My First Love is My Housekeeper : Chapter 5

02:56 Melissa Gabriele 4 Comments

My First Love is My Housekeeper!

Chapter 5

Darth Vader

Gardens By the Bay
Image source : thousandwonders.net
Disclaimer : I do not own Naruto

Pagi itu Uzumaki Naruto melangkah menuju ke tempat syuting Masterchef Celebrity dengan kagum. Reality show memasak itu disyuting di Gardens by the Bay. Taman kota yang asri ini terletak di dekat gedung-gedung tinggi Singapore. Di dalam taman itu ada juga gedung-gedung yang menyerupai pohon. Pohon-pohon buatan itu dihiasi oleh lampu-lampu neon hijau. Rasanya seperti melihat pohon dari masa depan! Tempat ini keren sekali! Wow, Uchiha Sasuke benar-benar punya budget yang besar untuk acara ini. 

Di tengah taman kota itu sang artis kekinian dapat melihat meja-meja putih yang berjajar, peralatan dapur, kamera-kamera berkualitas tinggi, serta jam raksasa khas Masterchef. Para kru yang mengenakan seragam tampak sibuk menyiapkan tempat syuting outdoor itu. Camera men tampak siap merekam, security dan bodyguards siap sedia di berbagai sisi, tempat itu benar-benar tampak ramai. Namun, Naruto tidak dapat melihat orang awam di antara keramaian itu. Di dalam taman itu hanya ada kru dan artis-artis terkenal Asia. 


Masterchef Clock
Image source : alanabread

Hebat. Sasuke pasti menyewa tempat ini! Artis-artis internasional seperti Tenten, Tenmari dan penyanyi rock PAIN ada di sana. Ia juga dapat melihat Gaara yang sempat bermain serial mandarin dengan Choi Siwon. Ya ampun! Semua artis terkenal Asia ada di tempat ini! Pantas saja Sasuke memilih Singapura! Pria itu ingin mengumpulkan artis-artis dari berbagai negara yang berbeda!

“Ara~ ternyata Naruto juga ada di sini.” 

Suara menyebalkan itu! Suara siapa lagi kalau bukan Yamanaka Ino!


Naruto's Fred Perry shirt, Ino's Burberry Resort 2016, Sakura's YSL Tribute
Image Source : asos , issue-mag.com , net-a-porter.com
Wanita itu tampak sangat cantik hari ini. Ya, namanya juga artis. Ino memang cantik. Namun Ino tampak kalah cantik dengan wanita yang berdiri di belakangnya. Wanita yang selama ini selalu dibenci Ino. Yup. Di belakang artis berambut pirang itu, berdiri Haruno Sakura. Luar biasa, ternyata Sakura dan Ino yang selalu bersaing hadir di tempat ini!

“Jadi orang Jepangnya hanya aku, kau dan Sakura ya?” Ino menaikkan nadanya satu oktaf ketika menyebut nama Sakura.

Sakura kemudian berjalan mendekati Ino dan Naruto. Wanita itu kemudian tersenyum tipis dan menepuk pundak Ino, “Heh. Aku tidak tahu orang sepertimu bisa memasak.”

Suara Sakura rasanya seperti sedang menyindir Ino. Kata orang-orang memang benar, persaingan antar wanita sangatlah menyeramkan. Naruto belum sempat berkata apa-apa, tapi Ino sudah mendekati Sakura dan mengenggam tangan rivalnya itu. 

“Aduh, tanganmu kenapa kasar sekali Sakura?” Raut wajah Ino yang seratus persen palsu membuat Naruto muak, “Kulitku sepertinya langsung memar deh saat kau menepuk pundakku!”

Naruto benar-benar pusing melihat wanita bertengkar. Diam-diam tapi mematikan. Ah. Kalau dipikir-pikir lagi ia dan Sakura seharusnya sudah dijodohkan ya? Kenapa ia malah lupa hal penting seperti itu? Aduh, sekarang ia harus bagaimana... Ia benar-benar tidak ingin bertunangan dengan Sakura. Jujur, ia ingin bersama dengan Hinata. 

“Yak, semuanya ambil posisi!” Seorang pria separuh baya dengan name tag ‘Iruka Umino’ memberikan pengumuman dengan speaker, “Kita akan segera mulai.”

Dengan cepat, Naruto berlari menuju ke meja putih miliknya. Ia dapat melihat peralatan dapur yang lengkap beserta namanya ‘Uzumaki Naruto’. Wow. Rasanya keren juga. Seorang Naruto masuk acara memasak. Ini benar-benar terjadi!

Naruto makin merasa bersemangat ketika tiga orang juri datang dan berdiri di paling depan. Namun semangat itu tiba-tiba hilang ketika ia melihat wajah jurinya. Naruto mengenal ketiga orang itu! Orang yang berdiri di paling kanan adalah si alien menyebalkan, Uchiha Sasuke. Kemudian pria gendut yang berdiri di tengah-tengah itu Jiraiya. Pria yang gendut dan sudah tua itu terkenal suka bercanda dan agak mesum. Aduh.... Naruto sangat tidak menyukai orang yang ada di paling kiri. Orang itu adalah Orochimaru. Pria berambut panjang yang mirip wanita itu terkenal di acara memasak ‘Cooking With Orochimaru’. Orang itu benar-benar sangat menyeramkan ketika tersenyum. Naruto selalu saja merinding kalau menonton acara masak Orochimaru. Apalagi pria itu bukan berasal dari Perancis tapi entah kenapa sering sekali memasukan kalimat Bahasa Perancis saat berbicara! Aksennya itu loh! Sangat tidak enak di dengar!

