Marrying Uchiha Sasuke : Chapter 17

02:56 Melissa Gabriele 35 Comments

Marrying Uchiha Sasuke

Chapter 17

Kenangan Masa Lalu


Mount Everest
Image source : theamazingpics.com

Warning : Slight sexual implication
Disclaimer : I do not own Naruto

Saat Sakura membuka matanya, ia dapat melihat matahari terbit. Pancaran sinar itu menghampari sepanjang gunung Everest yang putih. Warna putih bersatu dengan warna merah, oranye, kuning dan merah muda. Awan tipis menghiasi angkasa, memantulkan bayangan-bayangan kecil di atas gunung tinggi. Walaupun ia melihat gunung itu dari dalam goa, namun pemandangan itu terlihat dengan jelas. Mungkin ini adalah pemandangan terindah yang pernah Sakura lihat. 

“Selamat pagi.” Suara Sasuke terdengar.

Wanita itu menatap suaminya yang baru bangun juga. Pria itu tidak mengenakan apa-apa. Kalau dipikir-pikir, hal ini pernah terjadi di Roma. Waktu itu mereka juga dalam keadaan yang sama. Namun hari ini ada yang berbeda. Sakura tidak berteriak kaget dan memukul suaminya dengan bantal. 

Kali ini ia tersenyum dan ikut membalas, “Selamat pagi Sasuke.”

Pria itu kemudian mengambil baju Sakura yang sudah kering, “Pakai ini...”

Entah kenapa Sakura ingin tertawa melihat perilaku suaminya yang perhatian. Dasar aneh. Seharusnya pria itu memakai baju duluan bukannya malah memakaikan baju untuk Sakura. Ia jadi mengingat kejadian tadi malam. Rasanya ia cukup kaget ketika tahu bahwa Uchiha Sasuke yang dingin dan menyebalkan itu ternyata sangat baik hati. Tadi malam pria itu begitu lembut dan penuh kasih. Rasanya setiap gerakannya begitu hati-hati. Ya. Sekarang Sakura tahu kalau ternyata alien dingin itu ... baik juga. Ternyata walau keras kepala dan ambisius, ia punya sisi yang lembut.

“Sakura....” Sasuke ikut memakai baju, kemudian ia terdiam.

“Ada apa?”

Pria itu masih terdiam. Kemudian Sakura melihat ekspresi yang tidak pernah Sasuke tunjukkan sebelumnya. Ternyata pria keras kepala yang kaku dan dingin itu bisa ... tersipu. Pria itu kelihatannya agak malu. Sakura tidak tahu kenapa, tapi ia ingin mengabadikan momen ini. Wajah Sasuke yang tersipu rasanya jauh lebih langka daripada melihat sunrise di gunung Everest.

“Soal kemarin....” Sasuke kali ini tidak berani menatap bola mata Sakura.

“Ya?”

Kali ini suaminya tampak lebih tersipu dari yang tadi, “Kemarin.... Kau tidak kesakitan bukan?”

Pertanyaan ini membuat Sakura tertawa kecil. Ternyata hal ini yang dikhawatirkan oleh Sasuke.... Dasar aneh. Waktu di Roma pria itu tidak peduli padanya, sekarang pria itu malah sangat perhatian. Sasuke memang sudah berubah selama satu tahun ini.

“Kemarin kau membuatku senang kok.” Sakura menepuk pundak suaminya, “Keep up the good work.”

Kalau dipikir-pikir... Sakura juga merasa dirinya berubah. Ia jadi jauh lebih dewasa. Pikirannya lebih terbuka dan ia lebih jujur kepada perasaanya. Waktu di Gili, ia tidak berani mengungkapkan keinginannya. Namun kali ini ia memutuskan untuk jujur kepada dirinya sendiri. Ia memang menginginkan Sasuke. Persetan dengan pernikahan bohongan ataupun pandangan Sasuke akan dirinya. Ia tahu perasaan ini tidak bohong. Kejujuran itu membuat dirinya lebih lega dan bahagia.

Ia ingin lebih jujur lagi. Sebenarnya ia juga ingin melepaskan kenangan masa lalunya. Selama ini kenangan itu terus menghantuinya. Apalagi saat Ino mengungkitnya. Ia ingin membicarakkan ini kepada Sasuke. Paling tidak ia tahu suaminya pasti akan mendengarkannya. Namun... mungkin nanti saja. Mungkin ia bisa menceritakkannya di tenda.

“Sasuke kita harus kembali ke base camp.” Sakura menguap sambil berjalan dengan lemas.

“Memangnya kau kuat berjalan sampai base camp?” Suara Sasuke terdengar lebih menyindir daripada khawatir.

“Kau sedang meremehkanku ya?” Sakura menatap suaminya dengan kesal.

“Kau kan high maintenance.” Sasuke menatap istrinya dengan wajah datar, rona di pipinya sudah hilang.

“Apa?” Sakura tidak percaya suaminya berani mengatakkan hal seperti itu kepadanya. 

Ia tidak high maintenance. Sungguh!

“Kau tidak tahan petir,” Sasuke melanjutkan, “Kau juga mudah lelah saat hiking.” 

“Oh ya omong-omong soal petir...” Sakura langsung tersenyum jahil, “Tadi malam kau bernyanyi nina bobo sambil ‘melakukannya’ denganku kan? That was hilarious!”

Mendengar itu, Sasuke langsung panik, “Itu karena ada petir!”

“Suaramu jelek sekali Sasuke.... Seperti biasanya....” Sakura tertawa terbahak-bahak.

Saat mereka keluar dari gua. Sakura masih tertawa. Ia benar-benar tidak habis pikir. Kemarin malam suara nina bobo itu benar-benar lucu dan sama sekali tidak seksi. Malam mereka tidak romantis, panas ataupun luar biasa seperti yang diceritakan oleh film-film hollywood. Namun kemarin malam Sasuke memang perhatian padanya, lembut dan ... ya suara pria itu menenangkan.

“Sudah puas tertawa belum?” Sasuke menghela napasnya.

Sakura kemudian berjalan lebih jauh dan melihat danau berwarna hijau emerald yang indah. Luar biasa. Ternyata ada danau seindah ini di dekat gunung Everest. Sakura dapat melihat pantulan gunung ikonik itu di atas air. Ternyata tersesat di gunung itu memang menyenangkan.


Gokyo Lake
Image source : telegraph.co.uk

“Sasuke ... tempat ini bagus sekali....” Sakura menatap danau itu dengan takjub.

“Ya, kalau tidak salah nama danau ini adalah Gokyo.” Sasuke ikut berdiri di sebelah Sakura.

“Indahnya....”

