Marrying Uchiha Sasuke : Chapter 18

06:21 Melissa Gabriele 44 Comments

Marrying Uchiha Sasuke

Chapter 18

Falling Down

Boxing ring
Image source : archdaily
Disclaimer : I do not own Naruto

Pagi itu Uchiha Sasuke berjalan menelusuri Archery Hall & Boxing Club dengan wajah yang dingin. Pusat olahraga itu penuh dengan desain kayu-kayu kontemporer. Bahkan langit-langitnya penuh dengan susunan kayu yang rapi dan geometris. Nuansa ini seharusnya memberikan kesan hangat. Sayangnya orang yang ingin ia temui di tempat itu adalah orang yang dingin. Tatapan es dari Uchiha Itachi membuat tempat ini berubah menjadi luar biasa kaku.

“Ah, Sasuke, kau sudah datang.” Itachi mengerutkan dahinya.

Dengan cepat, Sasuke masuk ke dalam ring boxing bersama dengan Itachi. Setelah pemanasan sebentar, Sasuke menghela napas panjang. Ia tidak mengerti kenapa kakak laki-lakinya memanggilnya untuk bertanding boxing. Selama ini ia selalu bersaing dalam hal bisnis dengan kakaknya. Jarang sekali Itachi memanggilnya untuk bertanding dalam hal olahraga. Pertandingan terkahir mereka adalah pertandingan Polo di Swiss tahun lalu. Entah apa yang ada di benak Uchiha Itachi.

Suasana di tempat itu hening ketika Sasuke dan Itachi melakukan pemasanan. Mereka berdua tidak berbicara apa-apa. Sebenarnya Sasuke ingin bertanya banyak hal. Terutama soal kasus Menma. 

“Sasuke.” Itachi akhirnya membuka mulutnya, “Apa kau sudah selesai pemanasan?”


Warm up
Image source : thewholegardenwillbow
Ia mengangguk dan menatap kakaknya dengan dingin. Kemudian mereka berdua langsung mengenakan boxing glove. Kali ini mereka siap bertarung di atas arena. Di mulai dengan posisi kuda-kuda, Sasuke dengan agresif langsung menyerang kakaknya. Setiap tinju yang ia berikan penuh dengan tekanan. Namun kakaknya dengan cepat selalu menghindari tinjuan Sasuke.

Tap.

Kakaknya meninjunya dari depan. Sasuke menerima tinjuan itu dengan penuh rasa sakit. Ia tidak melihat gerakan itu. Itachi yang selama ini selalu melakukan defense, tiba-tiba menyerangnya dengan cepat. Damn. Ia tidak pernah bertanding boxing dengan kakaknya sebelumnya. Ia tidak menyangka pria itu sehebat ini.

“Kau sudah dengar soal Kushina dan Naruto?” Itachi mencoba untuk memukul adiknya lagi.

“Hn.” Sasuke kali ini berhasil menghindar, “Apa maksudmu?”

“Aku tidak menyangka kalau Naruto adalah anak kandung Kushina—”

Tap!

Sasuke menerima satu pukulan lagi dari kakaknya. Ia tidak menyangka kalau kakaknya tahu soal Naruto. Terlebih lagi soal hubungan darah Naruto dengan Kushina. Tes DNA Uzumaki Naruto baru saja selesai dua hari yang lalu. Seharusnya hanya Sasuke, Naruto dan Kushina saja yang tahu soal ini. Sial. Ternyata kakaknya jauh lebih hebat dari dirinya. Entah dari mana Itachi mengambil informasi ini.

“Oh ya?” Sasuke menaikkan satu alisnya, “Dari mana kau tahu soal ini?”

“Sasuke... Kau benar-benar tidak tahu apa-apa?” Itachi melanjutkan, “Sasori sudah mengaku kalau ia berpura-pura menjadi Menma, semuanya sudah selesai.”

“Apa?”

“Kushina memaafkan Sasori...” Itachi menghindari pukulan Sasuke lagi, “After all... Sasori adalah cucu dari sahabat baik Kushina. Kau tahu bukan kalau Chiyo dan Kushina punya hubungan yang dekat?”  

Ia tidak percaya semua rencana Sasuke gagal. Entah bagaimana caranya, Sasori mengaku kalau ia operasi plastik. Sasuke bahkan tidak perlu melakukan tes DNA untuk Sasori lagi. Sasori langsung mengaku kalau ia bersalah. Ia memohon ampun begitu saja dan dimaaafkan. Cih. Kushina terlalu baik hati. Wanita itu memaafkan Sasori begitu saja. Ibu kandung Naruto itu bahkan tidak ingin ambil pusing karena ia berteman baik dengan nenek Sasori. Kalau saja nenek Sasori bukan Chiyo... Kushina tidak mungkin melepaskan kasus ini dengan mudah.

“Masalahnya selesai dengan mudah dan Kushina dipersatukan dengan anak kandungnya.” Itachi memukul Sasuke lagi, “Ini adalah hal yang bagus bukan?”

Kali ini ia mengerti kenapa Itachi tampak begitu tenang. Sasori yang mengaku bersalah membuat persoalan ini lebih cepat selesai. Itu artinya masalah ini tidak perlu diangkat ke pengadilan. Ini artinya Itachi dan Kisame tidak akan dicurigai. Entah bagaimana caranya Itachi berhasil membuat Sasori mengaku. Namun ia merasa kalau ini semua sudah direncanakan oleh Itachi. Mungkin pria busuk ini tahu DNA Naruto dan Kushina sudah selesai diproses dua hari yang lalu dan mencari jalan keluar yang cepat. Cih. Pasti mereka menyuap Sasori atau semacamnya.

Jujur, Sasuke sangat membenci kekalahan ini. Tidak hanya Sasori lepas begitu saja, Itachi dan Kisame sama sekali tidak diungkit. Percuma juga kalau Sasuke menelusuri lebih lanjut soal bukti-bukti tersisa mereka... Kushina sudah memaafkan Sasori. Itu artinya bukti itu akan menjadi sia-sia saja. Selama ini Sasuke selalu ingin menjadi lebih baik dari kakaknya. Ia berusaha untuk mengambil posisi tertinggi dan menjatuhkan Itachi. Namun kenapa Sasuke selalu saja gagal? Kenapa ia selalu saja kembali ke posisi ini?