“Selamat datang di Singapura!” Jiraiya menyapa semua kontestan di taman itu dengan Bahasa Inggris, “Aku Jiraiya, food critic ternama! Juri-juri yang lainnya tidak perlu kalian ingat namanya karena ladies, I know you want me.”

Naruto benar-benar merasa mual mendengar Jiraiya membuka acara ini. Sebenarnya Sasuke itu gila ya? Kenapa ia malah memilih komedian yang bernama Jiraiya ini?! Dan lagi kenapa pria gendut itu malah mengedipkan matanya kepada Sakura? Dasar mesum!  

“Babak pertama adalah membuat lemon meringue,” Orochimaru melanjutkan sambil tersenyum, “Kalian bebas ingin membuat lemon meringue ini menjadi tart, pie atau bahkan deconstructed. Kalian bisa mengambil bahan-bahan dari pantry. Ingat, bahan sangat menentukan rasa. Bonne chance!” 

Hii... Kenapa harus bonne chance? Bahasa Perancis Orochimaru sangat jelek. Padahal bonne chance artinya sama saja dengan selamat berjuang.... Dasar sok Perancis. Lagipula senyuman itu benar-benar membuat Naruto merinding! Bahkan suara Orochimaru juga mirip dengan wanita. Halus dan lembut. Ya ampun, tolong lepaskan Naruto dari siksaan ini! Ia benar-benar berharap Sasuke akan mengatakan sesuatu, tapi pria itu malah diam saja. Dasar manusia es!

“Waktu masak kalian enam puluh menit,” Sasuke akhirnya membuka mulutnya, “Dimulai dari sekarang.”

Jujur, Naruto masih ingat jelas apa yang harus ia lakukan. Hinata telah mengajarinya dengan baik. Awalnya Naruto tidak begitu tertarik dengan acara memasak Sasuke, tapi setelah melihat Hinata memasak... Naruto jadi terpesona. Ia ingin membuat Hinata bangga ketika wanita itu menonton acara ini di rumah. Ia ingin Hinata merasa Naruto itu keren. Karena itulah, ia harus berjuang membuat kue ini!


Masterchef Pantry
Image source : twitter.com

Dengan cekatan Naruto langsung memilih bahan-bahan yang ada di pantry. Ia masih ingat resep Hinata. Ia sudah menghafalnya tadi malam. Untuk membuat tart ia butuh 150 g tepung, 90 g unsalted butter, 1 sendok makan vegetable oil, 3 sendok makan air mineral, 1 sendok makan gula dan tentunya 1/8 sendok teh garam. Tunggu. Kenapa ada banyak sekali jenis tepung di pantry ini? Ia tidak bisa mencari tepung yang kemarin Hinata pakai. Sial. Kenapa tepung di tempat ini malah berasal dari Perancis?! Sasuke, budget yang pria sial itu pakai terlalu besar! Kenapa tidak pakai produk lokal saja?

Naruto akhirnya memperhatikan tepung itu baik-baik. Ia benar-benar tidak bisa membaca Bahasa Perancis. Mendengar sih masih mengerti, tapi membaca? Naruto benar-benar buta huruf! Semua hurufnya terlihat seperti cacing di mata Naruto. Sial, bisa gawat kalau Naruto malah memilih tepung maizena atau tepung tapioca! Rasanya pasti jadi berbeda jauh dari resep Hinata!

“Kau tidak bisa Bahasa Perancis ya?” Sakura yang sedang memilih tepung juga langsung membantu Naruto, “Kau ingin tepung apa?”

“Tepung terigu!” Naruto langsung menjawabnya dengan semangat.

Dengan cepat Sakura memberikan tepung terigu asal Perancis. Wanita itu kemudian menghela napasnya, “Kenapa ibuku menjodohkanku dengan tunangan bodoh?”

Tunangan? Naruto tidak salah dengar kan? Wanita itu ternyata juga tahu kalau mereka dijodohkan! Sakura bahkan sudah memanggil Naruto, tunangannya! Oh tidak! Ia benar-benar tidak ingin Sakura memanggilnya dengan sebutan itu. Entah kenapa rasanya sangat aneh... Rasanya mirip Orochimaru yang berbicara dengan Bahasa Perancis. Ia dan Sakura sudah lama sekali berteman. Walau Sakura cantik dan Naruto juga suka melihat wajahnya, sebutan tunangan itu terdengar sangat amat aneh di telinganya. 

XXX


Baking Process
Image Source : redpathsugar


Uchiha Sasuke menatap para kontestan yang sedang sibuk memasak dengan dingin. Salah. Salah. Salah. Semuanya salah. Ia dapat melihat segala jenis kesalahan yang sering dibuat oleh koki amatiran. Sisa waktu memasak tinggal lima menit lagi. Seharusnya waktu ini dipakai untuk menata piring, tapi artis-artis amatiran ini masih saja mengurus krim Meringue. 