“Memang indah, tapi sistem danau ini rentan. Ia terletak di zona ekologis yang rapuh dan tidak stabil,” Sasuke menjelaskan, “Bencana seperti gletser bisa menghancurkan danau ini.”

“Hm ...” Sakura menerawang jauh, “Danau ini mirip pernikahan ya?”

“Maksudmu?”

“Tampak indah dari kejauhan, tapi sebenarnya tidak stabil dan bisa hancur kapan saja....” Sakura melanjutkan.

“Tidak hanya pernikahan. Keluarga juga sama. Each unhappy family is unhappy in its own way,” Sasuke mengambil kutipan dari buku Tolstoy, Anna Karenina. 

Sasuke benar, setiap keluarga punya masalahnya sendiri. Sama dengan Keluarga Uchiha yang dingin, Keluarga Haruno juga punya masalah. Hanya saja, Sakura terus lari dari masalah itu. Ia ingin terlihat sebagai keluarga yang hangat. Keluarga yang bahagia. Keluarga yang sempurna. Namun itu tidak benar. Itu hanyalah sebuah kebohongan. Tidak ada keluarga yang sempurna. Seperti kata Sasuke, ‘setiap keluarga tidak berbahagia dengan caranya sendiri’.

Mungkin ini saatnya Sakura berbicara soal keluarganya. Mungkin ini saatnya ia mengatakannya kepada Sasuke. Rahasianya ... dan traumanya. Sepenuhnya.

“Sasuke ... sebenarnya ceritaku soal trauma saat guntur datang....” Sakura berbicara dengan pelan, “Tidak seratus persen benar.”

Suaminya mengenggam tangan Sakura. Pria bermarga Uchiha itu mencoba untuk menenangkan istrinya. Namun Sakura masih belum merasa tenang.

“Malam itu saat mereka bertengkar, mereka tidak berbaikan,” Sakura melanjutkan, “Tapi mereka bercerai.”

Aneh. Ia tidak merasa lepas dan lega ketika mengatakan itu. Ia sudah jujur, tapi ia merasakan keringat dingin turun dari pelipisnya. Tubuh Sakura menggigil. Ia merasa kesal, sedih, bercampur lelah ketika ia mengeluarkan kalimat itu.

“Ayahku berselingkuh dengan wanita yang jauh lebih muda,” Sakura melanjutkan, kali ini ia menahan tangisnya, “Ia dan ibuku bertengkar dan kau tahu hal yang lucu? Mereka tidak merebutkan aku maupun cinta mereka... Namun mereka memperebutkan harta.”

Sakura tidak diinginkan oleh ayahnya. Ia tahu itu saat guntur datang. Saat ayah dan ibunya ingin bercerai. Saat perabotan rumah jatuh ke lantai. Ayahnya lebih memilih untuk bersama dengan wanita jahanam itu daripada dirinya. Ia menahan tangisannya. Kali ini suara ayahnya terdengar dengan jelas di benaknya.

“Aku tidak peduli soal siapa yang mendapat anak, tapi aku yang mendapat hartanya. Selama ini aku yang bekerja! Aku yang berhak mendapat aset dan investasi kita!”

Kali ini tangisan turun dari mata Sakura. Selama ini ia terus menerus menutup memori itu dari benaknya. Ketika kata-kata itu terdengar bersamaan dengan guntur, Sakura rasanya ingin bunuh diri. Ia bingung, kesal dan muak. Ke mana ayah dan ibunya yang sayang padanya? Ternyata uang jauh lebih penting daripada Sakura. 

Ia tidak ingin menerima kenyataan itu.... Jadi ia terus mencoba untuk menghilangkan memori itu dari benaknya. Ia mencoba untuk membayangkan kehidupan sebelum ayah dan ibunya berpisah. Sakura terjebak dalam ilusinya sendiri. Namun saat guntur datang, ilusi Sakura berhenti. Memori itu mencoba untuk masuk lagi, tapi Sakura tidak berani untuk mengingatnya. Karena itulah ia terus menggigil. Ia mencari tempat untuk melupakannya. Caranya adalah dengan lagu nina bobo. Lagu yang dinyanyikan oleh ayah dan ibunya sebelum ia tidur. Lagu itu membawanya kembali ke masa dimana keluarganya masih utuh, sempurna dan ... bahagia.

“Aku membohongi diriku dan semua orang,” Sakura menangis pelan, “Aku tidak ingin menerima kenyataan kalau orangtuaku tidak menginginkanku.”

Kali ini Sasuke memeluk istrinya dengan erat. Pria itu mengusap air mata Sakura dengan tangannya. Entah kenapa Sakura merasa lebih tenang.... Ia merasa diinginkan. Tidak seperti dengan keluarganya.

“Aku tahu ibumu sayang padamu Sakura,” Sasuke melanjutkan, “Saat ulang tahun ibumu, ia menatapmu dengan penuh kehangatan....”

“Benarkah?”

“Ya.” Sasuke melanjutkan, “Ibuku tidak pernah menatapku dengan tatapan seperti itu.”

“Ibuku mungkin sayang padaku, tapi aku tahu ayahku lebih menyayangi Akatsuki Konan daripada aku,” Sakura melanjutkan.

“Akatsuki Konan,” Sasuke tampak kaget mendengar nama itu.

“Ya, itu pacar ayahku....” Sakura melanjutkan, “Aku jarang bertemu dengan ayahku lagi semenjak ia berpacaran dengan Konan. Ayah bahkan hanya datang sebentar ke pernikahanku.”

“Akatsuki Konan yang kau maksud itu...” Sasuke melepaskan pelukannya, dan melanjutkan, “Konan si pemain flute terkenal?”

“Ya....” Sakura menghela napasnya, “Konan yang itu.”

“Wanita itu memang suka menghancurkan banyak hal....”

“Apa maksudmu?”

“Konan adalah pacar pertama dan terakhir Itachi,” Sasuke melanjutkan, “Kemudian setelah putus dengan Itachi, ia dikejar oleh Kisame.”

“Apa?! Kisame yang itu?!” Sakura langsung berteriak kaget.

“Tidak hanya pacaran, Konan hamil anak Kisame di luar nikah,” Sasuke melanjutkan, “Keluarga Hoshigaki merasa Konan tidak pantas untuk Kisame. Jadi mereka tidak diperbolehkan menikah.” 

“Tunggu! Pacar ayahku tidak punya anak kok....” Sakura tidak percaya hal ini.

“Konan memang tidak punya anak, tiba-tiba ia keguguran.” Sasuke menghela napasnya, “Kisame merasa itu karena keluarganya. Atau karena pacar baru Konan tidak suka pada anak Kisame. Kemudian pria itu stress dan proyek kami pun tertunda. Merepotkan sekali.”