Tap!

Kali ini Itachi memukul Sasuke sampai adiknya jatuh. Entah kenapa Sasuke merasa pukulan itu tidak sesakit yang tadi. Ia mulai terbiasa jatuh ke dalam kekalahan yang diberikan kakaknya. 

“Cukup.” Sasuke memberikan aba-aba untuk menghentikkan pertandingan boxing ini.

Kakak laki-lakinya berhenti memukul. Sasuke menatap kakaknya dengan wajah yang kesal. Biasanya Sasuke bisa mengontrol wajahnya agar tetap dingin dan tenang, tapi kali ini ia terlalu kesal. Ia tidak kesal karena pukulan fisik dari Itachi... Namun ia kesal karena kabar yang diberikan oleh Itachi. Ia lebih kesal lagi karena ia tidak mendengar apa-apa dari Naruto dan Kushina. Ia merasa seperti baru saja dikhianati oleh sahabatnya sendiri. 

“Ada apa Sasuke?” Itachi mengulurkan tangannya untuk menolong adiknya berdiri.

Dengan cepat, Sasuke menepis tangan itu. Ini mungkin agak kekanak-kanakkan, tapi ia tidak ingin ditolong oleh Itachi.

“Aku tidak apa-apa.” Sasuke bangkit berdiri, “Terima kasih.”

“Benarkah?”

Sasuke kemudian meninggalkan kakaknya sendirian di arena boxing itu. “Ya. Aku permisi dulu.”

XXX


Chanel Biege, Alain Ducasse Tokyo
Image source : alain-ducasse.com
“Kau ada di mana?”

Uchiha Sakura mendengar suara Sasuke terdengar dari telepon genggam Uzumaki Naruto. Suara suaminya terdengar lelah, kesal dan kecewa. Sakura jarang sekali mendengar Sasuke dengan suara seperti itu. Entah apa yang baru saja terjadi kepadanya.

“Ada apa Sasuke?” Naruto balik bertanya.

“Jawab saja.”

Sakura melihat area sekitarnya. Ia sedang berada di restoran michelin yang berada di atas toko Chanel. Interiornya berwarna krem dan putih. Kursi-kursinya terbuat dari tweed pastel yang mirip dengan setelan klasik Chanel. Bahkan jendela-jendela kaca besarnya memiliki pola berlian persegi quilt yang mirip dengan tas Chanel 2.55 klasik. Dari jendela itu, Sakura bisa melihat toko-toko mewah lainnya yang berjajar di Ginza seperti, Bvlgari, Tiffany & Co dan Cartier.


Chanel 2.55 Window
Image source : linneabylinneanilsson
“Aku sedang berada di restoran Biege, Alain Ducasse,” Jawab Naruto.

“Aku akan ke sana.” Sasuke kemudian menutup teleponnya.

Naruto tampak bingung dengan reaksi Sasuke. Padahal tadi Sakura dan Naruto sedang seru membicarakan hal lain, tapi karena telepon dari suaminya... Percakapan mereka jadi terganggu.

“Tadi kita berbicara sampai mana?” Sakura mengambil dessert coklatnya.


1

2
Image source : beige-tokyo.com

“Ah! Ya!” Naruto langsung kembali ceria lagi, “Sampai warna favorit Hinata! Apa warna favoritnya Sakura-chan?”

“Aku masih tidak percaya kau tidak tahu warna favorit pacarmu sendiri.” Sakura menghela napasnya, “Kalian sudah pacaran berapa lama sih?”

“Lima tahun,” Naruto menjawab Sakura, “Tapi bukan berarti aku tahu segalanya soal dia...”

“Lagi pula kenapa kau bertanya begitu banyak hal soal Hinata?” Sakura tampak bingung, “Ini juga bukan ulang tahunnya.”

“Jawab saja Sakura-chan!” Naruto melanjutkan, “Kalau warna emas dan silver... Hinata lebih suka yang mana?”

“Mungkin silver?”

“kalau disuruh memilih pantai dan restoran mewah... Hinata lebih suka yang mana?”

“Mmm... Pantai mungkin?”

“Kalau ukuran cincin Hinata berapa?”

Kali ini Sakura langsung tersedak. Ia tahu sekarang kenapa Naruto bertanya begitu banyak hal soal Hinata. Jika pria menanyakan ukuran cincin seorang gadis... hanya ada satu hal saja alasannya. Pria itu ingin melamar!

“Naruto... Kau...”

Suara Naruto tiba-tiba berubah menjadi luar biasa riang, “Bingo! Aku ingin melamar Hinata-ttebayo!”


Sakura's Carolina Herrera Spring 2016, Naruto's Banana Republic 2016
Image source : eonline.com , thebestfashionblog
Padahal Hinata yang dilamar, tapi Sakura merasa sangat senang luar biasa. Ia tidak menyangka hari ini akhirnya akan datang. Selama ini Naruto selalu menunggu sampai Keluarga Hyuuga setuju akan status ekonomi Naruto. Kelihatannya ayah dan ibu Hinata sudah setuju.

“Naruto! Selamat ya!” Sakura tersenyum hangat.

“Kau akan membantuku bukan?”

“Tentu saja!”

“Aku berencana ingin melamarnya dengan luar biasa!” Naruto melanjutkan, “Aku ingin melakukannya di luar negeri, mungkin di tepi pantai dengan banyak lilin-lilin menghiasi Hinata dan aku. Kemudian ada band yang menyanyikan lagu romantis untuk kita berdua....”

Entah kenapa Sakura merasa pusing mendengar cara Naruto melamar Hinata. Memang sih bagi banyak orang ini mungkin terdengar romantis, tapi yang dilamar itu Hinata bukan Sakura. Itu artinya ia yang harus melakukan semua preparasinya, bukan menikmati hasil akhirnya. Yang ada di benak Sakura sekarang adalah bagaimana caranya ia harus menyiapkan semua hal yang baru saja Naruto sebutkan. Contohnya lilin. Memasang lilin di tepi pantai tampak sangat merepotkan... Bagaimana kalau angin kencang datang dan semua lilinnya langsung padam? Kemudian band... Bagaimana mencari band yang bagus di luar negeri? Yang lebih parah lagi... Bagaimana kalau Hinata menolak Naruto? Well... Itu memang tidak mungkin sih. Namun tetap saja, lamaran Naruto terlalu gila. Hal semacam ini bahkan tidak terjadi di film-film romantis jaman sekarang. This is too much....