Jujur, Sasuke agak kaget melihat Naruto yang begitu cepat membuat kuenya. Si bodoh itu bahkan sudah masuk tahap menata piring. Naruto tampak bersemangat membersihkan piringnya dengan tissue. Pria berambut pirang itu benar-benar sudah selesai ya? Hebat juga. Kelihatannya Sasuke tidak perlu takut rating acara memasak ini turun. Uzumaki pasti bisa terus masuk sampai ke babak final.

“Yak! Berhenti memasak!” Jiraiya berteriak dengan penuh semangat, “Time is up ladies! It’s time to impress me!”

Sejujurnya Sasuke tidak begitu menyukai sikap Jiraiya yang kekanak-kanakkan. Ladies? Apa ia lupa kalau di tempat ini juga ada pria? Ya sudahlah. Lagipula, pria mesum ini adalah kritikus yang hebat. Ia juga sangat terkenal secara internasional. Jadi Uchiha Sasuke juga tidak bisa berkomentar apa-apa soal gaya berbicaranya yang menyebalkan itu.

“Kamu! Yes! You lady! Wanita cantik dengan rambut merah muda di sebelah sana!” Jiraiya menunjuk Haruno Sakura sambil tersenyum mesum, “Bawa hidanganmu kesini. Biar kucicipi!”

Sakura. Wanita itu adalah wanita yang tidur dengannya kemarin malam. Ah. Ya. Wanita ini dijodohkan dengan Uzumaki Naruto. Menarik. Sasuke jadi agak penasaran bagaimana rasa hidangan yang disajikan Sakura. Wanita itu dengan percaya diri membawa piringnya ke meja juri. 


Deconstructed Lemon Meringue
Image Source: thekrookedspoon.com

“Ini adalah Lemon Meringue Deconstructed Tart,” Sakura tersenyum hangat saat meletakkan piringnya ke atas meja.

Tidak ada kue. Yang Sasuke lihat di atas piring wanita itu hanyalah krim yang sudah di torch, rempahan biskuit, lemon curd dan daun mint sebagai hiasan. Rasanya seperti melihat sebuah lukisan abstrak. Ya, Sasuke sedang melihat sebuah lukisan, bukan hidangan makanan. Ini adalah kreasi yang setara dengan restoran bintang tiga. Hebat juga. Lemon Meringue yang dibuat Sakura dalam segi presentasi sudah menak mutlak. Tidak ada peserta di taman ini yang membuat hidangan seindah sajian di piring Sakura.

“Ah! Sugar! Yes please!” Jiraiya meniru lagu Maroon 5 sambil mencicipi hidangan Sakura dengan bahagia, “Ini heaven! Lemon Meringue ini kau bawa dari surga ya? Hm? Bidadari kecil?”

Bagus. Pria mesum itu benar-benar merayu peserta di depan kamera. Sekarang Sasuke benar-benar menyesal telah meminta Jiraiya menjadi juri acara ini. Reputasi Masterchef Celebrity ini bisa jatuh kalau Sakura yang menang. Bisa-bisa fans berpikir Sakura tidur dengan Jiraiya atau semacamnya. Cih. Sasuke harus memberi komentar yang pedas agar meredamkan pujian berlebihan tadi.

Sasuke mencicipi hidangan Sakura sambil memasang wajah yang datar. “Kau hanya menggunakan biskuit biasa, seharusnya kau memberikan bumbu. Meringue ini juga terlalu kering dan rasanya terlalu manis.”

“To be very honest, rasa manis ini normal. Kelihatannya kau saja yang tidak suka makanan manis bukankah begitu?” Sakura menaikkan satu alisnya.

Sial. Darimana wanita ini tahu kalau Sasuke tidak suka makanan manis? Cih. Walaupun Sasuke tidak suka, ia tahu bedanya dessert dengan kualitas baik dan buruk. Wanita itu tampaknya tidak bisa menerima kritik. Padahal Sasuke belum melontarkan kata-kata yang pedas. Dasar wanita sensitif. Tunggu saja, kalimat Sasuke belum selesai.

“Kelihatannya hidangan ini sama saja denganmu,” Sasuke akhirnya mengeluarkan kata-kata pedasnya, “Hanya terlihat cantik di luar saja. Kau harusnya bisa menerima kritik Nona Sakura.”

Artis berambut merah muda itu tampak kesal. Ia kemudian mengangkat dan mengepalkan tangannya untuk meninju Sasuke. Namun sebelum Sakura memukulnya, Naruto dengan cepat berlari dan menarik tangan gadis itu. Mereka berdua tampak seperti pasangan. Entah kenapa Uzumaki Naruto malah terus menggenggam tangan Sakura dan menatap Sasuke dengan tajam.

“Sasuke, kau salah,” ujar Naruto, “Sakura-chan itu cantik luar dan dalam-ttebayo.”

Ah. Entah kenapa Sasuke beruntung sekali hari ini. Naruto yang membela Sakura tampak sangat romantis. Para fans Sakura dan Naruto pasti akan menonton acara masak ini. Tunggu! Sasuke memiliki ide yang sangat bagus. Jika hubungan antara Naruto dan Sakura terungkap di acara televisi ini, penonton akan bertambah. Sasuke ingin acara ini berhasil, jadi daripada menunggu koran dan majalah, lebih baik ia ungkapkan pertunangan mereka di tempat ini saja.