“Tapi sekarang Kisame punya istri bukan?” Sakura melanjutkan.

“Karena pernikahan bisnis,” jawabnya, “Kudengar ia punya banyak selingkuhan. Walau selalu berganti terus setiap bulan.”

“Ia pasti masih mencintai Konan....” Sakura melanjutkan.

“Mungkin.”

Kali ini Sakura hanya bisa menghela napasnya. Kisame ternyata menyukai pacar ayahnya. Konan bahkan sempat hamil. Namun wanita itu keguguran seperti Sakura. Tunggu dulu ... Jangan-jangan, Kisame pikir ayah Sakura yang membunuh bayi itu? Karena itulah Kisame membunuh bayi Sakura? 

Entah kenapa Sakura jadi penasaran.... Sebenarnya apa hubungan Kisame, Konan dan ayahnya?

Kemudian ... Itachi. Ternyata seorang Uchiha Itachi juga pernah jatuh cinta. Kenapa pria itu tidak punya pacar lagi sampai sekarang? Sebenarnya sehebat apa Konan sampai bisa mengambil hati Kisame, Itachi dan ayah Sakura?

XXX


Tokyo Opera City Concert Hall
Image source : operacity.jp

Uchiha Itachi duduk dengan tenang sembari menikmati konser musik klasik di Tokyo Opera City Concert Hall. Ruang konser itu berkubah, penuh dengan kayu dan timber keemasan. Pencahayaan panelnya indah dan ada kaca berbentuk persegi yang menonjol dari langit-langit.

Kalau ingin jujur, Itachi bukan pria yang gemar datang ke konser musik. Namun hari ini ada wanita yang ia cintai. Wanita itu bermain flute hari ini. Walau ada banyak pemain musik di sana. Itachi dapat melihat wajah putih porselen wanita itu dengan jelas. Wajah putih itu seindah salju di Kloster... Kulitnya yang putih tampak kontras dengan bola mata ambernya yang hangat... Kemudian rambut kebiruan yang panjang dan lurus itu... Itachi ingat dulu ia sempat memainkan rambut itu. 


Konan's Francesca Miranda Fall 2016 Haute Couture
Image Source : weddinginspirasi
“Ternyata kau juga datang?”

Panjang umur. Suara Kisame terdengar dari samping. Pria berotot itu duduk di sebelah Itachi. Entah kenapa Itachi dan Kisame selalu saja bersama. Entah secara kebetulan atau karena pertemuan bisnis. 

“Ya. Konan bermain flute,” Itachi menunjuk wanita cantik itu dari kejauhan.

“Kau mendekati Konan untuk mengambil informasi soal Keluarga Akatsuki, kemudian mengambil semua hartanya...” Kisame melanjutkan, “Aku masih mengingat ekspresi Konan saat kau meninggalkannya. Ekspresi itu sangat indah.”

Itachi jadi mengingat kata-kata Kisame di pegunungan Kloster, Swiss. Saat itu Kisame juga mengungkit masa lalu Itachi dengan Konan. Entah apa yang direncanakan pria itu. Itachi hanya terdiam saja menanggapinya. Lebih baik diam daripada terus membicarakan soal masa lalu.

“Aku tahu rasanya melukai orang yang kita cinta...” Kisame tersenyum sinis, “Rasanya memuaskan bukan?”

Kali ini suara Kisame begitu kecil. Seperti sebuah bisikan. Seakan-akan pria itu sedang berbicara sendiran. Ah... Ya. Dulu setelah Itachi mendekati Konan untuk menguak kasus fraud dari Keluarga Akatsuki... Perusahaan Konan bangkrut. Saingan Keluarga Uchiha langsung berkurang satu. Namun, wanita itu kehilangan semua hartanya. Saat itulah Itachi meninggalkan Konan dan Kisame mulai mengejar wanita itu. Sayangnya Keluarga Hoshikage tidak menginginkan menantu seperti Konan.

Saat wanita itu hamil, Kisame meninggalkannya. Apakah saat melukai Konan, Kisame merasa puas? Apakah melukai orang yang dicintai memuaskan? Itachi tidak merasa seperti itu. Ia terus menyesal telah meninggalkan luka yang begitu besar untuk Konan.

“Kita berdua sama Itachi,” Kisame melanjutkan, “Kita orang yang jahat.”

“Hmm....” Itachi terus menatap Konan dari kejauhan. “Aku dan kau berbeda.”

“Kau dan aku sama-sama memalsukan identitas Menma,” Kisame melanjutkan, “Kau dan aku tahu kalau Sasori operasi plastik dan menyamar menjadi Menma.”

“Itu bukan rencana kita....” Itachi menambahkan, “Itu rencana Sasori.”

“Come on,” Kisame tertawa licik, “Tanpa bantuan kita, Sasori tidak mungkin bisa melancarkan rencananya. Ia terlalu miskin untuk bisa bertemu dengan Kushina. Kita yang membawanya masuk dan memalsukan dokumennya dengan sempurna.”

“Aku tidak punya pilihan,” Itachi menghela napasnya, “Ibuku...”

“Ibumu hanya alasan. Sadarlah Itachi... Kita berdua orang yang jahat....”

“Mungkin karena itulah Konan memilih pria yang lain.” Itachi menerawang jauh.

“Konan memilih pria yang tidak bisa apa-apa,” Kisame memukul kursinya, “Jika kita sudah memiliki perusahaan kita sendiri dan mengambil posisi ayahmu dan ayahku... Kita bisa merebut Konan.”

“Aku tidak tertarik untuk merebut Konan...” 

“Baguslah,” Kisame melanjutkan, “Kalau begitu aku yang akan merebutnya dari pria tua itu.”


Konan's Flute
Image source : keithlancaster.com

Kali ini Itachi berhenti berbicara. Ia melihat Konan yang bangkit berdiri dan memainkan Flute Concerto in D Major, K314. Seruling solo itu terdengar ringan dan bahagia. Benar-benar sesuai dengan komposisi klasik Mozart. Suaranya lembut, seperti angin yang datang dari panggung. Ketukannya ceria dan penuh warna, Allegro yang penuh dengan perasaan.

Ia mengenal Konan. Wanita itu bukanlah wanita yang riang dan ceria. Wanita itu dingin dan elegan. Penuh dengan wibawa. Namun kali ini... untuk pertama kalinya Itachi dapat melihat ekspresi Konan yang bahagia. Ia memang mencintai Konan, tapi wanita itu tampak lebih bahagia ketika tidak bersamanya.

Saat permainan seruling itu berakhir. Itachi pergi ke luar ruangan konser. Ia ingin pergi jauh dari Kisame dulu. Entah kenapa berada di dekat Kisame membawa banyak aura negatif kepada dirinya. 