“Naruto... Itu terdengar sangat... um...” Sakura berusaha untuk terlihat tenang, “Sangat...”

“Romantis bukan?”

“Rumit Naruto...” Sakura membetulkan, “Sangat rumit.”

“Jadi kau tidak ingin membantuku?” Naruto tampak agak kecewa.

“Bukan itu sih...”


Chanel Box
Image source : beautifulblooms.com
Sebelum Sakura dapat melanjutkan pembicaraanya, Naruto langsung mengeluarkan kotak hitam besar dengan lambang Chanel di atasnya. Kotak itu dibungkus dengan pita bertuliskan Chanel dan bunga putih Camellia. Memang sih, tempat ini adalah restoran Chanel, tapi Sakura tidak menyangka Naruto akan menyuapnya dengan barang dari desainer mewah ini.

“Ayo... Buka hadiahnya Sakura-chan!”

Saat Sakura membuka kotak itu, ia dapat melihat sebuah tas pesta limited edition dari Chanel. Tas itu sering ia lihat di majalah, tapi ia dengar semuanya sudah sold out. Yang unik dari tas ini adalah bentuknya yang seperti botol susu. Mutiara putih dengan tulisan Lait de Coco menghiasi tas itu. Tulisan itu sendiri artinya adalah ‘santan kelapa’ dalam Bahasa Perancis.


Lait De Coco Chanel
Image source : chuisloveletters.com
“Waktu itu kau bilang Sasuke akhirnya ingin punya anak bukan?” Suara Naruto terdengar senang, “Kalau ingin punya anak kau harus banyak minum susu!”

Mendengar Naruto menyatakan hal itu Sakura hanya bisa tertawa. Jelas sekali kalau Naruto tidak bisa berbahasa Perancis. Santan kelapa dan susu memang mirip, tapi Sakura seharusnya minum susu khusus ibu hamil... Bukan sari kelapa. Ia benar-benar tidak mengerti lagi kenapa sahabat baiknya begitu lugu dan baik hati di saat yang sama.

“Naruto... Lait de Coco itu artinya bukan susu, tapi santan!” Sakura tertawa.

“Eh?!” Naruto tampak bingung, “Berarti aku membeli tas yang salah?”

Sakura tertawa lagi. “Tidak kok! Aku bahagia! Terima kasih ya... Tapi aku belum hamil.”

“Tenang saja! Sebentar lagi juga hamil!” Naruto tersenyum.

Mendapat hadiah sebelum hamil itu lucu sekali. Naruto memang sahabat yang baik. Kalau saja ia bisa menceritakan ini kepada Ino juga... Mungkin sahabatnya yang satu lagi itu akan senang juga mendengar kabarnya. Ino pasti sama seperti Naruto, wanita itu pasti cepat berharap Sakura hamil. 

“Aku harap begitu....” Sakura tersenyum, “Aku akan pergi ke dokter untuk mengecek semuanya besok.”

“Hmm? Untuk apa?”

“Aku hanya ingin tahu apakah tubuhku cukup sehat untuk hamil atau tidak,” Sakura melanjutkan, “Aku juga ingin tahu apakah ada diet atau program kesehatan yang harus kulakukan sebelum aku hamil.”

“Kau pasti sehat!” Naruto tampak senang, “Oh ya! Jadi kau akan membantuku melamar Hinata bukan?”

“Iya... Iya...” Sakura tersenyum.

“Walau kau harus repot mengurus band, lilin dan pergi ke Santorini?” Naruto tampak gembira.

“Santorini?!” Sakura hampir tersedak lagi, “Kau ingin melamarnya di Santorini?!”

“Di pantai Santorini...” Naruto melanjutkan, “Jadi kau dan Sasuke akan pura-pura pergi ke sana juga. Seperti double date. Kemudian kalian akan membantuku melamar Hinata!”

Sebenarnya Sakura ingin pergi ke Santorini sih... Apalagi bersama dengan Sasuke juga. Ia tidak menolak ide Naruto sama sekali. Ia hanya sedikit kaget, pria itu ternyata begitu bersemangat melamar Hinata. Mungkin penantian Naruto setelah lima tahun membuatnya menjadi seperti ini.

“Kau semangat sekali Naruto...”

“Itu karena Keluarga Hyuuga akhirnya menerimaku.” Naruto tersenyum, “Ini semua karena bantuan ibuku sih... Keluarga Hyuuga dan Namikaze ternyata lumayan dekat.”

“Oh ya... Bagaimana perasaanmu bertemu ibu kandungmu?”

“Soal itu...”

Sebelum Naruto menjawab Sakura, tiba-tiba Uchiha Sasuke sampai ke restoran. Pria itu masih mengenakan baju olahraga. Napas Sasuke yang cukup memburu membuktikkan kalau ia berlari sampai ke tempat ini. Entah apa yang begitu ingin Sasuke sampaikan kepada Naruto.

“Naruto kita harus berbicara.” Pria dingin itu tampak serius.

“Apakah ini soal Menma-ttebayo?”

“Ya.” Sasuke akhirnya duduk di sebelah Sakura, “Kenapa kau tidak membawa kasus ini ke pengadilan?”

“Sasuke... Ibuku sudah memaafkan Sasori, jadi masalahnya sudah selesai,” Naruto menjawab Sasuke dengan tenang.

“Aku seharusnya bisa memasukkan Itachi ke penjara dengan kasus ini!” Sasuke tampak tidak setuju, “Kalau pria itu berhasil kusingkirkan... Aku yang akan meneruskan Perusahaan Uchiha.”

“Sasuke... Kau tidak boleh egois,” Naruto melanjutkan, “Apa bagusnya kalau Sasori pergi ke penjara sekarang? Nenek Sasori sudah tua... sebentar lagi akan meninggal... Ia butuh banyak waktu dengan cucunya.”