“Aku tahu kalian bertunangan, tapi bukankah sikapmu agak berlebihan Naruto?”

Naruto yang ceroboh seperti biasa pasti akan kelepasan. Yup. Wajah Naruto yang kaget membuktikkan prediksi Sasuke benar. Anak bodoh pasti akan benar-benar kelepasan.

“Eh?! Kau tahu darimana-ttebayo?! Ini kan rahasia! Kau kenal ibuku ya?! Atau kau kenal ibu Sakura-chan?!”

Kemudian para kru, kameramen dan artis-artis terkenal di taman itu langsung berbisik-bisik. Mereka menemukan gosip baru untuk diceritakan, sedangkan Sasuke mendapatkan viewer rating yang bagus untuk dipertahankan.

XXX


Naruto's Apartment
Image Source : woohomedesigns

“Hinata!!! Aku bisa menjelaskan semuanya!” Naruto berteriak dari pintu apartemen.

Artis kekinian itu langsung berlari dan mencari-cari pengurus rumahnya yang cantik. Hinata pasti ada di apartemen sekarang. Pasti. Kalau tidak, mustahil apartemen Naruto yang besar itu tampak bersih. Bunga-bunga di meja yang tadinya hampir layu, sudah diganti dengan mawar merah muda oleh Hinata. Kaca-kacanya juga sudah dilap dengan bersih. Lantai kayunya sudah dipel sampai mengkilap. Pertanyaannya hanya satu, dimana wanita itu?

“Hinata?” Sang artis memanggil wanita itu, “Kau ada di mana-ttebayo?”

Bagaimana kalau teman SD Naruto jadi ngambek dan membencinya?! Ia baru saja menyatakan perasaannya kepada Hinata kemarin, tapi keesokan harinya ia malah masuk berita dengan Sakura.

“Sakura-chan itu cantik luar dan dalam-ttebayo.”

NARUTO ITU PLAYBOY! GIGOLO! Tidak! Hinata pasti menganggapnya suka bermain wanita! Sial! Kenapa kalimat itu malah direkam oleh salah satu kru di sana? Kemudian dalam hitungan detik video itu sudah tersebar di YouTube dan bahkan masuk ke berita! Naruto dan Sakura begitu terkenal sampai-sampai fans Naruto membuat nama sendiri untuk mereka berdua. Kalau Taylor Swift dan Calvin Harris disebut sebagai Tayvin. Ternyata Naruto dan Sakura disebut sebagai Narusaku. Tolong bunuh dia sekarang. Sebagai seorang lelaki, ia benar-benar merasa sedang selingkuh di depan orang yang ia sukai. 

“Hina—”


Herve Leger 2016 A/W
Image Source : herveleger
Tiba-tiba Naruto berhenti berteriak. Ia dapat melihat wanita yang disukainya sedang tertidur pulas di atas sofa bed yang terletak di ruang keluarga. Wajah wanita itu tampak begitu polos dan tentram. Rasanya tampak seperti kelinci putih kecil yang sedang tertidur. Entah kenapa Naruto suka melihat Hinata tertidur. Waktu wanita itu pingsan pertama kali di rumahnya, Naruto juga duduk diam melihatnya tidur lelap.

Hanya ada satu masalah. Tempat ini silau! Terlalu silau! Naruto dengan sigap langsung menutup jendela besar yang menghadap ke Marina Bay Sands dengan tirai. Kota Singapura yang panas karena cahaya matahari tidak lagi terlihat. Ia kemudian menyalakan AC dan mengambil majalah di atas mejanya. Dengan perlahan ia menggunakan majalah itu sebagai kipas untuk Hinata.


Sunny Afternoon
Image source : ritzcarlton.com
Sembari ia berperan sebagai kipas angin, Naruto terus menatap wajah teman SDnya. Semoga saja wanita itu tidak kepanasan. Kalau udaranya nyaman seperti ini, Hinata pasti akan tidur lelap dan mimpi indah. Mungkin saja gadis cantik itu akan memimpikan Naruto. Mungkin.

Ia kemudian mulai memperhatikan bibir Hinata. Bibir yang merah muda itu tampak agak kering. Rasanya ia ingin membuat bibir itu basah dengan ciuman. Ya. Ciuman kemarin malam membuatnya jadi agak merona. Entah kenapa ia merasa ia jadi makin menyukai pembantunya. Ia merasa ciuman kemarin adalah tanda bahwa Hinata juga diam-diam suka padanya. Kalau tidak suka, Hinata harusnya sudah menamparnya! Iya sih... wanita itu bersikeras bahwa Naruto tidak suka padanya— Bahwa rasa suka Naruto hanya “ilusi”. Namun setelah banyak research dan membaca komik wanita, ia jadi mengerti.

Alasan Hinata itu hanyalah alasan wanita-wanita di komik pada umumnya! Ia beralasan seperti itu karena pemeran utamanya belum cukup mengejar dirinya! Karena itulah Naruto bersikeras untuk terus mengejar wanita itu. Ia akan menjadi seperti Usui Takumi atau pria di komik Ao Haru Ride yang Naruto lupa namanya. Eh, tapi sebelum itu ia harus menjelaskan soal Sakura dulu! Sial. Sial. Sial. 