“Tsunade-sama sudah kubilang... Aku tidak ingin berbicara soal Sakura...”


Ino's Self Potrait Dress & Itachi's Dolce & Gabbana Suit
Image source : asos.com , raffaello-network.com
Suara Yamanaka Ino terdengar. Ia kaget ketika melihat selingkuhan Kisame ada di gedung yang sama. Apakah Kisame pergi bersama dengan Ino? Tidak mungkin... Itachi mengenal sifat Kisame. Pria itu tidak mungkin membawa selingkuhannya ke tempat seperti ini. Hotel dan villa adalah tempat selingkuhan. Konser musik klasik? Not a chance. 

Itachi kemudian melihat wanita yang berada di dekat Ino. Kelihatannya wanita itu bernama Tsunade. Ah ya, kalau tidak salah wanita itu pemimpin branch rumah sakit terbesar di Jepang. Itachi sering melihatnya di pesta-pesta bisnis.

“Kalian itu... kenapa bertengkar?” Tsunade terdengar khawatir, tapi Ino tampak tidak senang, “Suasana di rumah sakit jadi tidak enak tahu.”


Tsunade's Hermes Kelly Alligator Clutch
Image source : purseblog
“Sudahlah... kau tonton saja konser musik klasiknya sendirian...” Ino meninggalkan Tsunade dengan lemas, “Aku ingin pulang saja.”

Itachi ingin mengingatkan Ino soal Kisame. Ia ingin memberitahu wanita itu kalau Kisame hanya main-main saja dengannya. Namun kata-kata itu tidak keluar. Ia lebih mementingkan hubungan bisnisnya dengan Kisame. Ia mengingat saham-sahamnya yang ia titipkan ke tangan Kisame... Kemudian rencana mereka untuk mengambil kekuasaan perusahaan. Ia kembali ke prinsip give and take. Apa yang bisa Ino berikan kepadanya? Tidak ada. Karena itulah Itachi hanya bisa terdiam saja. Ia hanya membiarkan Ino melangkah pergi.

Mungkin Kisame benar. Itachi memang orang yang jahat.

XXX


Tsukiji Fish Market
Image source : edokko.jp
Uchiha Sasuke menutup hidungnya dengan sapu tangan. Udara di Tokyo benar-benar berbeda dari Tibet dan Nepal yang segar. Apalagi kali ini ia berada di tengah-tengah Tsukiji Fish Market. Pasar ikan terbesar di Jepang itu benar-benar bau amis dan penuh dengan pengunjung. Untuk apa seorang penerus Perusahaan Uchiha datang ke pasar ikan? Pertanyaan bagus. Itu karena Uchiha Sasuke punya strategi bisnis yang berhubungan dengan ikan.

“Sasuke, kau seperti orang norak.” Sakura tertawa kecil melihat suaminya yang masih menutup hidung dengan sapu tangan, “Kau tidak pernah ke pasar ikan ya?”

“Kalau bukan karena Namikaze Kushina... Aku tidak akan mau datang ke pasar ikan.” Sasuke menghela napasnya.


Sasuke's Ralph Lauren 2015, Sakura's Chloé Resort 2016
Image source : vslmag.com , vogue
Ya. Ini semua karena Kushina. Sebagai pemimpin Perusahaan Namikaze, Kushina punya peran yang besar. Namikaze bermain di dunia properti, begitu juga dengan Uchiha. Mereka memang bersaing, tapi Perusahaan Namikaze juga sering membantu beberapa proyek besar. Tentunya jika Kushina menginginkan sesuatu, Sasuke akan berusaha untuk mengabulkan keinginan itu. Sasuke bisa menjalin hubungan yang baik dengan Kushina. Ini juga bisa membawa keuntungan kepadanya di masa depan.

Kembali lagi ke pasar ikan ini. Kenapa Sasuke harus datang ke pasar ikan? Itu semua karena Kushina suka sushi dan ikan. Ia begitu menyukainya sampai-sampai ia rela terbang ke Jepang untuk datang ke lelang ikan termahal di Jepang. Ya. Kushina menginginkan 180kg Bluefin Tuna langka yang akan dilelang pagi ini. Tuna itu begitu langka sampai-sampai banyak yang rela untuk membeli ikan itu dengan harga yang mahal. Sebenarnya Sasuke bisa menyuruh orang dan melelang lewat telepon. Sayangnya Kushina ingin melihat ikan itu dengan matanya sendiri. Ia ingin membeli ikan itu secara langsung.

“Sasuke! Kushina-san bilang ia akan datang terlambat.” Sakura membaca SMS dari Kushina, “Sepertinya kita bisa mulai lelang duluan.”

“Baiklah.” Sasuke akhirnya melepas sapu tangannya, ia sudah mulai terbiasa dengan bau amis ikan yang menusuk itu.

Setelah pidato singkat dan pembukaan... Lelang itu akhirnya dimulai. Ikan Tuna yang besar dan langka itu tampak segar karena baru ditangkap. Siripnya benar-benar berwarna biru seperti namanya. Ikan yang langka itu punya pesona sendiri. Sasuke mengerti kenapa banyak orang yang ingin melihat ikan ini secara langsung. Dalam waktu yang singkat, orang-orang sudah mulai menawar harga. Ia dapat mendengar suara para pelanggan yang berteriak.


Giant Blue Fish Tuna
Image source : huffingtonpost.com.au 
“1 juta yen!”

“1.2 juta yen!”

“1.5 juta yen!”

Jika di pasar ikan lain pelanggannya menawar harga lebih murah. Lelang ikan langka ini justru kebalikannya. Semua orang menawar dengan harga yang tinggi. Warga Jepang menyukai Bluefish Tuna. Memiliki ikan ini layaknya sebuah prestise. Tuna ini bahkan disebut sebagai Ferrari di bawah laut.

“Sasuke, kita tidak ikut menawar harga?” Sakura bertanya kepada suaminya.

“Diam saja dan tunggu sampai harganya naik.” Sasuke menatap ikan itu dengan dingin, “Itu adalah salah satu strategi lelang.”

Sasuke mulai memperhatikan sekitarnya. Suara tawar-menawar semakin sedikit.

“2 juta yen!”

“2.5 juta yen!”

Harganya mulai mahal. Mungkin kali ini Sasuke sudah bisa mulai menawar. Jika ia menawar dengan harga yang sangat tinggi, ia bisa membuat para bidder mengundurkan diri.

“3.5 juta yen.” Sasuke mengangkat tangannya.

Kali ini semua orang terdiam. Harganya naik dengan begitu pesat. Tentu saja, Sasuke menaikkan harga sampai 1 juta yen lebih mahal. Sekarang para pelanggan mulai berbisik-bisik. Pasti banyak yang ragu untuk terus menawar. Sasuke yakin hampir 90 persen dari orang-orang di tempat ini sudah mengundurkan diri.