“Naruto... Kau tidak mengerti apa-apa,” Sasuke menepis pernyataan Naruto, “Sasori mengambil identitasmu. Ia mengambil harta yang seharusnya milikmu—”

“Tapi ia sudah ia mengembalikan semua hartanya,” Naruto memotong pembicaraan Sasuke, “Kau tidak boleh egois hanya karena kau ingin mengambil posisi Itachi.”

Sebenarnya Sakura yang berada di pihak netral hanya bisa terdiam. Namun ia cukup mengerti ambisi Sasuke. Selama ini pria itu selalu ingin mengalahkan Itachi. Sejak di Roma, saat Sakura pertama kali melihat kakak beradik itu bertemu... Ia tahu Sasuke tidak menyukai kakaknya. Sayangnya kali ini ia setuju dengan Naruto. Sasori sudah mengaku bersalah, megembalikkan harta yang dicurinya dan Kushina sudah memaafkan Sasori. Masalah sudah selesai dan ini bukan hak Sasuke untuk mencampurinya. Ini adalah masalah Naruto, Kushina dan Sasori... Sasuke tidak berhak untuk mengatur masalah mereka.

“Sasuke...” Sakura menepuk pundak suaminya, “Sudahlah... Kau bisa mengalahkan kakakmu dengan cara yang lain.”

“Tujuanmu hidup itu tidak hanya untuk posisi dan kekuatan.” Naruto melanjutkan, “Kau punya istri yang baik hati, teman sejati dan kehidupan yang sebenarnya cukup kaya. Kau seharusnya mensyukurinya Sasuke.”

Mendengar pernyataan Naruto, suaminya akhirnya terdiam. Pria itu mulai berpikir keras. Sakura hanya bisa terdiam melihatnya. Semoga saja suaminya tidak merencanakan hal yang buruk.

XXX


Aman Tokyo Hotel
Image source : architectureau.com
Uchiha Sakura memakai gaun, hak tinggi dan cincin berlian Bvlgari pemberian Sasuke dengan elegan. Ia berjalan mengitari lobi Hotel Aman Tokyo sembari menikmati pemandangannya. Tempat itu memiliki langit-langit yang tinggi dengan lentara shoji dan kertas washi tradisional Jepang. Di sekitarnya, fitur air, taman kecil seni merangkai bunga, Ikebana dan interior kontemporer memberikan perasaan tenang. Sebenarnya ia cukup gugup datang ke hotel ini. Apalagi karena untuk pertama kalinya, Uchiha Sasuke terlambat datang ke sebuah pesta bisnis. Namun karena lobi hotel ini cukup menenangkan, Sakura menikmati proses menunggu suaminya.

Setelah berbicara dengan Naruto kemarin, Sasuke jadi agak dingin lagi. Padahal waktu di pemandian air panas... Pria itu sudah cukup hangat kepadanya. Entah apa yang ada di benak pria itu. Mungkin ini karena ia masih saja ingin mengejar ambisinya untuk mengalahkan Itachi. Pria itu jadi workaholic lagi. Sasuke sering lembur dan tetap bangun pagi. Di rumah, pria itu sering bermain saham dan menerima telepon dari investor. Sebagai istri yang baik, seharusnya Sakura mendukung suaminya. Namun ia merasa kalau suaminya butuh untuk bersenang-senang. Pria itu terlalu serius dan ambisius. Terkadang hidup itu harus dinikmati. Paling tidak itulah yang ada di benak Sakura.


Sakura's Abed Mahfouz Spring 2016, Hinata's Paolo Sebastian Spring 2016
Image Source : thefashionbrides.com , paolosebastian.com
“Sakura-san!” Hinata tampaknya terlambat juga.

Wanita itu tampak elegan dengan gaun pestanya yang berwarna putih dan penuh dengan lace. Rasanya Hinata seperti sedang datang ke pesta pernikahannya sendiri saja. Entah kenapa Sakura jadi ingin cepat-cepat ke Santorini dan melihat Naruto melamar wanita ini.

“Hinata kau terlambat juga ya?” Sakura tersenyum.

“Sasuke-kun pingsan di sebelah sana...” Hinata menunjuk area yang berada di dekat restoran.

Sakura dengan sigap langsung berlari menuju ke tempat yang ditunjuk Hinata. Ruangan di sana dekat dengan jendela. Keramik-keramik hitam mengihasi beberapa sudut ruangan itu. Kerumunan orang memenuhi tempatnya. Suasana di sana berubah menjadi tegang.


Aman Tokyo Hotel
Image Source: lingeredupon.blogspot.com 
“Permisi,” Sakura mencoba untuk masuk ke lingkaran kerumunan, “Aku dokter!”

Saat Sakura sampai di tengah-tengah kerumunan, ia dapat melihat Sasuke terkapar di atas lantai yang dingin. Tebakan Sakura hanya satu: Pria itu pasti terlalu lelah. Ia sudah terlalu sering bekerja belakangan ini.

“Sasuke!” Sakura langsung memeriksa keadaan pria itu. 

Suaminya yang tergeletak di lantai tampak pucat. Saat Sakura memeriksa nadi pria itu, ia dapat merasakan nadinya lemah dari pergelangan tangannya. Pria ini benar-benar terlalu banyak bekerja. Pagi ini, Sakura bahkan tidak tahu Sasuke sudah sarapan atau belum. Jangan-jangan, pria ini belum makan seharian....

“Sa..Sakura...?”

Sasuke mulai membuka matanya. Pria itu mulai mencoba untuk berdiri. Seperti biasa, suaminya suka memaksakan diri.

“Kau butuh istirahat.” Sakura memapah Sasuke dengan khawatir, “Bagaimana kalau kita pulang saja?”

Sakura kemudian memapah Sasuke sampai ke sofa, tapi pria itu tampaknya tidak ingin duduk atau istirahat. Suaminya tampaknya ingin langsung pergi ke pesta bisnis mereka.

“Aku tidak apa-apa.” Sasuke berdiri dari sofanya.

“Tapi—”

“Aku bilang aku tidak apa-apa.” Pria itu menatapnya dengan serius.