“Haaa....”

Eh?

“Boom....”

Kenapa Naruto merasa merinding mendengar suara ini? Ia kenal suara yang familiar ini! Suara yang terdengar seperti napas dan bom misil ini... Suara ini adalah suara yang menakutkan! Saat ia menonton film Star Wars, ia sering sekali mendengarnya sebelum tokoh jahat datang. Ini... suara Darth Vader! Suara ini berasal darimana?! Apakah Darth Vader sudah mengepung apartemen Naruto?! Gawat! Ia tidak punya lightsaber atau prajurit! Ia harus lari!

“Haaa.... Boom...”

Tunggu dulu. Suara ini terdengar begitu jelas dan dekat. Apakah Darth Vader sudah berada di dekat dirinya?! Ia harus segera lari! Ia harus membawa Hinata bersamanya! Ia harus— Loh? Ternyata suara ini berasal dari... dari pengurus rumahnya?! Jadi Hinata itu Darth Vader?!

“Haaa.... Boom...”

Naruto kemudian menyadari sesuatu. Suara itu bukan suara Darth Vader, tapi suara dengkuran Hinata. Ternyata wanita yang sempurna dan elegan itu mendengkur. Suara dengkurannya aneh sekali lagi! Sama sekali tidak mirip dengan dengkuran wanita! Suaranya agak rendah, seperti sesak napas dan mirip dengan tokoh jahat di film Star Wars! Tanpa ia sadari, Naruto jadi tertawa lepas.

“Aduh! Aduh! Terlalu lucu-ttebayo~” Naruto tertawa terbahak-bahak, “Dengkuran Darth Vader!”

Tawanya yang kencang membuat dengkuran itu berhenti. Ternyata wanita yang tadinya tertidur itu sudah bangun. Wajah Hinata yang baru bangun tidur tampak seperti anak anjing yang kebingungan. Kelihatannya Naruto yang masih tertawa terbahak-bahak adalah sumber kebingungan itu.

“Na-Naruto-kun?”

Suara Hinata sekarang sama sekali tidak mirip Darth Vader. Namun Naruto masih belum bisa melupakan dengkuran tadi. Ah tidak, ia harus berhenti tertawa, tapi ia tidak bisa. Sungguh, rasanya wajah Hinata yang polos benar-benar tidak cocok dengan image Darth Vader yang menakutkan.

“Kau, kau... aduh,” Naruto berbicara sambil tertawa, “Kau tahu tidak kalau suara dengkuranmu mirip Darth Vader?” 

“Eh?” Hinata yang kaget langsung menutup mulutnya, “Aku mendengkur?”

Jujur, wajah kaget itu malah membuat Naruto lebih ingin tertawa, “Ya dan suara dengkuranmu lebih parah dari suara dengkuran Pakkun.”

Rasanya membandingkan Hinata dengan anjing pug Kakashi memang agak kejam, tapi reaksi Hinata yang polos itu membuat Naruto makin ingin menjahilinya. Ternyata menjahili Hinata itu sangat menyenangkan!

“Ma-maaf!” Hinata menundukkan kepalanya.

“Kenapa kau meminta maaf?” Naruto akhirnya berhenti tertawa. Ia tersenyum hangat dan menatap wajah Hinata dengan penuh kejujuran, “Menurutku kau sangat imut!”

“Eh?” Hinata tampak bingung.

“Menurutku dengkuran Darth Vadermu sangat lucu!” Naruto melanjutkan, “Aku senang bisa mengetahui satu hal baru lagi dari orang yang kusukai.”

Wajah Hinata yang tadinya polos langsung berubah agak serius. Wanita itu kemudian menatap ke arah lantai, “Naruto-kun... Kau sudah punya tunangan...”

Gawat! Hinata pasti sudah melihat berita itu. Namun reaksi itu entah kenapa mirip dengan wanita yang cemburu! Apa jangan-jangan Hinata cemburu? Yosh! Bagus Naruto! Satu langkah lagi menuju cinta sejatimu! Sekarang yang harus ia lakukan adalah memastikan bahwa ia tidak menyukai Sakura, ia hanya menyukai Hinata saja!

“Hinata, kau bilang aku tidak tahu apa-apa tentangmu bukan?” Naruto menatap wanita itu dengan serius, “Kalau begitu aku akan belajar segalanya tentangmu. Dengan begitu aku boleh menyukaimu kan?”

“Tapi—”

“Kau punya dengkuran Darth Vader!” Naruto langsung menyeletuk, “Aku sudah tahu sesuatu yang bahkan tidak diketahui oleh dirimu sendiri. Bagaimana aku sudah dapat poin lebih tidak?”

“Tapi Sakura—”

“Baiklah.” Naruto menghela napasnya, “Bagaimana kalau kau bertemu dengan Sakura-chan? Aku harus melamarnya malam ini secara formal, tapi aku ingin menolaknya. Kalau kau ikut denganku, semuanya akan menjadi lebih mudah.”

“Maafkan aku tapi aku tidak mau,” Hinata menjawabnya dengan cepat, “Aku tidak ingin merusak rumah tangga orang lain. Apalagi rumah tangga Naruto-kun.”