“Sasuke! Kenapa kau menawar mahal sekali?!” Kali ini Sakura yang berbisik kepadanya.

“Kenapa? Harganya sama dengan tas Hermes Kelly.” Sasuke menghela napasnya, “Belum sampai semahal tas Birkin yang kau beli waktu itu.”

“Tapi ini ikan Sasuke!” Sakura setengah berteriak, “Ikan!”

“3.7 juta yen-ttebayo!” Suara Naruto terdengar dari kejauhan.

Uzumaki Naruto juga ikut lelang? Menarik. Sasuke memang tahu kalau Naruto suka sushi. Anak itu benar-benar penggemar ikan tuna sejati. Namun ia tidak menyangka kalau Naruto akan ikut lelang ini juga. Bahkan anak itu berani menawar dengan harga setinggi ini... Luar biasa.

“Naruto?!” Kali ini Sakura yang berteriak.

Mendengar teriakan Sakura, Naruto langsung berlari ke tempat pasangan suami istri Uchiha. Pria berambut pirang itu datang dengan Hinata. Sasuke dapat melihat betapa Naruto menginginkan tuna ini dari wajahnya.


Hinata's Alice + Olivia 2015, Naruto's River Island Bomber Jacket
Image source : saksfifthavenue.com asos.com

“Sasuke, kumohon biarkan aku memenangkan lelang ini,” Naruto tampak memelas.

“4 juta yen.” Sasuke mengangkat tangannya.

Kali ini wajah Naruto tampak kesal. Kelihatannya perang antar Uzumaki dan Uchiha terjadi lagi. Kali ini mereka memperebutkan ikan tuna. Naruto memang suka ikan ini, sedangkan Sasuke harus membelinya untuk mendapat kepercayaan pemimpin Perusahaan Namikaze.

Naruto akhirnya mengangkat tangannya lagi. “4.1 juta yen untuk tuna indah itu!”

Pemimpin lelang kemudian mengambil palunya. “4.1 juta yen going once... going twice...”

“4.5 juta yen!” Sasuke menaikkan harganya sampai Naruto tampak lemas.

Raut wajah Naruto yang kesal membuktikkan satu hal. Anak bodoh itu tidak ingin membayar dengan harga semahal itu untuk seekor ikan tuna. Tentu saja Sasuke akan memenangkan lelang ini. Ia sudah berjanji kepada Kushina dan wanita itu akhirnya datang ke tempat lelang ini di saat-saat terakhir. 

Dari kejauhan Sasuke dapat melihat Kushina datang dan melambaikan tangannya. Ia harus memenangkan ikan tuna sial ini.

“4.5 juta yen going once... going twice...”

Kali ini tidak ada siapapun yang menawar harga lebih tinggi. Sasuke tahu hari ini adalah hari kemenangannya. Ia tahu saat palu lelang itu akhirnya diketuk. Suara palu itu seperti suara terompet kemenangan di telinga Sasuke.

“Terjual dengan harga 4.5 juta yen untuk pria di sebelah sana.”

Semua orang bertepuk tangan ketika Sasuke berjalan ke depan. Ia berjabat tangan dengan sang nelayan dan mengambil foto di dekat ikan tuna besar itu. Dari depan, ia dapat melihat Kushina tersenyum bangga. Kelihatannya ia sudah berhasil mendapatkan kepercayaan Perusahaan Namikaze. 

Saat Sasuke berjalan ke arah Kushina, Naruto tiba-tiba datang dan menepuk pundak Sasuke, “Sasuke! Bisakah aku mencicipi ikan itu sedikit saja?”

“Tidak bisa, aku membeli tuna ini untuk Namikaze Kushina.”

“Ayolah Sasuke! Sedikit saja!” Naruto memohon, “Perusahaanku akhirnya meliris program IT baru yang bernama Kage. Profitnya 300% lebih besar dari perkiraanku. Aku ingin merayakan hari yang bahagia ini-ttebayo!” 

“Ttebayo?” Suara Kushina tampak kaget.

Wanita itu tampak lebih kaget lagi ketika melihat Naruto. Sasuke tahu kalau Menma dan Naruto memang sangat mirip— Terlalu mirip. Ini pertama kalinya Kushina melihat Naruto, jadi wanita itu tampak luar biasa kaget.


Kushina's Theory Pants & Isa Afren Coat
Image source : net-a-porter.com
“Menma... aku pikir kebiasaanmu berbicara dengan –ttebayo sudah hilang.” Kushina berjalan mendekati Naruto, “Suaramu jadi lebih ceria dari tadi pagi nak! Tadinya aku ingin membeli tuna favoritmu sebagai kejutan hari ini, tapi aku malah bertemu denganmu di sini-ttebane!”

“Eh?” Naruto tampak bingung.

“Yah! Kejutan ibu jadi gagal!” Kushina tertawa melihat wajah bingung Naruto.

“Naruto-kun!” Suara Hinata terdengar dari belakang, “Kau berlari cepat sekali...”

“Naruto!” Suara teriakan Sakura juga terdengar, “Jangan curi tuna Sasuke! Tuna itu lebih mahal dari tas Birkin!”

“Naruto?” Kushina yang tampak bingung kali ini.

“Ah, maaf Kushina-san, pria ini adalah Uzumaki Naruto, pendiri Perusahaan IT baru di Jepang... Ia baru saja meliris program terkenal yang bernama Kage.” Sasuke memperkenalkan sahabatnya, “Naruto, wanita ini bernama Namikaze Kushina, pemilik perusahaan properti terbesar di New York.”

“Maaf Naruto! Kau mirip sekali dengan anakku.” Kushina tersenyum hangat, “Dulu anakku juga suka berbicara dengan –ttebayo kalau ia bersemangat. Namun kebiasaan itu sudah hilang sekarang.”

“Ah begitukah?” Naruto ikut tersenyum hangat, “Kau membeli tuna ini untuk orang yang mirip aku ya?”

 “Ya— Tapi kau... benar-benar mirip.” Kushina menatap Naruto dengan seksama, “Gerak-gerikmu, caramu berbicara, ekspresimu... Mirip dengan Menma saat masih kecil.”

Ya. Menurut Sasuke juga begitu. Naruto terlalu mirip dengan Menma yang dulu. Alergi marshmallow dan kebiasaannya berbicara –ttebayo tidak dapat dilakukan Menma yang sekarang. Sasuke juga sudah banyak mencari tahu soal identitas Menma yang ia anggap palsu. Identitasnya tampak dibuat-buat. Kemudian ia mencari data soal Naruto. Ia menemukan bahwa tanggal Naruto masuk ke panti asuhan hanya berbeda satu minggu dari tanggal hilangnya Menma waktu itu. Jangan-jangan anak Kushina yang sebenarnya adalah Naruto? 