Kali ini Sakura hanya bisa menghela napasnya. Ia tahu Sasuke adalah orang yang keras kepala. Jika ia berteriak dan memarahi suaminya sekarang, pria itu lebih tidak mau pulang lagi. Menikah selama satu tahun bersama dengan Sasuke membuat dirinya tahu kalau ia hanya bisa mencari jalan keluar yang lain.


Ferrero Rocher
Image source : flourandfancy.com
“Baiklah,” Sakura mengambil cokelat dari tas pestanya, “Ini Ferrero Rocher. Aku tahu kau tidak suka makanan manis, tapi paling tidak ini akan mengisi perutmu.”

“Hn.” Sasuke menerima coklat itu dan melahapnya dengan cepat, “Terima kasih Sakura.”

“Apa ada investor penting di pesta ini?” Sakura menatap suaminya.

Melihat kondisi Sasuke tadi, ia hanya bisa berspekulasi begitu. Pasti ada koneksi bisnis yang harus ia temui. Paling tidak setelah selesai bertemu dengan orang itu, suaminya bisa pulang dengan tenang dan beristirahat.

“Aku ingin berbicara dengan putra tunggal Keluarga Nara,” Sasuke menjawabnya.

“Oh ya?” Sakura akhirnya sampai di ruang pesta dan mengisi buku tamu, “Aku cukup dekat dengan pacarnya.”

“Pacarnya?” Sasuke menggenggam tangan Sakura dan menuntun istrinya masuk ke dalam pesta.

“Ya. Temari, pemain tenis terkenal itu. Kami berkenalan di Swiss...” Sakura melanjutkan, “Well, Temari baru berpacaran satu bulan dengan Shikamaru. Namun mereka sudah bersahabat lama. Kalau kau butuh sesuatu... Mungkin aku bisa menanyakan Temari.”

Sasuke menatapnya dengan tatapan kagum. Mungkin pria itu merasa bangga dengan kemampuan Sakura bersosialisasi dan mencari koneksi bisnis. Entah kenapa tatapan itu membuat Sakura jadi tersipu malu. Jarang sekali suaminya menatapnya dengan tatapan kagum seperti itu.

“Aku ingin meminta bantuan Shikamaru untuk mempromosikan lapangan golf Uchiha di Dubai,” Sasuke melanjutkan, “Keluarga Nara memang bergerak di bidang olahraga dan Shikamaru kenal banyak olahragawan. Kupikir kau bisa menanyakan Temari jika wanita itu kenal pemain golf terkenal.”

“Tunggu... Bukankah proyek golf ini sebenarnya proyek yang dikerjakan kakakmu?” Sakura tampak bingung.

“Aku mengambil alih proyek ini.”

“Jadi karena ini kau bekerja sampai pingsan begitu....” Sakura mencubit pipi suaminya, “Kau harus memperhatikan kesehatanmu tahu.”

“Hn.” Sasuke mengangguk pasrah.

“Kau tenang saja, aku akan menanyakan Temari soal pemain golf profesional itu.” Sakura tersenyum hangat, “Kau makan dulu saja dan telepon aku kalau kau ingin beristirahat.”

Sakura kaget ketika suaminya mencium dahinya, “Baiklah. Sampai ketemu nanti.”

Entah kenapa Sakura merasa kaget ketika pria itu mencium dahinya. Mungkin ini karena mereka sudah menjadi lebih dekat beberapa saat ini... Tapi ia masih tidak percaya ketika ciuman kecil itu diberikan di dahinya. Rasanya benar-benar membuat sekujur tubuh Sakura jadi gemetar. Mereka ada di depan umum dan Sasuke memberikan ciuman kecil itu. Ini mungkin bodoh tapi ia berhak untuk kaget. Walau mereka sudah melakukan banyak hal di balik layar, tapi di depan semua koneksi bisnisnya... Sasuke adalah pria yang dingin dan kaku. Entah kenapa Sakura benar-benar merasa senang ketika Sasuke mencium dahinya di depan umum. Walaupun Sasuke sudah pergi dan meninggalkan Sakura... Ia masih saja mengejar bayangan pria itu. 

“Sakura?” Temari menepuk pundaknya.


Temari's Valentino A/W 2015-2016
Image source : yesfashionworldstuff.tumblr.com
Panjang umur... Sakura bahkan tidak perlu mencari Temari. Wanita itu datang sendiri. Sebenarnya Sakura ingin memulai percakapan dengan obrolan kecil dulu... Tapi Temari tampak tidak tenang. Wanita itu terlihat agak kesal.

“Temari... Ada apa?” 

“How did you deal with your mother-in-law?” Temari menghela napasnya, “Bagaimana caranya kau tahan dengan Mikoto yang dingin dan luar biasa jahat itu?”

“Aku sabar.” Sakura tertawa kecil, “Itu kuncinya.”

“Tadi aku tanpa sengaja mendengar ia bertengkar dengan Sasuke di dekat toilet,” Temari melanjutkan, “Ia terus berkata kalau ia kecewa memiliki anak seperti Sasuke.”

Jadi... Sasuke sempat berpapasan dengan ibunya? Apakah karena lelah, stress, kurang makan dan tekanan dari ibunya... Pria itu jadi pingsan?

“Aku kagum dengan kesabaran kalian berdua.” Temari melanjutkan, “Semoga saja ibu Shikamaru tidak seperti itu.”

“Ya...” Sakura melanjutkan, “Semoga saja.”

XXX


Athens
Image source : cornerstone-group.com
Uchiha Sasuke kaget ketika ia terbangun di dalam jet pesawatnya. Ia sempat bertanya kepada Sakura mengenai tempat mereka mendarat, tapi Sakura hanya tersenyum dan menjulurkan lidahnya. Ia lebih kaget lagi karena pesawat itu ternyata mendarat sampai di kota Athena. Ia memang tahu kalau Naruto ingin melamar Hinata di Santorini, tapi ia tidak tahu kalau Sakura membawanya transit di Athena terlebih dahulu.

“Apa kau kaget?” Sakura tersenyum melihat wajah suaminya.

Sasuke menatap kota Athena yang indah dan bangunan-bangunan kunonya dari jendela jet pribadinya. Athena adalah kota terbesar di Yunani dan merupakan salah satu kota tertua di dunia. Sasuke tidak memiliki konesi bisnis di Yunani, jadi ia tidak pernah pergi ke kota ini. Ia merasa kagum melihat bukit-bukit berbatu Acropolis dan kuil kuno Parthenon yang terbuat dari batu berwarna putih. Ia lebih merasa lebih kagum lagi karena istrinya yang membawanya ke tempat ini.