“Bukan rumah tangga Hinata,” Naruto mengoreksinya, “Kami belum bertunangan secara formal.”

“Tapi di berita— Kau bahkan mengenggam tangannya....”

Naruto langsung tersenyum nakal. Ternyata Hinata melihat berita itu dan cemburu. Entah kenapa ia merasa senang sekali.

“Tapi kami tidak ciuman kok.” Naruto kemudian mendekati wajah Hinata.

Bibir mereka hampir bertemu lagi. “Hinata mau ciuman lagi?”

Dengan cepat Hinata langsung berjalan menjauh. Wajah wanita itu tampak agak merona. Entah kenapa rasanya senang sekali menjahili gadis ini. Reaksinya terlalu imut untuk dilewatkan.

“Kalau kau tidak mau dicium kau harus ikut aku.” Naruto mengancamnya.

“Tapi—”

“Kalau tidak akan kucium sekarang!” Naruto tersenyum nakal.

Teman SDnya yang tadinya bersikeras tidak ingin ikut akhirnya mengangguk.

“Itu artinya kau ingin dicium?” Naruto malah menjahili pembantunya itu.

“Bu-bukan! Aku ikut! Aku ikut denganmu Naruto-kun! Jangan cium aku!” Hinata tampak seperti hamster kecil yang ketakutan. 

Walau wanita itu tidak berani menatap matanya. Naruto dapat melihat pipi wanita itu yang merah merona. Rasanya benar-benar seperti hamster! Lucu sekali! Aduh... kalau wanita itu terus begitu Naruto jadi ingin terus menjahilinya! Bagaimana ini? Hinata benar-benar imut. 

XXX


Singapore Flyer
Image source : yoursingapore
Malam itu bianglala Singapore Flyer yang indah tampak lebih terang dari bintang. Bianglala besar itu tampak sepi. Naruto tahu kalau tempat ini memang mahal, tapi salah satu alasan kenapa tempat itu sepi... adalah karena ibunya telah memesan tempat ini. Ya, ibunya telah meminta Naruto untuk melamar Sakura di bianglala termahal di Singapura.
Naruto's Armani Suit
Image Source : raffaello-network.com
Naruto berdiri dengan tuxedo Armani hitamnya di dalam salah satu kapsul bianglala itu. Jika bianglala pada umumnya dikendarai oleh anak kecil, bianglala Singapore Flyer ini berbeda. Bianglala ini besarnya lima kali lipat bianglala biasa. Di setiap kapsul, terdapat tempat duduk dan meja untuk fine dining. Setiap pelanggannya diberi pilihan empat sampai delapan course degustation menu lengkap dengan wine. Malam itu semua kapsul kosong. Hanya ada satu kapsul saja yang akan dipakai. Ini semua berkat Kushina. Mungkin di mata ibunya, melamar Sakura di dalam bianglala sambil menikmati wine itu ide yang bagus. Sungguh, Naruto benar-benar tidak menyukai ide itu.

“Sabar ya Hinata!” Naruto tersenyum menatap gadis yang duduk dengan gugup di dekat meja itu, “Sebentar lagi Sakura-chan datang!”


Hinata's Kaviar Gauche 2015 Couture
Image source : weddinginspirasi
“Naruto-kun tidak duduk?” Hinata tampak khawatir melihat Naruto yang sejak tadi berdiri.

“Ah iya!” Naruto duduk di sebelah Hinata, “Kau perhatian sekali-ttebayo!”

Meja untuk bertiga itu tampak aneh. Seharusnya meja untuk fine dining romantis itu di setting untuk berdua... Entah kenapa sekarang Naruto merasa seperti raja minyak—atau pria brengsek. Ya, mungkin pria brengsek itu sebutan yang lebih tepat untuknya. Ia benar-benar ingin setia kepada satu wanita saja dan wanita itu adalah Hinata. Walau Hinata tidak mau, Naruto akan berusaha untuk membuat Hinata menyukainya. Bukankah itu tugas pria-pria di drama romantis?

“Apa?! Ternyata kau benar-benar membawa Hinata?!” Suara kaget Sakura bergema di dalam bianglala itu. 


Sakura's Dolce & Gabbana 2016 Couture
Image Source : balladine
Artis cantik itu masuk ke dalam bianglala, mengenakan gaun indah serta perhiasan-perhiasan mahal. Kelihatannya Sakura sudah tahu kalau malam ini adalah malam romantis. Malam dimana Naruto seharusnya melamar Sakura. Sebenarnya sih, Naruto sudah memberitahu kalau Hinata akan ikut datang. Sayangnya Sakura tetap saja tampak kaget.

“Aku kan sudah bilang di telepon kalau Hinata ikut datang.” Naruto menggaruk-garuk kepalanya.

“Aku pikir kau bercanda!” Sakura kemudian berjalan dan memukul kepala Naruto, “Kau bodoh ya?! Bagaimana kalau identitas Hinata terkuak?!”

“Tidak apa-apa Sakura... Tadi aku datang dengan kacamata hitam dan jaket hitam.” Hinata tersenyum tipis.