“Naruto... Apa kau mengingat kejadian sebelum kau di terima di panti asuhan?” Sasuke bertanya kepada sahabatnya.

“Kenapa kau tiba-tiba bertanya hal seperti itu?” Naruto tampak bingung.

“Jawab saja.”

“Tidak sih.” Naruto menghela napasnya, “Kata dokter aku amnesia karena trauma. Aku tidak tahu trauma apa.”

Ya. Sekarang Sasuke tahu pasti... Kalau tebakannya benar. Ia hanya butuh tes DNA. Walaupun tes DNA Menma 99% sama dengan DNA Kushina. Namun ia merasa kalau ada yang aneh dengan tes DNA itu. Mungkin saja tes itu dipalsukan oleh seseorang. Tes DNA itu terlalu cepat dan dilakukan di rumah sakit milik sahabat Itachi. Ia merasa Itachi pasti memalsukan tes DNA itu melalui koneksi bisnisnya.

“Kushina-san apakah anda benar-benar merasa kalau Menma adalah Menma yang asli?” Sasuke bertanya dengan serius.

Kali ini Kushina menatap Sasuke dengan serius. Kelihatannya wanita itu juga mulai memikirkan identitas anaknya. Sasuke tahu ibu pasti mengenali anak yang asli dan yang palsu. Kali ini ia merasa takdir berpihak padanya. Kushina mungkin akan mendegarkan teori dari Sasuke.

“Sebenarnya... terkadang aku merasa ragu.” Kushina menghela napasnya, “Kurasa lebih baik jika kita berbicara di tempat lain.”

XXX


Gora-Kada Ryokan Hallway
Image source : instagram.com
Malam itu, Haruno Sakura sampai di salah satu ryokan termahal di Jepang. Namanya Gora-kadan ryokan. Penginapan itu terkenal sebagai penginapan dengan pemandian air panas termewah. Dari luar penginapan ini tampak modern, tapi dari dalam interior khas zaman Edo terlihat kental. Percampuran interior tradisional dan kontemporer membuat tempat ini begitu indah. 

Sakura berjalan menelusuri lorong ryokan itu dengan kimono kontemporer karya desainer Russia, Dima Neu. Kimono putih-merah yang Sakura kenakan tampak terbuka dan modern. Mirip dengan penginapan ini. Dinding kayu yang dilengkapi dengan kaca-kaca membuat lorong penginapan menjadi terbuka. Sakura dapat melihat pepohonan hijau dari balik kaca. 


Sakura's Dimaneu Fall/Winter 2015-2016
Image source : denimjeansobserver.com
Lorong itu terasa begitu panjang baginya. Sejak tadi Sakura masih saja belum sampai ke ujung lorong. Sungguh, ia ingin segera masuk ke kamarnya. Ia belum melihat Sasuke lagi semenjak kejadian tadi pagi. Setelah pergi dari pasar ikan, Sasuke, Naruto dan Kushina berangkat untuk membicarakan soal Menma. Sakura benar-benar penasaran soal intrik itu.

Ia hanya tahu kalau Menma operasi plastik, tapi ia tidak tahu hal lebih lanjut soal jati diri pria itu. Sejujurnya ia tidak ingin ikut campur soal masalah keluarga orang lain, tapi ia penasaran. Sungguh, ia ingin segera berlari menuju ke kamarnya dan bertemu dengan Sasuke. Ia ingin tahu hasil diskusi Sasuke, Naruto dan Kushina. Apakah Menma adalah Menma?

“Sa..Sakura-san?”

Kali ini semangat Sakura tiba-tiba hilang. Ia bertemu dengan wanita yang sangat tidak ingin ia temukan. Akatsuki Konan. Wanita itu tampak elegan dengan kimono tradisional berwarna putih. Berbeda dengan Sakura yang sama sekali tidak feminim. Konan cantik sekali. Rasanya sangat menyebalkan ketika tahu pacar ayahnya lebih cantik dari dirinya. Ia jadi bertanya-tanya. Apakah ayahnya ada di tempat ini? Ia benar-benar tidak ingin terjebak di situasi seperti ini.


Konan's Furisode Designed by Yukiko Hanai
Image source : pinterest.com 
Sungguh. Ia tidak ingin berhubungan dengan kenyataan bodoh ini— Perceraian dan pacar muda. Seharusnya ayah dan ibunya tidak pernah bercerai. Dengan begitu, Sakura tidak perlu terjebak di situasi semacam ini. Sungguh, Konan membuat Sakura pucat. Ia tidak bisa berbicara apa-apa. Ia ingin kabur. Ia ingin lari dari tempat ini... Sekarang juga.

“Sakura, sampai kapan kau akan diam di sana?” Sasuke berdiri di ujung lorong.

Di balik Konan dan jendela-jendela kaca, Sasuke berdiri dengan kimono. Ya Tuhan, Sakura benar-benar merasa Sasuke penyelamat hidupnya. Sekarang ia bisa langsung berlari ke arah pria itu dan menghindari wanita jahanam yang bermarga Akatsuki ini.

Tanpa basa-basi lagi, Sakura langsung berlari sekuat tenaga menuju ke arah Sasuke. Persetan dengan Konan dan lorong panjang ini. Ia kemudian langsung menarik tangan pria itu.


Sasuke's Kimono from Jotaro Saito 2015 Autumn/Winter Collection
Image source : kikikimono.tumblr.com
“Sasuke, ayo lari.” Sakura berlari dengan panik, “Cepat!”

“Kenapa?” Sasuke tampak bingung.

Sakura tidak ingin mengungkit Konan lagi. Ia tidak ingin membicarakan soal wanita sialan itu. Kalau ia mengingat wajah porselen wanita itu lagi, ia bisa darah tinggi. Sungguh, ia hanya ingin masuk ke dalam kamar mereka dan tidur saja.

“Sasuke.... Aku sudah tidak kuat lagi!” 

Ya. Sakura sudah tidak kuat lagi dengan Konan dan ayahnya. Ia tidak ingin bertemu dengan ayahnya di tengah jalan. Itu akan menjadi sangat aneh. Apa yang harus ia katakan kepada ayahnya? Bagaimana kalau ia tanpa sengaja melihat ayahnya berciuman dengan Konan? Itu akan menjadi sangat menjijikan!

Saat Sakura dan Sasuke masuk ke dalam kamar mereka. Sakura hanya bisa menghela napas lega. Sekarang ia aman dari ayahnya dan Konan. Ia benar-benar merasa jauh lebih lega dan—

“Apa yang kau lakukan?!” Sakura berteriak kaget ketika suaminya membuka kimononya.