“Sangat.” Sasuke menangguk, “Sejak kapan kau tahu nomor pilot pribadiku? Dan lagi... Bukankah kau tidak pintar mengatur acara travelling?”

“Aku pikir kau sudah mengambil cuti, lebih baik sekalian kuberikan kejutan saja.” Sakura tersenyum, “Kau belakangan ini pasti melewati masa-masa yang berat dan butuh liburan.


Sasuke's Hugo Boss Jacket & Sakura's Balmain Jacket
Image source : nordstrom.com , net-a-porter.com
Jet itu mendarat dengan mulus di landasan bandara, kemudian Sasuke melihat sebuah helikopter sudah ada di landasan itu. 

“Aku sudah menyiapkan satu kejutan lagi!” Sakura tersenyum dan menarik tangan Sasuke.

Istrinya menuntunnya keluar dari jet dan berlari masuk menuju ke dalam helikopter. Kali ini Sasuke hanya bisa membuka mulut karena kaget. Saat masuk ke dalam helikopter, Sakura duduk di kursi pengemudi. Wanita itu mengenakan speaker dan peralatan lainnya. Ia merasa dirinya pasti sedang bermimpi. Tidak mungkin istrinya mengendarai helikopter. Sakura tidak tahu caranya mengendarai helikopter.

“Terkejut tidak?” Suara Sakura terdengar dari speaker.

“Dari tadi kau bertanya aku terkejut atau tidak... Kau ini sedang mencoba untuk membuatku sakit jantung?” Sasuke menaikkan satu alisnya.

“Hei. Aku ingin membuatmu senang dan rileks tahu!” Sakura tampak tidak senang mendengar reaksi suaminya.

“Aku sama sekali tidak rileks kalau kau yang menyetir.” Sasuke menggelengkan kepalanya.

Helicopter
Image source : jingdaily.com
“Hei, waktu di Gili kau menyetir helikopter dan terlihat keren... Jadi kupikir aku akan terlihat keren juga kalau menyetir heli.” Sakura menyetir helikopter itu dengan hati-hati.

Ah. Ya. Waktu itu hal yang sama pernah terjadi di Gili. Waktu itu Sasuke yang membawa Sakura untuk berlibur bersama. Sasuke yang merencanakan semuanya agar wanita itu kembali ceria lagi. Kali ini Sakura yang melakukan hal yang sama untuk dirinya. Wanita itu perhatian kepadanya.

Selama ini ia tumbuh di keluarga yang keras dan disiplin. Perhatian tidak ada di kamus Keluarga Uchiha. Ibunya dari dulu sampai sekarang selalu menekan Itachi dan dirinya agar menjadi yang terbaik. Tidak ada juara dua atau tiga. Selain juara satu berarti gagal. Melihat Sakura perhatian kepadanya... Ia jadi merasa sedikit tersentuh.

“Aku merasa tersentuh kau melakukan hal ini untukku,” Sasuke menghela napasnya, “Tapi kau menyetir helikopter ini dengan lambat sekali Sakura.”

“Apanya yang lambat? Ini pas dan aman!” Sakura tampak tidak setuju.

“Kalau ini mobil... Mungkin ini bisa diibaratkan gigi satu setengah,” Sasuke menyindir istrinya dengan tajam.

“Hei! Aku tidak separah itu!” Sakura menyangkal.

“Aku tidak mengerti kenapa kau bisa menyetir selambat ini. Mungkin ini bakatmu, Selamat ya.” Sasuke menghinanya sekali lagi.

“Kau ini... ingin menyindirku berapa kali?” Sakura menghela napasnya.

Sasuke akhirnya tertawa kecil melihat istrinya yang menyerah karena disindir sedikit. Entah kenapa wanita itu memang selalu saja membuatnya lebih santai. Mungkin ia memang memilih wanita yang tepat. Sakura memang orang yang tepat.

“Hei, kau lihat tidak bangunan tua yang tidak jadi itu?” ujar Sakura.


Zeus Temple
Image source : holylandphotos
Saat Sasuke melihat dari jendela ia bisa melihat reruntuhan. Jangankan bangunan... Bagi Sasuke, tempat itu hanyalah lahan kosong yang diisi oleh pilar-pilar putih yang sudah hancur dan retak.

“Sasuke... Tempat ini adalah kuil yang dibuat untuk Zeus,” Sakura melanjutkan, “Kau tahu bukan Mitos Yunani Zeus? Pria itu ingin menjadi yang terbaik. Ia membunuh ayahnya sendiri dan bertengkar dengan saudaranya agar mengambil posisi tertinggi.”

“Jadi? Kau ingin menasihatiku agar tidak menjadi seperti Zeus?” Sasuke menaikkan satu alisnya.

“Ya... Apakah aku berhasil?” Sakura tersenyum hangat.

“Hn.” Sasuke menghela napasnya, “Menurutmu?”

“Kau keras kepala, jadi kurasa tidak akan berhasil.” Sakura tertawa kecil.

“You know me well.” Sasuke menangguk.

“Wow!” Sakura tersenyum, “Lihat Sasuke bagus tidak?”

Kali ini Sasuke dapat melihat matahari terbenam di dekat reruntuhan batu itu. Warna oranye yang hangat sedikit demi sedikit tenggelam ke dasar bumi. Rasanya waktu seperti berhenti berjalan dengan lebih lambat. Sasuke kemudian melihat Sakura yang sedang tenggelam ke dalam panorama itu.



Sunset
Image source : athen.citysam.de
Wajah istrinya tampak cantik dengan pemandangan kota Athena yang indah. Entah kenapa Sasuke ingin terus berada di sisi wanita ini. Naruto benar.... Kehidupan itu tidak selalu berfokus kepada ambisi saja. Namun terkadang kita harus mensyukuri apa yang kita miliki. Sasuke seharusnya mensyukuri bahwa dirinya bisa bersama dengan Sakura sekarang.

“Lihat Sasuke! Walau tidak sesuai rencana... Ada hal indah yang terjadi!”