“Kau terlalu baik Hinata!” Sakura ikut duduk dan langsung meminum red wine di meja itu, “Bagaimana kalau Neji dan— Ah sudahlah. Aku sudah lelah membicarakan masalah terus. Tadi pagi karena Uchiha ‘Brengsek’ Sasuke. Malam ini karena Uzumaki Si Otak Udang.”

“Aku belum selesai membuat masalah sih.” Naruto tersenyum bodoh, “Aku punya satu masalah lagi.”

“Apa?”

“Aku tidak ingin menikah denganmu Sakura-chan!” Naruto bangkit berdiri dan membungkuk untuk menegaskan rasa bersalahnya.

“Oh.” Sakura mengangguk, “Ya sudah baguslah.”

“Eh!?” Hinata tampak kaget, “Ta-tapi Sakura—”

“Aku juga tidak suka pada Naruto kok, dia bebal dan mesum,” Sakura melanjutkan.

“Hei!” Naruto langsung menyeletuk, “Jangan hina aku di depan Hinata-ttebayo!”

“Kalau begitu it’s settled then.” Sakura tersenyum puas, “Kau dan aku tidak usah bertunangan. Kau bicara dengan ibumu dan kau juga yang akan bicara dengan ibuku.”

“Yes!” Naruto langsung melompat kegirangan, “Kalau begitu aku bisa mendekatimu Hinata!”

“Ti-tidak!” Hinata tampak agak menggigil, “Aku tidak ingin kau suka padaku Naruto-kun.”

“Eh?” Naruto tampak bingung, “Kenapa Hinata?”

Tangan Hinata semakin bergetar, kelihatannya ada yang disembunyikan oleh wanita itu. Naruto tidak tahu apa... Hanya saja ia yakin rahasia itulah yang membuat Hinata tidak ingin Naruto suka padanya. Apa rahasia itu berhubungan dengan traumanya? 

“Aku... Aku...”

Sebelum Hinata dapat menjelaskan apa-apa. Bianglala itu berhenti berputar. Ketiga orang itu tampak kaget ketika Singapore Flyer, salah satu bianglala termahal, tiba-tiba berhenti bergerak karena kesalahan teknis. Tempat itu berubah menjadi gelap... Rasanya seperti ada di film-film horror saja. Di saat seperti ini, penjahat biasanya akan datang. Hii... Jangan-jangan hantu akan datang! Tidak apa-apa! Bianglala ini berhenti di paling bawah. Naruto bisa membuka paksa pintu bianglala dan mereka bisa keluar dengan selamat!

“Tidak apa-apa Hinata! Sakura-chan!” Naruto langsung berlagak pahwalan, “Ada aku di sini-ttebayo!”

Bianglala itu berhenti di lantai dasar. Naruto yang berlagak pahlawan langsung mendobrak pintu bianglala dengan sekuat tenaga. Akhirnya hasil latihan Karate Naruto selama menjadi aktor film action bisa digunakan juga. Pintu itu terbuka dan ia menuntun Sakura dan Hinata keluar dari bianglala.

“Tenang saja, aku akan menyelamatkan kalian dari apapun!” Naruto tersenyum lebar melihat kedua wanita itu.

Tampaknya Naruto salah. Saat mereka berhasil keluar, ada masalah yang lebih besar dari bianglala yang mati lampu. Di tengah malam yang dingin itu, ada seseorang yang benar-benar menakutkan. Bukan hantu, bukan suster ngesot, bukan suster keramas— Kali ini... wanita berambut merah menyala datang dengan napas memburu. Wanita itu berlari, seperti di film-film horror.

Astaga! Ibunya memang benar-benar menyeramkan! 


Kushina's Georges Chakra Ready-to-wear 2015 F/W
Image Source : georgeschakra.com

“Naruto! Aku lihat bianglalanya mati!” Ibunya berteriak panik, “Apa kau tidak apa-apa?”

Sebelum Naruto sempat menjawab apa-apa, Kushina langsung berbicara lagi.

“Kau! Hyuuga Hinata?” Kushina masuk dan menunjuk Hinata dengan wajah tidak percaya.

“Ku-kushina-san!” Sakura langsung berdiri dan tampak panik, “Ini... bukan Hyuuga Hinata! Sungguh!”

“Minggir Sakura-san.” Kushina berjalan mendekati Hinata, “Aku tahu wajah Hyuuga Hinata. Aku tidak akan melupakan wajah itu.”

“Apakah anda mengenalku?” Hinata tampak bingung melihat reaksi Kushina.

“Aku tidak akan melupakan wajahmu.” Kushina menatap Hinata tajam-tajam.

“Kushina-san! Sungguh wanita ini bukan Hyuuga Hinata!” Sakura meyakinkan Kushina sekali lagi.

“Kau ingin melindunginya Sakura-san?” Kushina tampak tidak percaya, “Seharusnya Hyuuga Hinata ada di pengadilan sekarang.”

“Tunggu... jadi karena itu Hinata menyembunyikan identitasnya?” Naruto tanpa sengaja melontarkan pendapatnya.

“Naruto.... Kau tidak tahu?” Kushina menatap Hinata dengan tajam, “Wanita ini adalah pengacara yang membantu Uchiha Itachi.”

“Aku tidak tahu apa-apa...” Naruto tampak bingung, “Pengacara? Apa maksud ibu? Hinata bahkan tidak lulus SMA... Masa pengacara sih... Ibu salah orang bukan?”