Sasuke sekarang sudah telanjang. Di kamar tradisional itu Sasuke meletakkan kimononya di atas lantai. Sasuke tampak berotot dan berkeringat di balik pemandangan onsen dari kamar itu. Sakura tidak mengerti kenapa pria itu telanjang. Apa Sasuke ingin mandi? Penginapan ini memang punya pemandian air panas pribadi di setiap kamarnya. Bahkan Sakura sudah bisa melihat kolam air tradisional itu dari dalam kamar. Batu-batu alami dan uap panasnya tampak jelas dari balik pintu kayu yang sekarang terbuka. Jadi alasan Sasuke membuka bajunya pasti karena pria itu ingin mandi bukan? Pasti begitu!

“Oh, begitu...” Sakura mengangguk 

“Ya.” Sasuke ikut mengangguk.


Gora-Kadan suite
Image source : remotelands.com

Setelah menarik kesimpulan itu, Sakura memutuskan untuk memalingkan wajahnya. Rasanya tidak sopan memandang suaminya yang sedang telanjang.

Suara Sasuke terdengar bingung, “Katanya kau sudah tidak kuat lagi? Kenapa kau masih tidak buka baju?” 

Tunggu. Bagi Sasuke, tidak kuat lagi itu maksudnya...

“Bukan itu!” Wajah Sakura sudah merah merona sekarang, “Aku bukan wanita semacam itu!”

“Kau ini!” Sasuke langsung mengenakan kimononya lagi dengan sigap, “Kenapa selalu saja memberi sinyal yang memusingkan?”

“Aku memberi sinyal memusingkan?” Sakura langsung menaikkan satu alisnya, “Kau yang selalu memberi sinyal memusingkan!”

“Oh ya?” Sasuke tampak tidak percaya.

“Ya!” Sakura menunjuk wajah Sasuke dengan percaya diri, “Kau selalu saja punya wajah dingin yang datar! Kau pikir aku bisa bahasa batu? Kau selalu saja sok keren dan sok rahasia, aku tidak bisa membaca pikiranmu—”

Sasuke langsung mencium istrinya dengan lembut. Kali ini Sakura terdiam karena kaget. Ini pertama kalinya Sasuke langsung mengambil inisiatif untuk mencium bibirnya dengan lembut seperti itu.

“Kalau kau tidak mengerti sinyalku memanggilmu ke onsen ini.... Aku akan memberitahukannya padamu.” Sasuke menciumnya sekali lagi, “Aku ingin memiliki penerus Uchiha di sini.”

“Apa?” Sakura tampak terkejut melihat tanggapan Sasuke.

“Kushina setuju untuk mengambil tes DNA sekali lagi dengan Menma,” Sasuke melanjutkan, “Kalau Itachi terbukti memalsukan tes itu, Itachi bisa dituntut secara hukum.”

Sasuke kali ini berhenti menciumnya. Pria itu menatap Sakura dengan tulus dan serius. Malam itu, di dekat onsen dan cahaya rembulan, pria itu menggenggam tangan kecil Sakura.

“Setelah aku mengalahkan Itachi, kita bisa membesarkan anak kita sebagai penerusku.” Sasuke tampak serius. 

“Kau ingin punya ... anak?” Sakura tampak kaget dengan pernyataan suaminya.

“Ya.” Sasuke terus menatap istrinya.

Kali ini Sakura yang membalas ciuman suaminya, “Aku juga.”

Mereka kemudian saling berciuman di bawah cahaya rembulan. Sasuke memeluk Sakura dan melepas kimono istrinya. Kali ini Sakura tertawa kecil.

“Ada apa?” Sasuke tampak bingung.

“Kali ini jangan nyanyi nina bobo sambil melakukannya ya,” Sakura tertawa terbahak-bahak sekarang, “Saat di goa, nina bobonya menghancurkan suasana.”

Sasuke langsung terlihat panik. “Hei, Sakura—”

“Nina bobo!” Sakura mencoba untuk mengikuti suara konslet Sasuke, “Oh.... Nina apapun itu....”

“Sakura!!!” Kali ini wajah Sasuke tampak seperti anak kecil yang takut di suntik, “Cukup!”

Melihat tingkah laku Sasuke, ia jadi tertawa terus. Padahal mereka ingin melakukan hubungan intim.... Namun rasanya berbeda. Kali ini Sakura merasa tenang, bahagia dan hangat. Ia tidak menyesal menjaga keperawanannya sampai sekarang. Jika ia berhubungan seks dengan Sai saat berpacaran dulu, perasaan ini mungkin tidak ada. Perasaan berharga ini. Hubungan intim memang sebuah hadiah yang berarti bagi pasangan suami istri. Tidak hanya hawa napsu saja, tapi mereka akan membuat sebuah kehidupan baru.

Mereka akan membuat sebuah keluarga. Tanggung jawab yang besar itu membuat Sakura tersenyum hangat. Kali ini ia merasa siap. Ia merasa ia sedang berada di waktu dan tempat yang tepat. Ya. Kali ini ia bersyukur telah menunggu sampai sekian lama. Menunggu orang yang tepat di saat yang tepat... It’s worth it.


Gora-kadan Ryokan
Image source : instagram.com

XXX

TBC

XXX

A/N:

Thank you for waiting for this chapter! Christmas is coming dan aku ingin memberi cerita yang baik sebelum natal tiba~ Chapter kali ini punya moral yang sangat berarti bagiku. Menurutku menjaga keperawanan sampai menikah adalah hal yang sangat berarti. Jika pria itu benar-benar mencintaimu, ia pasti akan menunggumu. Bahkan saat menikah pun, jika kau belum siap, ia tidak akan memaksamu. Menurutku ini adalah hal yang sangat indah. 

Aku tidak memberi kesan yang negatif soal seks di luar nikah. Everyone has their own choices... However, remember to stay safe! Kondom adalah hal yang sangat penting. Walau kau sangat mengenal pria itu, kau tidak akan pernah tahu jika ia punya penyakit yang bisa datang lewat hubungan intim. Herpes, HIV dan AIDS sangat berbahaya. Not just for you, tapi juga untuk anakmu. Penyakit ini bisa ditularkan kepada bayimu.

Anyways! Thank you again! Semoga kalian menikmati liburan kalian! Aku sangat senang menuliskan chapter ini. Let me know what you think about this chapter!

Merry Christmas & Happy New Year!


Enjoy your holiday :)

Martin Place, Sydney, Australia
Image source : My instagram


<<Previous Chapter

35 comments:

  1. kak akhirnya update! Merry Christmas and Happy New Year kak!
    Thank you, moral cerita ini bagus banget, aku setuju... virginity itu memang harus dijaga sampai nikah. Kalau ga pake kondom dan paling ga jaga ksehatan tubuh juga untuk anak. thanks kak pesannya.