“Sakura...”

“Hmm?”

“Terima kasih,” Sasuke menatapnya dengan penuh perasaan.

Istrinya tampak terkejut melihat tatapan itu. Entah kenapa Sasuke memang tidak pernah menyatakan cinta atau berkata romantis. Ia tidak pandai dalam hal seperti itu. Ia lebih mudah menyindir dan mengatakan hal tajam. Namun Sakura selalu menerimanya apa adanya. Walau tidak bisa memberi kata-kata puitis, setidaknya Sasuke bisa menyatakan terima kasih dengan sepenuh hatinya.

“Kenapa kau berterimakasih?” Sakura tersenyum menatap suaminya.

Mereka berdua menatap satu sama lain di tengah sunset indah kota Athena. Sasuke menatap Sakura dengan tulus kemudian ia berkata, “Karena kau mengajarkanku untuk lebih menikmati hidup.”

Ya. Kali ini Sasuke berhasil untuk tidak memusingkan masalah dengan keluarganya. Jika berlibur bersama dengan Sakura ia selalu berhasil untuk melupakan masalah bisnisnya. Mulai dari Roma, Tibet sampai ke Yunani. Jika mereka bersama, Sasuke hanya bisa melihat wajah Sakura... 

“Anak kita pasti akan baik hati seperti dirimu...”

“Anak kita ya...” Sakura tersenyum pahit.

Sasuke meneliti ekspresi istrinya. Ada sesuatu dari balik senyum itu. Ia merasa Sakura menutupi sesuatu dari dirinya. Padahal sebelumnya Sakura selalu bersemangat jika mereka membicarakan soal anak. Namun kali ini wanita itu hanya menjawabnya dengan satu kalimat dan sebuah senyuman pahit. Ia merasa ada yang aneh. Hal ini tidak biasa.

“Ada apa?” Sasuke menepuk pundak istrinya, “Biasanya kau bersemangat membicarakan soal anak...”

“Tidak apa-apa kok.” Suara Sakura terdengar sedikit bergetar.

Ya. Sasuke yakin seratus persen ada yang janggal dari situasi ini. Semenjak mereka membicarakan soal anak, Sakura berubah menjadi suram.

“Sakura...” Sasuke mencium kening istrinya, “Ada apa? Katakan saja padaku...”

“Tadinya aku ingin membuatmu berbahagia di liburan ini, tapi aku merasa tidak enak kalau tidak mengatakannya sekarang...” Sakura melanjutkan.

“Hn?”

“Kau ingat bukan kalau aku bilang terkadang hidup itu tidak seperti yang kita rencanakan?”

“Iya... lalu?”

“Well, kita tidak merencanakan untuk hamil tapi aku hamil...” Sakura menghela napasnya, “Namun sekarang kita merencanakan untuk hamil dan aku tidak bisa hamil.”

Sasuke masih tidak mengerti apa maksud istrinya. Apa maksudnya Sakura tidak bisa hamil? Apakah itu artinya ia tidak bisa memiliki keturunan...?

“Aku pergi ke dokter untuk memeriksa semuanya beberapa hari yang lalu,” Sakura melanjutkan, “Kemudian dokter mengatakan bahwa keguguran pertamaku cukup parah, aku meminum banyak obat penenang untuk menghilangkan stress dan beberapa obat kecantikan yang pernah kuminum mengeringkan rahimku.”

Kali ini Sasuke merasa lebih jatuh dan kecewa daripada waktu helikopter itu lepas kendali. Satu kali dalam hidupnya ketika ia benar-benar menginginkan anak... Rencana itu digagalkan.

“Maaf, seharusnya aku menunggu sampai liburan ini selesai...” Sakura menghapus air matanya.

Mereka berdua hanya duduk di helikopter itu dengan hening. Kali ini Sasuke benar-benar tidak tahu harus bereaksi apa. Selama ini Sasuke pandai dalam mengatur rencana. Ia tahu apa yang harus ia lakukan. Namun kali ini ia hanya merasa dirinya sedang jatuh. Mulai dari Itachi sampai Sakura... Semua rencananya seperti hancur berkeping-keping. Semua impiannya seperti jatuh ke jurang yang dalam. 

XXX

TBC

XXX


A/N:

Hi everyone! I hope you are well! Apakah tahun baru kalian baik? Apakah new year’s resolution kalian berhasil? Semoga saja begitu! Untuk chapter ini, aku sangat senang menuliskan adegan di Restoran Biege, Chanel. Di Jepang ada banyak cafe & restoran high-end seperti Bvlgari dan Hermes. It’s truly wonderful!

Soal rahim yang kering... Sebenarnya ini benar-benar bisa terjadi. Hati-hati jika meminum obat kecantikan secara rutin. Obat yang mengeringkan jerawat, bisa juga mengeringkan rahim. That’s dangerous... Solusi terbaik untuk merawat wajah adalah dengan minum banyak air putih, makan buah yang banyak, rajin cuci muka dan masker dengan rutin. Jangan lupa obat kurus juga bisa berdampak buruk... Kalau kalian nonton Oh my Venus! (So ji sub ganteng banget) kalian mungkin tahu ada adegan rahim yang kering juga... It’s real and it’s very sad to have that. :(

Anyways, thank you for reading and have a nice day everyone! Jangan lupa review dan komen yah! Aku senang membaca respon kalian hehehe!




44 comments:

  1. Thanks for the update.
    This chapter always awesome, tapi jd sedih bagian akhirnya:(
    Keep writing.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Thank you juga buat comment nya hehhe :) Means so much to me <3

      Delete
  2. Love this story!
    Akhirnya update juga seneng bgt deh smp teriak" kek orgil :v
    Untuk ceritanya sams seperti biasanya BERKELAS
    Next chap yaa

    ReplyDelete
    Replies
    1. Wah, thank you yah selalu bilang berkelas hehehe I'm glad that it's classy hehehe
      I hope you'll keep waiting and reading :)

      Delete
  3. MAkasih ka. Akhirnya up juga... tapi ko rasanya cuma sedikit ya padahal penantiannya lama. Sukses terus...

