Replies
    1. Wawawa! I'm also truly and madly in love with EXO~ Kris and Baekhyun is my bias <3 Walau belakangan ini lumayan gemes sama DO. Anyway Lightsaber udah keluar bagus ya!!! >.< Argh, that's beside the point~ Chapter 16 MUS is out! Semoga memuaskan yah

      Delete
  9. Kapan lanjut lagi cerita nya kak!! Aku gak sabar lagi nih!!,ceritanya menarik banget 5 jempol deh buat cerita ini!!😍

    ReplyDelete
    Replies
    1. Wah makasi udah diberikan 5 jempol~ Aku senang banget! Chapter 16 udah keluar loh~ I hope you like it :)

      Delete
  10. Suka banget pengen liat kelanjutanyaa!!

    ReplyDelete
    Replies
    1. Halo halo! Kelanjutannya sudah ada di chapter 16! Happy reading~

      Delete
  11. Hi Ka melll....
    udah lama banget ga update nih ka, ditungguin lohh,,,
    masih sibuk yah kayanya? tiap pagi liat updatetan tapi cerita ka mell ga ada,, hehehe ditunggu yah

    ReplyDelete
    Replies
    1. Halo halo~ Iya nih udah lama juga yah hehehe #sokpolos. Iya kali ini chapter 16 sudah di update ~ Semoga tidak mengecewakan yah :) Have fun reading~

      Delete
  12. suka banget dengan ceritanya... ^_^
    ditunggu yaa kelanjutannya... semangat!!

    ReplyDelete
    Replies
    1. Wah makasih udah suka banget sama cerita ini~ Chapter 16 yang kamu tunggu sudah di publish! I hope you like it~

      Delete
  13. Huhh nanggung bingiittttttt-,- updatenya berapa lama tiap 1chpter ? Penasaran lohhh

    ReplyDelete
    Replies
    1. Haloo~ Makasih udah menunggu hehhe chapter 16 is out today. I hope you like it :)

      Delete
  14. Ini fanfic terbaik yg pernah ku baca, alurnya bagus bgt , pemilihan katanya best bgt, romancenya dapet bgt, semuanya pk bgt! �� . Bikin pembaca senang berimajinasinya , berkelas bgt ampun deh gangerti lagi.
    Keep It up! aku tunggu next chapternya ya..

    ReplyDelete
  15. Hallo kak aku bener2 suka sama ff kakak. Kpan kakak update lagi? Ayo kak diupdate critanya, aku udah gak sabar nunggu hehe.. Critain sampai punya anak dong kak, pengen liat sikap sasuke waktu ngurus anaknya.
    Big thanks for making wonderful fanfiction :)

    ReplyDelete

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...