    -Dewi

    ReplyDelete
    Replies
    1. Hi, Dewi... I'm so happy I can write a story that gives a good morale. Yes, safe sex is very important as sexually transmitted diseases are very dangerous. It is even better if you can wait until you get married :) It's a gift to your new family...

      Iya, Merry Christmas and Happy New Year!

      Delete
  2. Yeeyy. Udh update. Aku tunggu chapter selanjutnya kak. Keep writing❤

    ReplyDelete
    Replies
    1. Haiii~ Makasih yahh udah mau tunggu cerita ini hehhee. I will keep writing! Happy holidays yah! Enjoy the winter break! XD

      Delete
  3. Yeeyy. Udh update. Aku tunggu chapter selanjutnya kak. Keep writing❤

    ReplyDelete
  4. Hore! Merry Christmas kak!
    Sasusaku so sweet, dan ikan seharga tas birkin! OMO! Aku baru tahu ada!

    ReplyDelete
    Replies
    1. Betul sekali, ada ikan yang lebih mahal dari tas birkin :) Lelang memang luar biasa! Namun, kalau birkin langka di lelang, aku yakin pasti lebih mahal dari ikan ini hehhee.

      Merry Christmas yah!

      Delete
  5. Yeah merry Christmas and happy New year kak | cerita kali ini seru banget deh kapan di lanjutkan lagi kak keep writing

    ReplyDelete
    Replies
    1. Iya merry christmas to you too! Wah, thank you udah dibilang seru! I will update the next chapter in 2016. :)

      Delete
  6. Ahh! Speechless xD
    Pokoknya lanjut ya kak! and yosh!
    Merry Christmas! :)

    ReplyDelete
    Replies
    1. Thank youuu yah! Aku senang bisa bikin kamu speechless! Merry Christmas yah! Happy holidays!

      Delete
  7. YEY AKHIRNYA CH 17 UDAH DI UPDATE , TTP SEMANGAT YA KAK LANJUTIN FANFIC NYA ^3^

    ReplyDelete
    Replies
    1. Iya Maachan! Aku pasti semangat lanjutin chapter 18 hehehe! Happy holidays!

      Delete
  8. aduhh kak senengnya.. pulang liburan langsung baca cerita kakak yg uda update. tapi sayang aku telat 2 hari bacanya (ini semua karena tempat liburan ku ditengah2 hutan)
    dan.. ini ku anggap jadi kado ultah ku yg ke 17 pas dengan chapter ke 17 yg sasusaku nya sweet banget. ^^
    seneng deh..

    ReplyDelete
    Replies
    1. Wah, maaf yah aku telat bales... ehhehe. Aku senang sekali baca cerita ini seperti kado ultahmu! I wish you're happy again karena chapter 18 sudah di publish! Selamat membaca~

      Delete
  9. Kakkkk akhirnya update juga sweet bangettt!!!! Lanjutin lg kak di tunggu yaaaaa �� aku nunggu2in banget

    ReplyDelete
    Replies
    1. Halo haloo~ Wahhh wah, makasih udah dibilang sweet banget, aku sudah update chapter 18 ~ I hope you like it~

      Delete
  10. di tunggu ya kak lanjutanya..?? uda gak sabar ingin baca lanjutanya lagi..

    ReplyDelete
    Replies
    1. Haloooo~
      Chapter 18 is up!
      Thank you atas reviewnya yah dan terimakasih sudah menunggu~ I hope you like this chapter!

      Delete
  11. Di tunggu chapter selanjutnya..
    Gak sabar dengan ceritanya, bikin greget

    ReplyDelete
    Replies
    1. Hi hi!
      Chapter 18 is up! Wah makasih udah dibilang greget, it means so much to me~

      Delete
  12. Senengnya ... aku nunggu dari awal desember loh kak untuk chap17 nya... gomawo

    ReplyDelete
    Replies
    1. Wah makasih udah nunggu chap 17 dari desember hehhe... Sekarang chap 18 sudah keluar juga~ I hope you enjoy it too~

      Delete
  13. Ya ampuuuun kak keren bgt critanya jd baper dech bacanya...soo sweet...

    ReplyDelete
    Replies
    1. Haloo~ Aku senang kamu baper hehhe, aku nulisnya juga baper banget hahha chap 18 sudah diliris dan aku harap kamu baper lagii XD

      Delete
  14. Makasih ya kak udah di update lagi. Tetep semangat nulisnya dan happy new year kak! may God bless you always! Selamat menikmati liburan. Happy holiday kak:)

    ReplyDelete
    Replies
    1. Wah makasih banget! Happy holiday juga kalau kamu masih libur hehhe XD Chap 18 sudah di publish! Selamat membacaaa

      Delete
  15. makasih kak udah update :) Tuhan berkati. tulisan kakak menghibur banget dan selalu kutunggu :)

    ReplyDelete
    Replies
    1. Aduh makasih banyak sudah di komen hehhe XD Tuhan berkati juga!
      Chapter 18 is up! Semoga kamu merasa terhibur membacanya yah!

      Delete
  16. Hahaha mengibur banget kak!!
    menurutku konfliknya sedikit mengurang.tapi itu bagus kok,lebih mengurang lebih baik.klo konfliknya ga mengurang nanti ceritanya jadi rumit.
    Terus berkarya qaqa😘.
    #sheny

    ReplyDelete
    Replies
    1. Halo jugaaa aku senang menulis konflik yang sedikit, tapi nanti muncul lagi... I think it's my guilty pleasure heheh XD Aku harap kamu terus membaca yah!

      Delete
  17. Melissa, ive never seen before fanfic sebagus ini, alurnya ok sekali , dan ceritanya dikemas jd sangat berkelas disetiap paragraf, kata2 yg digunakan dan juga dideskripsikan bgmna cara2 berpakaian dan cara hidup dr tokoh2 di dlmnya yg serba mewah dan berkelas sampai readers bisa merasa sangat senang mengimajinasikannya.. Awesome. Keep it up , SANGAT ditunggu kelanjutannya~❤️

    ReplyDelete
    Replies
    1. Wah makasih banyak! It means so much, aku harap kamu akan menuliskan komen lagi di chap berikutnya karena chapter 18 sudah diliris! Selamat membaca yahh~ Aku senang sekali membaca pujianmu, jadi terbang ke langit ketujuh deh hehe XD

      Delete
  18. Replies
    1. hiiii~
      Chapter 18 is up!
      Thank you atas reviewnya yah! I hope you like this chapter!

      Delete

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...