    ReplyDelete
    Replies
    1. Hehhee thank you untuk dukungannya :). Word countnya sama kok seperti biasa ehhee, mungkin kamu terlalu seru bacanya ;)

      Delete
  4. aku bingung kak, waktu sakura curhat tentang masalah rahimnya, itu heli uda landing kah?
    aku takut abang sasuke jatuh, kak :D hehehe

    ReplyDelete
    Replies
    1. Hahaha, helinya belum landing, tenang aja ga akan jatuh koook hehehe, kan ada auto pilot ;) mereka ngetem gitu ceritanyaa hahahaa XD

      Delete
  5. Hello kak salam kenal:D sebenarnya aku readers baru beberapa bulan yang lalu:D ceritanya keren banget kak, kalau bacanya dihayati bisa bikin greget XD sukses terus kak, ditunggu chapter selanjutnya.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Salam kenal juga!! :) Aku senang bisa bkin kmu greget! I hope you keep liking this story and have a nice dayy yahh!

      Delete
  6. Wah cerita nya keren banget,elegan :D

    ReplyDelete
    Replies
    1. Thank you so muchhh yahh :) Aku senang cerita ini keren dan elegan di matamu hehehe

      Delete
  7. Yey dh update ^^ tpi...aq kira Sakura hamil,ternyata mlh dibilang rahimnya kering T_T makin penasaran lanjutannya Kak! Semangat ya kak!moga-moga endingnya Sasuke sm Sakura punya baby ya kakk *.* SEMANGAT

    ReplyDelete
    Replies
    1. Iya aku semangat hehehe :) Iya, rahim sakura-chan kerinngg, unfortunately, sabar yahh hehhee :)

      Delete
  8. eummm...sad :(
    sakura gak bisa hamil, apa rahim kering tu bisa di sembuhkan kak? dan sakura bisa hamil lagi?
    keep writing kak...di tunggu chap selanjutnya :)

    ReplyDelete
    Replies
    1. Wah, untuk rahim kering butuh terapi and it takes time...
      Thank you untuk dukungannya yah!
      Have a wonderful day!

      Delete
  9. Kaaa aku seneng dah bisa baca lanjutan ceritanya again. But i sad:" because sakura bilang gabisa hamil:" kaa aku cuma minta ntar jangan sad ending yaa

    ReplyDelete
    Replies
    1. Hi there,
      Iya, bagian itu sedih yahh ;)
      Hehehe, I hope you'll keep loving this story though...
      Anyways, thank you yah sudah baca dan comment fic ini! In means so much!

      Delete
  10. Kak cerita ny kali ini sedih kak jangan sedih la bisa di usahakan gitu kalau sakura bisa hamil kembali nanti kan kasihan sasuke ny jadi makin sedih keep writing kak sorry lama comment

    ReplyDelete
    Replies
    1. Iya, kali ini sedih hehehe,
      gppa kok lama comment :) Yang penting baca dan comment hehehe
      It means so much to me! Thanks!
      Have a nice day yah!

      Delete
  11. Kak cerita nya jangan di buat sedih dong

    ReplyDelete
    Replies
    1. Terimakasih atas masukannya hehehe~ I'll think about it ;)
      Have a nice dayyy~

      Delete
  12. Sedih ohoho :" padahal maachan pengennya mereka punya anak lagi XD

    ReplyDelete
    Replies
    1. Hehehe miracle can happen!!! :) Have faith! <3

      Delete
  13. Kapan update chapter 19 nya, kak? >_<

    ReplyDelete
  14. Replies
    1. Haiii :) Aku baru saja update kemarin malam! I hope you like it XD

      Delete
  15. Menurutku ada bagusnya kalau sebuah cerita itu gk melulu bahagia, jd g ada salahnya kalau ada bagian2 yg sedih, susah, duka dll, :D di tggu kelanjutannyaa ~ ❤️ , (Btw aku juga nonton oh my venus ^_^ seru ya.. di drama itu di ksh pengetahuan bagaimana cara2 diet yg benar dn tdk dg olahraga yg sembarangan..)

    ReplyDelete
    Replies
    1. Waa! aku jgua nonton oh my venus!! aku suka banget :) Setujuuu.. diet yang benar itu ga boleh sembarangan... Nanti bisa sakit :( So ji sub is super handsome! XD

      Delete
  16. kapan nih chepter selanjutnya ??????
    (masih menunggu ) buat lagi dong ka, seru tau .

    ReplyDelete
    Replies
    1. Hi hi, chapter selanjutnya sudah di publish kemarin maleem hehhee XD Enjoooy!

      Delete
  17. hy.. aku readers, dari minggu lalu :D
    seru banget ceritanya, aku sampe gak tidur bacanya..hehe
    tapi aku penasaran, temari kan udah punya pasangan ni kak, trus pasangan tenten mana dong??
    cause aku suka banget sama karakter tenten di anime :)
    keep writing kakak...

    ReplyDelete
    Replies
    1. Wah... benarkah? It's my pleasure bisa membuat kamu stay up all night to read it! Hehehe XD I love tenten too! Sayangnya dia ga punya pasangan ya di ending naruto :'( Jadi sedihhh...

      Delete
  18. Kak ini yang sekian kali nya aku buka blog ini tapi masih belum ada lanjutan nya -_- 😒😒😒

    ReplyDelete
    Replies
    1. Hahahha XD Sorry for the long update! but it's here now!! enjoyy!

      Delete
  19. akhirnya nemu ff ini,tulisannya rapi aku suka: ) semangat updatenya ka!: )

    ReplyDelete
    Replies
    1. Wah makasih udah di bilang rapihh! yess! I just updated it! :)

      Delete
  20. kok belum update juga sih kak :(
    udh gak sabar pengen tau kelanjutannya..

    ReplyDelete
  21. Melissa Senpai kapan nih update chapter 19 udah penasaran....

    ReplyDelete
    Replies
    1. Iyaa hehhee akhirnya chap 19 updateee :) Enjoyy

      Delete
  22. Kak, aku dah nunggu nih. Dari bulan JANUARI 😢😢😢💙💙

    ReplyDelete
    Replies
    1. Makasih udah ditunggu dari bulang Januariii XD I'm honored! Yes, aku ahirnya update juga kemarin malam hehehe.. enjoy!

      Delete

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...