“Hyuuga Hinata adalah pengacara terkenal yang lulus dari Universitas Tokyo,” Kushina melanjutkan, “Seharusnya dia ada di pengadilan bersama Itachi!”

Wajah Hinata tampak pucat. Wanita itu tampaknya benar-benar berbohong soal identitasnya. Sejak awal memang aneh. Ia tahu Hinata sangat pintar. Walaupun tidak punya uang, paling tidak wanita itu bisa mengambil beasiswa. Jadi, Naruto selama ini dibohongi? Sebenarnya apa yang benar dan apa yang salah?

“Hinata membantu Itachi memalsukan data-data di bank... Ia membantu Itachi lolos dari skema penipuan beribu-ribu dollar,” Ibunya melanjutkan.

Inikah alasan Hinata menolak cintanya? Apakah ini karena Hinata adalah seorang Darth Vader jadi-jadian? Jadi Hinata bukan pemeran utama wanita cerita ini, tapi pemeran antagonis? Naruto tidak mengerti. Ia benar-benar tidak mengerti.

“Kushina-san,” Sakura kali ini berbicara, “Kasus itu masih dalam penyelidikan, Hinata belum tentu bersalah.”

“Kau tidak usah membelanya!” Kushina tampak kesal, “Ia dan ayahnya sama saja!”

“Maaf...” Hinata membungkuk. “Anda bisa menghina saya, tapi tolong jangan bawa ayah saya.”

“Bagaimana dengan ibumu?” Kushina tampak serius kali ini, Naruto tidak pernah melihat wajahnya seserius itu, “Ia juga matre bukan? Aku tahu ia masih mengejar Namikaze Minato.”

Kali ini Naruto bisa melihat mata Hinata yang bersih dan indah berair. Wanita itu menahan tangisnya. Namun, air mata tidak keluar dari matanya. Hinata hanya bisa membungkuk sekali lagi dan meminta maaf. Wanita itu kemudian berlari dari tempat itu.

Naruto tidak tahu kenapa, tapi ia langsung mengejar wanita itu. Ia biasanya selalu berada di sisi ibunya, tapi kali ini ia tidak rela melihat ibunya menghina Hinata. Mungkin Hinata adalah pemeran antagonis, ia seharusnya ada di pengadilan sekarang. Namun, Naruto tidak bisa berhenti berlari.

Ia terus mengejar gadis itu. 

“Hinata!”

Naruto berlari terus sampai di jalanan. Ia dapat melihat Hinata terjatuh di tengah aspal Singapura yang kotor. Wanita itu tampak kesakitan berlari dengan hak tingginya. Ia dapat melihat sepatu tingginya terlempar ke sisi jalan. Dengan prihatin, Naruto langsung berjalan mengambil sepatu tinggi itu. Rasanya seperti adegan Cinderella. Perbedaanya, Cinderella tidak melakukan tindakan kriminal... Sedangkan Hinata seharusnya ada di pengadilan.

“Naruto-kun...”

“Ssh...” Naruto berjalan mendekati Hinata.

Kalau pangeran di buku dongeng justru memakaikan sepatu kepada Cinderella, Naruto malah melepas sepatu Hinata. Ia tidak tega melihat gadis itu berlari dengan kaki yang memar seperti itu.


Hinata's Manolo Blahnik Hangisi
Image source : lollipuff
“Hinata... Kau tidak trauma kalau dicium, jadi kau juga tidak trauma digendong bukan?”

Hinata tampak kaget ketika Naruto langsung menggendongnya, bridal style.

“Naruto-kun!” 

Wajah wanita itu tampak memerah, kelihatannya digendong lebih membuat gadis itu malu daripada dicium. Lucu sekali! Naruto ingin terus melihat wajah itu. Apakah benar gadis sepolos dan sebaik ini berbuat jahat? Ia tidak percaya... Ia tidak ingin percaya... Ia ingin tetap mencintai Hinata... Ia ingin tetap menyukai gadis itu.

Darth Vader atau pemeran antagonis... Naruto tetap menyukai wanita itu.

XXX

TBC

XXX

A/N:

Iyap, dengkuran Darth Vader itu beneran ada loh! Hehhee. Tampaknya dengkuran itu cukup langka, tapi benar-benar ada! Anyways, ini terinspirasi karena aku menonton Starwars! Anyone watched it yet? It was awesome! A perfect movie to end the year!

Selamat berlibur yah semuanya! Happy Holidays!


Merry Christmas and Happy New Year!

4 comments:

  1. Hi kak Melissa salam kenal aku reader baru.
    Ceritanya bagus banget loh.., aku suka.
    Keep writing ya... ditunggu kelanjutannya

    ReplyDelete
    Replies
    1. Thank you banget yah! aku senang sekali kamu suka cerita ini hehe XD Salam kenal jugaa!

      Delete
  2. hi kak aku suka banget loh cerita kakak.ceritanya seru udh gitu menarik lg,so struggling and Still Write OK

    ReplyDelete
    Replies
    1. Haloo, kamu baik sekalii~ aku senang membaca pujian dari kamuu~ I will keep writing ! Thank you so much yahh XD

      Delete

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...